Kamis, 19 Oktober 2017

Cermati Body Languange Dalam Berpresentasi

Sudah terbit di: https://steemit.com/presentasi/@puncakbukit/cermati-body-languange-dalam-berpresentasi

Apakah kita akan berpresentasi beberapa hari mendatang? Umumnya, seorang presentator pemula cenderung kurang memperhatikan body languange (bahasa tubuh). Padahal, body languange menjadi salah satu hal penting saat berpresentasi. Dengan menampilkan body languange yang komunikatif,memudahkan audiens mencerna point-point yang presentator paparkan. Selain itu, presentasi pun akan menjadi lebih atraktif. Sedangkan bagi presentator profesional, sangat menguasai body languange. Lalu, seperti apa bahasa tubuh yang sebaiknya presentator tampilkan? Berikut beberapa teknik body languange dalam berpresentasi.


Gambar 1. Body Languange Sangat Penting Saat Berpresentasi

Tampilkan Postur Tubuh Profesional
Saat berpresentasi, seorang presentator menjadi pusat perhatian audiens. Karenanya, tampilkan postur tubuh yang profesional. Lalu, seperti apa postur tubuh yang profesional? Pertama, tunjukkan postur tubuh yang tenang dan rileks. Hindari menampilkan postur tubuh yang terkesan tertekan dan panik. Kedua, berdiri dalam posisi tegak lurus menghadap audiens. Ketiga, tempatkan kaki sejajar dengan bahu atau tempatkan kaki tak terlalu jauh dari bahu. Dengan menampilkan ketiga hal tersebut saat berpresentasi, memberikan kesan profesional di mata audiens.

Pergerakan Tubuh yang Dinamis
Saat berpresentasi, seperti halnya seorang penyanyi profesional, seorang presentator mesti ‘menguasai panggung’. Terlebih, bila presentasi dihadiri begitu banyak audiens dan bila ‘panggung’ presentase begitu luas. Nah, dengan menampilkan pergerakan tubuh yang dinamis, seorang presentator akan lebih ‘menguasai panggung’. Presentasi pun akan lebih menarik dan atraktif. Nah, agar pergerakan tubuh terlihat lebih dinamis saat berpresentasi, hindari berdiri di satu posisi. Kita sebaiknya berpindah-pindah posisi berdiri dalam periode waktu tertentu. Misalnya, setelah menampilkan 10 ataupun 11 slide, kita berpindah ke sisi sebelah slide tempat kita berdiri.

Gerak Gestur Tangan yang Komunkatif
Secara mendasar, gerak gestur tangan menjadi bagian dalam proses komunikasi. Semakin komunikatif gerak gestur tangan, memudahkan lawan bicara untuk mencerna hal-hal yang kita sampaikan. Nah, terkait presentasi, gerak gestur tangan pun menjadi hal penting. Tampilkan gerak gestur tangan yang komunikatif saat berpresentasi. Misalnya, menyodorkan tangan ke arah slide saat memaparkan point-point yang begitu penting. Agar lebih percaya diri menggunakan gerak gestur tangan, tak ada salahnya berlatih menggunakan gestur tangan beberapa hari sebelum berpresentasi.

Ekspresi Wajah yang Menghibur dan Komunikatif
Ekspresi wajah pun menjadi hal penting dalam berpresentasi. Saat berpresentasi, hindari menampilkan ekspresi wajah yang cenderung terkesan negatif. Misalnya, ekspresi muram, tertekan, ataupun sedih. Hindari juga menampilkan ekspresi wajah yang cenderung kaku dan dingin. Tampilkan ekspresi wajah yang menampilkan suasana hati yang positif. Misalnya, ekspresi tersenyum, ceria, riang, dan sebagainya.

Menjaga Eye Contact dengan Audien
Menurut seorang pakar komunikasi bernama Lynn Rusell, eye contact akan lebih ‘menyambungkan’ presentator dengan audiens. Lalu, seperti apa sebaiknya eye contact saat berpresentasi? Pertama, hindari menatap audiens seperti menatap orang yang tak dikenal. Tampilkan tatapan yang ramah dan hangat. Kedua, hindari memandang audiens terlalu cepat ibarat. Pandanglah audiens secara perlahan-lahan.

