Jumat, 17 November 2017

Mengenal Keunikan Kucing American Wirehair

Sudah terbit di: https://steemit.com/kucing/@puncakbukit/mengenal-keunikan-kucing-american-wirehair

Ketika ditanyakan tentang ras kucing American Wirehair mungkin tidak banyak dari para pembaca yang mengenalnya. Hal ini dirasa wajar sebab ras kucing hias asal Amerika ini memang tidak terlalu populer dibandingkan dengan jenis kucing hias yang sudah umum dipelihara orang-orang di berbagai negara termasuk Indonesia. Padahal kucing American Wirehair juga memiliki keunikan pada bulu-bulunya yang terasa agak keras dan berlekuk mirip pegas. Untuk itu pada tulisan ini coba mengulik lebih dalam lagi tentang kucing American Wirehair agar semakin dikenal luas oleh para penghobies.

Kucing American Wirehair termasuk salah satu ras kucing hias yang genetikanya terbentuk secara spontan dan hanya mengalami sekali perkawinan silang dengan kucing Amerika bulu pendek. Awal kemunculan kucing ini bermula dari seorang peternak kucing bernama Joan O’Shea yang mengadopsi seekor anak kucing dari pertanian kecil yang ada di Vernon sekitar tahun 1966. Anak kucing yang diadopsi tersebut memiliki bentuk bulu yang berantakan dan berwarna merah putih. Dalam perkembangannya, kucing tersebut coba diternakkan untuk menghasilkan anakan yang ciri bulunya serupa dengan indukannya. Selain itu, agar ciri bulu kucing American Wirehair semakin kuat dan berbeda dari kucing maka dikawinsilangkan dengan kucing Amerika berbulu pendek. Alhasil di tahun 1995, ras kucing ini didaftarkan secara resmi ke organisasi pencinta kucing dunia CFA.

File:American Wirehair - CFF cat show Heinola 2008-05-04 IMG 8721.JPG
Gambar: Ras Kucing American Wirehair

Bulu Dawai Amerika yang menjadi nama lain ras kucing asli Amerika ini tergolong kucing yang secara genetika jarang mengalami masalah terhadap kesehatannya. Hal ini diketahui dari potensi hidupnya yang tergolong cukup lama hingga mencapai 14 tahun. Selain itu, ciri bulu yang menjadi keunikan kucing American Wirehair memiliki tekstur yang padat dan tampak agak berlekuk hampir ikal. Ukuran bulunya pun tergolong cukup pendek tapi tidak sependek bulu ras kucing rex. Bentuk bulu yang padat, tebal, agak ikal, dan kasar milik kucing American Wirehair ini tidak dimiliki oleh jenis ras kucing hias lainnya. Hanya saja, untuk mengetahui bentuk dan tekstur bulunya memang tidak dapat dilihat dari kejauhan sebab tampak serupa dengan kucing berbulu pendek lainnya. Melainkan harus disentuh secara langsung agar diketahui perbedaan bentuk bulu dengan ras kucing lain.

Ciri lainnya dari kucing American Wirehair ini adalah ukuran badannya yang tergolong agak besar tapi tidak gemuk. Kepalanya tampak berukuran hampir bulat dengan mata yang terlihat cukup besar dan berbentuk agak oval. Telinganya juga memiliki ukuran yang agak lebar dengan bulu-bulu halus yang agak panjang di bagian dalamnya. Kumisnya yang berukuran cukup panjang terlihat berbentuk sedikit agak melekuk. Keempat kakinya berukuran sedang tampak berotot. Ekornya juga berukuran cukup panjang dengan dibalut bulu yang tebal dari pangkal sampai ujugnya. Warna bulunya pun tergolong cukup beragam mulai dari putih, hitam, dan kuning.

