Senin, 29 Mei 2017

Siamese, Ras Kucing Hias Asal Thailand

Ketika ditanya tentang ras kucing hias yang bernama Siamese atau Siam mungkin banyak di antara kita yang telah mengenalnya. Ya, ras kucing Siamese memang salah satu dari sederet kucing hias yang cukup banyak digandrungi orang-orang untuk dijadikan hewan peliharaan lucu dan menggemaskan. Hanya saja, masih banyak pula yang tidak tahu mengenai asal dan jenis-jenis kucing Siamese yang ada sekarang ini. Untuk itu pada artikel ini mengulas lebih dalam lagi mengenai kucing Siamese agar para pembaca sekalian semakin tertarik dan berkeinginan untuk memeliharanya.

Kucing Siamese dikatakan sebagai ras kucing asli yang genetiknya tidak dipengaruhi oleh campur tangan manusia. Asal kucing Siamese ialah dari Thailand yang dulunya bernama negeri Siam. Karenanya, penyebutan nama kucing asal negeri Gajah Putih ini diambil dari nama negara asalnya. Selain itu, makna nama Siam bila digali pengertiannya dari bahasa Thailand maka maksudnya adalah ‘bulan berlian’. Di negara asalnya sendiri kucing Siamese dijadikan sebagai hewan peliharaan oleh keluarga kerajaan sejak zaman dahulu. Selain itu, saat ada keluarga kerajaan yang meninggal dunia maka kucing Siamese akan diletakkan dalam sebuah kuil dengan diberi kemewahan sampai ajalnya tiba.

File:Seal Point Siamese Kitten.JPG
Gambar I: Kucing Siamese yang masih kecil

Ciri fisik kucing Siamese terbilang unik dan berbeda dari jenis kucing hias pada umumnya yang ada di Eropa ataupun negara Asia lainnya. Warna bulunya paling banyak hanya terdiri dari tiga jenis warna yakni putih, cokelat, dan cokelat kehitaman. Hampir seluruh tubuhnya diselimuti dengan warna putih mulai dari kepala, badan, dan pangkal kakinya. Selain itu pada wajahnya terdapat warna cokelat dan cokelat kehitaman di area hidung yang menjadi ciri khas pentingnya. Selain itu pada bagian telinga, keempat kaki, dan ekornya tampak berwarna cokelat kehitaman. Telinganya berukuran agak besar dan lebar serta ekornya memiliki ukuran yang cukup panjang. Postur tubuh kucing Siamese tidak terlalu besar dengan panjang sekitar 60 cm mulai dari kepala hingga ke ekornya.


Gambar II: Kucing Siamese dewasa

Begitu pula dengan karakter atau sifat yang dimiliki oleh kucing Siamese digolongkan sebagai kucing yang aktif bermain dan sangat dekat dengan pemiliknya. Selain itu, kucing asal Thailand ini pun mudah beradaptasi dan mampu hidup bersama dengan hewan lainnya yang ada di rumah pemiliknya. Tapi kadang keinginannya tidak dipenuhi oleh si pemiliknya biasanya kucing Siamese akan sedikit agresif dengan mengeluarkan suara keras ngeongannya. Yang penting juga diperhatikan bagi siapapun yang hendak memeliharanya sebaiknya selalu membawanya dan jangan meninggalkan kucing Siamese terlalu lama dalam rumah atau ruangan. Karena sifat alaminya yang manja membuat kucing Siamese sangat ingin selalu diperhatikan oleh si pemiliknya.

Adapun jenis ras kucing Siamese tentunya mengalami pertambahan seiring dilakukannya kawin silang dengan ras kucing lain untuk mendapatkan variasi ciri dan warna yang berbeda. Saat ini jenis kucing Siamese telah berkembang menjadi empat yakni Applehead Siamese, Old-style Siamese, Classic Siamese, dan Modern Wedge Siamese. Masing-masing dari jenis kucing Siamese terdapat perbedaan dari segi postur tubuh, warna, dan perilakunya. Selain itu, harga kucing Siamese tergolong terjangkau atau tidak semahal seperti kucing ras dari Eropa yang dapat mencapai 20 jutaan per ekornya. Untuk tiap ekor kucing Siamese dewasa dibandrol dengan harga sekitar 2 juta. Tentunya bagi Anda yang tertarik dengan kucing Siamese tidak perlu khawatir karena hampir semua cattery biasanya menjual ras kucing asal Thailand ini. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://www.satwapedia.com/4-jenis-kucing-siam-siamese-cats/
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Siam_(kucing)

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Seal_Point_Siamese_Kitten.JPG
2. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/3d/Qwill_Siamese_cat.JPG/450px-Qwill_Siamese_cat.JPG

