Selasa, 17 Oktober 2017

Tips Menghemat Konsumsi Listrik Peralatan Elektronik

Sudah terbit di: https://steemit.com/listrik/@puncakbukit/tips-menghemat-konsumsi-listrik-peralatan-elektronik

Di dalam rumah, biasanya terdapat beragam peralatan elektronik. Memang, saat ini peralatan elektronik dan rumah menjadi dua hal yang tak terpisahkan. Nah, seperti yang sudah kita ketahui, peralatan elektronik membutuhkan pasokan listrik agar dapat digunakan. Lalu, bagaimana agar penggunaan peralatan elektronik lebih menghemat pengeluaran listrik? Berikut beberapa tips mudah dan praktis yang dapat kita coba untuk lebih menghemat konsumsi listrik peralatan elektronik.


Gambar 1. Menghemat Energi Ibarat Menghemat Uang

Tak Membiarkan Peralatan Elektronik Dalam Kondisi Standby
Apakah kita sering men-standby peralatan elektronik, misalnya men-standby televisi? Untuk memulai menghemat energi, sebaiknya tak membiasakan melakukan hal tersebut. Lalu, mengapa? “Waktu standby itu dia masih menyedot listrik sekitar 80% dari listrik normalnya”, tutur Aris Yunanto, direktur PT.Energi Management Indonesia (EMI), dilansir dari situs detik.com. PT. EMI yaitu perusahaan pemerintah yang bergerak dalam bidang manajemen energi dan konservasi energi. Aris pun menambahkan, bila peralatan elektronik tak digunakan, sebaiknya segera cabut colokan. “Sebaiknya memang dicabut saja colokannya kalau sudah tak digunakan”, tuturnya.

Cabut Charger Smartphone Saat Tak Digunakan
Saat ini, smartphone menjadi benda yang sudah begitu akrab dengan kebanyakan orang. Terkait penghematan listrik, sebagian pengguna smartphone, membiarkan chargernya tercolok dengan sumber listrik saat tak digunakan untuk men-charger.

Nah, apakah kita termasuk pengguna smartphone yang demikian? Sebagai informasi penting, bila charger masih tercolok dengan sumber listrik saat tak digunakan, charger mengkonsumsi listrik 30% dari konsumsi listrik normal. “Charger kan isinya kumparan,” tutur Gunawan Wibisino, Kepala Operasi Divisi PT.EMI, dilansir dari situ detik.com, “Jadi, selama terpasang akan terus memutar listrik disitu”, tambahnya. Selain charger smartphone, lepaskan juga charger laptop dari sumber listrik saat tak digunakan untuk men-charger laptop. Sebabnya, sama halnya seperti charger smartphone, charger laptop pun berisi kumparan

Manfaatkan Sinar Cahaya Matahari Untuk Menerangi Ruangan Saat Siang
Untuk lebih menghemat pengeluaran listrik, kita pun dapat juga memanfaatkan cahaya matahari saat siang hari. Bila kita dapat memanfaatkan cahaya matahari saat siang, misalnya dengan membuka gorden jendela, kita tak perlu menggunakan lampu untuk menerangi ruangan. Karenanya, akan lebih menghemat pengeluaran listrik saat siang hari. Selain itu, sinar cahaya matahari pun sangat baik untuk kesehatan para penghuni rumah.

Memulainya dari Kesadaran
Menghemat energi sebenarnya ibarat menghemat uang. Namun, tak semua orang menyadari hal tersebut. Karenanya, untuk memulai menghemat energi, mulailah dengan menyadari bahwa menghemat energi sebenarnya menghemat uang. Sebaik apapun rencana untuk menghemat energi, tak akan berjalan maksimal tanpa adanya kesadaran tersebut. “Sebenarnya banyak cara untuk menghemat energi, cuma masalah kesadaran saja”, tutur Aris Yunanto

Itulah, beberapa tips mudah dan praktis menghemat pengeluaran listrik. Nah, sekali lagi, karena menghemat energi sama dengan menghemat uang, marilah menghemat energi...

Oleh: Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. https://finance.detik.com/energi/d-3214799/lakukan-hal-ini-tagihan-listrik-anda-bisa-hemat-25
2. https://finance.detik.com/energi/2895636/percaya-atau-tidak-hal-sepele-ini-bisa-bikin-tagihan-listrik-anda-berkurang

Sumber Gambar:
1. https://cdn.pixabay.com/photo/2017/06/12/14/43/cash-2395782_960_720.jpg

Senin, 16 Oktober 2017

Mengulik Ketenaran Ikan Gurra Rufa

Sudah terbit di: https://steemit.com/ikanhias/@puncakbukit/mengulik-ketenaran-ikan-gurra-rufa

Berbicara tentang ikan Gurra Rufa mungkin banyak di antara para penghobies ikan hias yang sudah mengenal dan bahkan memeliharanya. Ya, ikan yang bertubuh mungil ini memang telah lama dikenal orang-orang di berbagai negara termasuk Indonesia bukan karena corak warna tubuhnya yang cantik tapi kemampuanya dalam menterapi kulit kaki agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Selain kemampuan terapi yang dapat membersihkan bakteri di kaki perlu diketahui juga bahwa ikan Gurra Rufa mampu hidup di perairan tawar yang bersuhu hangat. Untuk itu pada tulisan ini coba mengulik lebih dalam lagi tentang ikan Gurra Rufa agar para pembaca dapat semakin mengenalnya.