Walaupun wajah kucing American Wirehair terlihat agak sedikit garang bukan berarti sifatnya juga ikut tidak bersahabat. Akan tetapi sifat kucing ini dikenal perhatian dan sayang dengan pemiliknya. Selain itu, kucing ini pun cukup aktif, cerdas, dan senang mengikuti pemiliknya pergi. Selain itu, kucing Bulu Dawai Amerika ini juga mampu bersahabat atau beradaptasi dengan lingkungan baru dan tidak suka mengganggu hewan lain di sekitarnya. Perlu diketahui juga bahwa karakter kucing ini suka menjadi pusat perhatian dengan menunjukkan perilaku yang gesit dan mudah memancing keluarnya tawa pemiliknya.

Yup, demikianlah ulasan tentang kucing American Wirehair yang memiliki keunikan dari bentuk bulunya yang padat dan agak melekuk. Karenanya dengan membaca artikel ini sampai tuntas semoga dapat menambah wawasan kita tentang ras kucing hias dan membuat Anda tertarik untuk memelihara kucing American Wirehair. Untuk itu bila tertarik dengan ras kucing ini dapat mencarinya di cattery yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Kucing_bulu_dawai_amerika
2. http://kucingkita.com/ras-kucing/american-wirehair

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:American_Wirehair_-_CFF_cat_show_Heinola_2008-05-04_IMG_8721.JPG

Rabu, 01 November 2017

Mengenal Pakaian Adat Orang Thailand

Sudah terbit di: https://steemit.com/thailand/@puncakbukit/mengenal-pakaian-adat-orang-thailand

Sejak ratusan tahun yang silam hingga sekarang ini mungkin secara universal orang akan setuju jika berpakaian adalah untuk kesopanan. Di mana zaman Kakek Adam dan Nenek Hawa mulai tercipta, karena melanggar larangan Tuhan untuk memakan buah kebijakan, mereka menjadi sadar dan malu, maka sejak itulah berupaya untuk menutup bagian tubuh yang terlarang disadarinya membuat diri mereka menjadi malu, pertama kali dilakukan dengan selembar daun pisang.

Sebegitu jauh penelitian dilakukan, belum dapat dipastikan dan dimengerti apa sebenarnya tujuan orang untuk berpakaian secara pasti. Anthropolog dan psycholog menyatakan bahwa berpakaian mengandung arti yang sangat kompleks dan luas. Untuk anda bisa memahami pendapat kedua bidang keahlian ini, seharusnyalah anda mengesampingkan teori tentang “berpakaian“ yang banyak berkembang hingga pada zaman modern ini.

Thailand, Asia, Culture, Golden, Buddhist, Buddha, Gold
Gambar : salah satu pakaian adat warga Thailand untuk acara spesial dan erat kaitannya dengan adat–istiadat dan agama setempat untuk kelompok wanita usia remaja dan paruh baya

Penalaran paling umum dan cukup logis, orang berpakaian disebabkan karena mereka ingin mengatasi rasa dingin terhadap kondisi tubuh yang lemah dari pengaruh buruk cuaca yang kondisinya tak menentu. Ernes Crawley lebih jauh menjelaskan bahwa budaya berpakaian pertama kali ditemukan di daerah tropis namun belum ditemukan bukti pendukung yang kuat. Penduduk asli Tierra del Fuego merupakan salah satu contoh, meskipun kedinginan, di sana jarang ditemukan pakaian dengan alasan yang masuk akal. Mereka hanya akan berpakaian untuk melindungi diri dari masuk angin saja. Seperti halnya orang primitif lainnya yang melindungi diri dari ganasnya cuaca bukan dengan cara berpakaian tetapi mereka lebih suka masuk ke dalam gua dari batu yang dianggap sebagai rumah, hingga masa kinipun orang Eskimo senang melepas semua pakaiannya begitu mereka masuk ke dalam igloo (rumah adat mereka). Orang primitif juga enggan melindungi diri dari hujan dengan cara berpakaian yang layak.