Demikian, beberapa teknik body languange dalam berpresentasi. Nah, agar presentasi menjadi lebih sukses, tak ada salahnya menerapkan teknik tersebut. Terlebih, bagi presentator pemula. Selamat berpresentasi…

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
Munter, Mary. 1999. Guide to Managerial Communication(5th Edition). London: Prentice Hall

Sumber Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2013/04/10/10/26/men-102441_960_720.jpg

Selasa, 17 Oktober 2017

Tips Menghemat Konsumsi Listrik Peralatan Elektronik

Sudah terbit di: https://steemit.com/listrik/@puncakbukit/tips-menghemat-konsumsi-listrik-peralatan-elektronik

Di dalam rumah, biasanya terdapat beragam peralatan elektronik. Memang, saat ini peralatan elektronik dan rumah menjadi dua hal yang tak terpisahkan. Nah, seperti yang sudah kita ketahui, peralatan elektronik membutuhkan pasokan listrik agar dapat digunakan. Lalu, bagaimana agar penggunaan peralatan elektronik lebih menghemat pengeluaran listrik? Berikut beberapa tips mudah dan praktis yang dapat kita coba untuk lebih menghemat konsumsi listrik peralatan elektronik.


Gambar 1. Menghemat Energi Ibarat Menghemat Uang

Tak Membiarkan Peralatan Elektronik Dalam Kondisi Standby
Apakah kita sering men-standby peralatan elektronik, misalnya men-standby televisi? Untuk memulai menghemat energi, sebaiknya tak membiasakan melakukan hal tersebut. Lalu, mengapa? “Waktu standby itu dia masih menyedot listrik sekitar 80% dari listrik normalnya”, tutur Aris Yunanto, direktur PT.Energi Management Indonesia (EMI), dilansir dari situs detik.com. PT. EMI yaitu perusahaan pemerintah yang bergerak dalam bidang manajemen energi dan konservasi energi. Aris pun menambahkan, bila peralatan elektronik tak digunakan, sebaiknya segera cabut colokan. “Sebaiknya memang dicabut saja colokannya kalau sudah tak digunakan”, tuturnya.

Cabut Charger Smartphone Saat Tak Digunakan
Saat ini, smartphone menjadi benda yang sudah begitu akrab dengan kebanyakan orang. Terkait penghematan listrik, sebagian pengguna smartphone, membiarkan chargernya tercolok dengan sumber listrik saat tak digunakan untuk men-charger.

Nah, apakah kita termasuk pengguna smartphone yang demikian? Sebagai informasi penting, bila charger masih tercolok dengan sumber listrik saat tak digunakan, charger mengkonsumsi listrik 30% dari konsumsi listrik normal. “Charger kan isinya kumparan,” tutur Gunawan Wibisino, Kepala Operasi Divisi PT.EMI, dilansir dari situ detik.com, “Jadi, selama terpasang akan terus memutar listrik disitu”, tambahnya. Selain charger smartphone, lepaskan juga charger laptop dari sumber listrik saat tak digunakan untuk men-charger laptop. Sebabnya, sama halnya seperti charger smartphone, charger laptop pun berisi kumparan

Manfaatkan Sinar Cahaya Matahari Untuk Menerangi Ruangan Saat Siang
Untuk lebih menghemat pengeluaran listrik, kita pun dapat juga memanfaatkan cahaya matahari saat siang hari. Bila kita dapat memanfaatkan cahaya matahari saat siang, misalnya dengan membuka gorden jendela, kita tak perlu menggunakan lampu untuk menerangi ruangan. Karenanya, akan lebih menghemat pengeluaran listrik saat siang hari. Selain itu, sinar cahaya matahari pun sangat baik untuk kesehatan para penghuni rumah.

Memulainya dari Kesadaran
Menghemat energi sebenarnya ibarat menghemat uang. Namun, tak semua orang menyadari hal tersebut. Karenanya, untuk memulai menghemat energi, mulailah dengan menyadari bahwa menghemat energi sebenarnya menghemat uang. Sebaik apapun rencana untuk menghemat energi, tak akan berjalan maksimal tanpa adanya kesadaran tersebut. “Sebenarnya banyak cara untuk menghemat energi, cuma masalah kesadaran saja”, tutur Aris Yunanto

Itulah, beberapa tips mudah dan praktis menghemat pengeluaran listrik. Nah, sekali lagi, karena menghemat energi sama dengan menghemat uang, marilah menghemat energi...

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. https://finance.detik.com/energi/d-3214799/lakukan-hal-ini-tagihan-listrik-anda-bisa-hemat-25
2. https://finance.detik.com/energi/2895636/percaya-atau-tidak-hal-sepele-ini-bisa-bikin-tagihan-listrik-anda-berkurang

Sumber Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2017/06/12/14/43/cash-2395782_960_720.jpg