Ikan Gurra Rufa bukanlah ikan air tawar yang habitat hidupnya berada dari perairan kita melainkan habitat aslinya berasal dari negara Turki. Di habitat aslinya, ikan mungil ini pertama kali ditemukan di perairan air panas sekitaran Lembah Kangal di abad ke -19. Hanya saja, di tahun 1960-an orang-orang di dunia mulai membicarakannya dengan banyaknya spa perawatan kulit yang menggunakan ikan Gurra Rufa sebagai media pengobatannya. Kemampuan yang dimiliki oleh ikan mungil ini dapat merontokkan kulit mati ataupun bakteri yang menempel di sekitar kaki dan betis. Biasanya ikan Gurra Rufa akan mengerumuni kaki sambil mengisap kulit dengan memberikan efek sedikit gatal dan agak kesetrum.

File:Garra Rufa.JPG
Gambar I: Ikan Gurra Rufa

Ciri ikan Gurra Rufa memiliki ukuran tubuh yang cukup kecil dengan panjang hanya sekitar 9 cm saja. Bentuk tubuhnya sekilas ada persamaan dengan ikan Lele dengan bagian kepala yang pipih dan tubuh yang memanjang. Tubuhnya tampak berwarna abu-abu kehitaman yang menutupi hampir seluruh area badannya. Di bagian keseluruhan sirip dan ekornya terlihat berwarna kemerahan agak gelap. Sirip ikan Gurra Rufa yang ada di dekat insangnya berukuran sedang dan lebar. Di area bawah dekat perutnya terdapat dua sirip yang agak lebar dan berukuran kecil. Pada bagian atas tubuhnya terdapat sirip yang dapat ditegakkan dan berukuran agak lebar.

File:Garra rufa Pairi Daiza.JPG
Gambar II: Terapi membersihkan kaki dengan ikan Gurra Rufa

Begitu juga dengan sifat ikan asal Turki ini dikenal agak agresif terhadap sesama jenisnya dalam satu tempat. Selain itu, ikan Gurra Rufa juga biasa hidup dalam kelompok yang berjumlah cukup besar hingga mencapai puluhan ekor. Kondisi air yang menjadi tempat hidupnya umumnya bersuhu agak tinggi di atas 20 sampai 30 derajat celsius. Hanya saja, kawanan ikan mungil ini juga membutuhkan kadar oksigen yang tidak sedikit untuk menyesuaikan dengan kondisi air tempatnya tinggal. Untuk itu agar kebutuhan oksigennya terpenuhi biasanya dilengkapi dengan alat aerator yang di pasang di akuarium maupun kolam. Makanan yang dapat diberikan tergolong beragam mulai dari pakan hidup ataupun pakan olahan seperti cacing beku, cacing kering, dan pellet.

Biasanya orang-orang yang memelihara ikan Gurra Rufa dalam jumlah yang lumayan banyak sekitar 20 ekor. Lokasi yang menjadi tempat hidupnya umumnya adalah kolam kecil yang tidak terlalu dalam. Hal ini dikarenakan fungsinya yang sering dipakai untuk menterapi kaki agar merontokkan sel kulit mati dan merawat kaki tetap bersih. Akan tetapi, ada juga yang memelihara ikan Gurra Rufa dengan meletakkannya di akuarium yang berukuran sedang dan bagian atasnya ditutup rapat. Selain itu, harga tiap ekor ikan mungil ini dibandrol tidak terlalu mahal yakni hanya sekitaran 7 ribu saja. Karenanya bagi Anda yang tertarik dengan ikan Gurra Rufa tidak hanya bisa dijadikan sebagai media terapi untuk membersihkan kaki tapi juga dapat menjadi ikan hias yang menghuni akuarium di dalam rumah Anda. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://www.porink.com/bloggy/2011/07/21/garra-rufa-ikan-dokter-pembersih-kulit/#axzz4rXgb9gTD
2. http://tipsikan.blogspot.co.id/2016/06/cara-memelihara-ikan-garra-rufa.html

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Garra_Rufa.JPG
2. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Garra_rufa_Pairi_Daiza.JPG