Thailand merupakan salah satu negara kerajaan di Asia Tenggara yang mempunyai sebuah ibukota serba modern, alam pedesaan yang cantik, pesona pantai dan pasar–pasar terapung yang mempesona serta budaya yang unik. Baik dari segi adat-istiadat, kepercayaan, hingga gaya berpakaian, banyak mendapatkan pengaruh dari budaya barat, namun masyarakat Thailand yang tinggal di daerah pedesaan masih setia untuk mengenakan pakaian tradisional.

Pengaruh agama Budha sangat kuat, berhasil membawa perubahan besar terhadap gaya berbusana pria dan wanita Thailand. Hal ini bisa anda lihat dengan dikenakannya pakaian Panong khas warga Thailand di desa–desa yang terdiri dari sehelai kain motif batik yang dililitkan mulai dari bagian bawah badan lalu dimasukkan pada celah kaki seperti kain dhoti di India. Berbeda dengan gaya berbusana wanita, para pria di Thailand lebih suka mengenakan celana panjang dan kemeja kasual yang terbuat dari bahan kain katun atau pakaian dari sutera.

Thailand, seperti halnya negara–negara lain di Indonesia telah lama dihuni oleh berbagai suku dan bangsa, di mana masing-masing dari mereka memiliki tradisi sendiri, kebiasaan, keyakinan, dan, tentu saja, pakaian dengan latarbelakang gaya pribadi di mana masing–masing bisa dikelompokkan ke dalam grup bahasa, baik itu Thailand atau Mon, menggunakan dua jenis utama berupa pakaian meriah dan santai. Yang terakhir dikenakan dengan kombinasi yang tidak biasa dari bahan denim dan sutra halus, terlihat sangat ideal untuk iklim panas dikombinasikan dengan warna cerah dengan cara pengolahan berupa dijahit dengan mesin untuk menentukan pakaian tradisional khas Thailand yang ada sebagian kecil berupa dijarit tangan (disulam dan yang lainnya).

Bagian yang paling akrab dan populer terhadap pakaian tradisional Thailand adalah rok panjang seperti kemben dan sangat ketat (yang populer disebut pha dosa). Ini terdiri dari tiga bagian: bagian utama (atas, disebut hua sin), bagian tengah (perut, disebut tua dosa) dan bagian bawah (frill, disebut timah dosa). Masing–masing bagian terbuat dari bahan yang sama, namun lebih suka menggunakan dua atau tiga bagian yang berbeda dalam warna dan pola yang cerah dan bergaya muda. Bagian atas rok tradisional terbuat dari kapas yaitu kain yang cerah. Di perut tampak seperti barang belt ukuran luas dihiasi ornamen dan gambar menarik. Pada bagian bawah ditandai dengan pola yang kompleks dengan lukisan kemerahan. Untuk kelompok pria tidak terlalu sulit memilih untuk mengenakan pakaian tradisional mereka. Menurut catatan sejarah, ternyata pakaian tradisional untuk pria tidak serumit di tekstur, sebagai perempuan, dan pada umumnya mirip dengan busana yang berbau etnis dari negara lain.

Melewati Tradisi
Di masa lalu, warga Thailand tidak hanya mengenakan kostum nasional mereka, tetapi juga bangga terhadap kostum mereka yang terlihat unik tetapi fashionable. Sekarang, tradisi ini mulai secara bertahap memudar. Anda akan jarang bertemu warga Thailand yang lebih suka memilih untuk memakai busana modern kecuali pada setiap liburan nasional (Hari Ibu, Hari Ayah, atau Hari Pernikahan). Alih-alih memakai kemeja sutra, pria lebih suka mengenakan jas untuk bekerja dan anak-anak di sekolah.

Pada umumnya pakaian adat Thailand lebih banyak dikenakan untuk terlibat dalam tarian rakyat yang banyak diminati oleh turis asing, meskipun demikian, pakaian tradisional Thailand selalu diterima oleh masyarakat umum dari mancanegara.

Penulis: Kadek Nila Utami
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi gambar:
https://pixabay.com/en/thailand-asia-culture-golden-2630777/