Selasa, 23 Mei 2017

Corydoras, Si Ikan Pemalu dari Amerika Selatan

Ragam jenis ikan hias yang banyak dipelihara dan dibudidayakan mempunyai ciri dan sifat yang tidak sama satu dengan lainnya. Perbedaan tersebut terlihat dari karakter saat berenang di akuarium yang kebanyakan lebih menyukai bergerak cukup cepat dan tidak suka berlama-lama di dasar akuarium. Hanya saja terdapat satu jenis ikan hias yang sangat menyukai berada di area bawah akuarium dan pergerakannya pun sangat lambat. Selain itu secara penampilan ikan hias ini sedikit mirip dengan ikan Botia asal Sumatera dan Kalimantan. Padahal asalnya bukanlah dari sungai Indonesia melainkan hanya ditemukan di perairan Amerika Selatan. Adapun ikan hias tersebut bernama ikan Corydoras.

Ikan Corydoras merupakan ikan air tawar yang habitat hidupnya hanya berada di Amerika Selatan. Bentuk fisiknya berukuran agak memanjang dengan di bagian bawah mulutnya terdapat semacam antena yang berjumlah cukup banyak. Kepala ikan Corydoras berbentuk cukup besar dengan bagian depannya melonjong dan mulutnya tampak ditekuk ke arah bawah yang sejajar dengan dagunya. Mata ikan ini tampak agak besar dengan area di luar pupilnya berwarna kekuningan. Siripnya terbilang cukup banyak dengan terdapat di bagian bawah insang, dekat pangkal perut, bagian bawah dekat ekor, bagian atas dekat punggung, dan sisi atas dekat ekornya. Corak warna di hampir semua jenis ikan Corydoras membentuk pola bintik-bintik yang agak besar. Pola bintik tersebut membentuk seperti garis yang tidak beraturan yang terdapat pada seluruh tubuh termasuk siripnya.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/85/Corydoras_haraldschultzi_aquarium.jpg
Gambar: Sepasang ikan Corydoras yang ada di akuarium

Jenis ikan Corydoras tergolong sangat banyak dibanding jenis ikan hias lainnya yang sampai sekitar 142 spesies. Tapi yang umumnya dipelihara orang-orang di berbagai negara termasuk Indonesia tidaklah sebanyak itu. Jenis ikan Corydoras yang biasanya dikenal luas adalah Albino Cory, Blue Corydoras, Peru Golgd Stripe Cory, Venezuela Bronze Cory, Adolfons Cory, Bandit Corydoras, dan lain-lainnya. Walaupun ikan yang hidup di dasar akuarium mempunyai jenis yang cukup banyak tapi secara penampilan hampir tidak begitu berbeda antara satu dengan yang lainnya. Yang membuat berbeda di tiap jenisnya adalah ukuran fisik dan corak warnanya saja.

Sebagai ikan yang suka berada di dasar akuarium membuatnya sangat sensitif dengan kehadiran manusia yang secara tiba-tiba ada di depannya. Dengan sifat yang sensitif tersebut menjadikan ikan Corydoras tergolong sebagai ikan pemalu. Selain itu, bila ikan yang berantena ini ditempatkan pada akuarium yang dasarnya diberi pasir maka ia akan menggalinya untuk mencari sisa makanan yang sebelumnya tak sempat dimakan. Dari kebiasaan seperti itu kondisi akuarium pun menjadi bersih dari sisa makanan ikan yang tak jadi dimakan. Sifat lainnya dari ikan Corydoras ini adalah menyukai hidup dalam kelompok kecil sekitar 4 atau 5 ekor yang biasanya bergerak bersamaan saat berenang di alam bebas ataupun akuarium.

Dalam perawatan ikan Corydoras dapat ditaruh pada akuarium yang berukuran sedang atau besar. Usahakan memeliharanya lebih dari tiga ekor dan akuariumnya bisa dihiasi dengan bebatuan kecil serta pasir bersih. Tujuannya agar kawanan ikan bergerak lambat ini nyaman tinggal di akuarium yang kondisinya tidak jauh beda dengan habitat aslinya. Selain itu dapat pula menambahkan pembersih air dan aerator supaya oksigen bisa masuk ke dalam air. Di toko-toko ikan hias yang menjual ikan Corydoras dibandrol dengan harga yang cukup murah yang sekitar 10 ribu-an untuk tiap ekornya. Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan ikan Corydoras maka tak ada salahnya untuk memelihara ikan pemalu yang suka berenang di dasar akuarium ini. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
http://www.alamikan.com/2016/09/28-jenis-ikan-corydoras-populer.html
http://www.ikanhias-yuli.org/2014/11/ikan-corydoras-ikan-tikus-yang-cantik.html

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/85/Corydoras_haraldschultzi_aquarium.jpg