Rabu, 26 April 2017

Japanese Bobtail, Ras Kucing Hias Asal Jepang yang Berekor Pendek

Ras kucing hias yang ada saat ini sudah mengalami pertambahan jumlah dan jenis seiring telah diakui keberadaannya oleh organisasi pencinta kucing dunia dan banyaknya yang menggemarinya. Masing-masing ras kucing tersebut mempunyai keunikan dan kekhasan yang berbeda antara satu dengan lainnya dan disesuaikan dari bentuk tubuh ataupun perilakunya. Selain itu, yang tercatat mempunyai ras kucing hias tidak hanya berasal dari Eropa dan Amerika tapi ada pula yang termasuk di negara-negara Asia. Untuk itu pada kali ini sengaja diulas tentang satu jenis kucing hias yang ada di asia tepatnya berada di Jepang. Adapun nama kucing tersebut adalah kucing Japanese Bobtail.

Kucing Japanese Bobtail dikenal sebagai kucing domestik asal Jepang dengan keunikan bentuk ekor yang berukuran pendek. Kemiripan ekor pendek ini juga ada pada kucing asal Inggris yang bernama Manx. Hanya saja bedanya ekor kucing Japanese Bobtail masih jauh lebih panjang dibanding kucing Manx yang hampir tidak berekor. Keberadaan kucing Japanese Bobtail oleh masyarakat Jepang sudah berlangsung hampir seribu tahun lamanya sejak awal nenek moyang kucing ini konon katanya berasal dari kawasan negara di Asia Tenggara. Selain itu, kucing ini pun mengandung mitos yang terdapat kemiripan rupa dengan patung kucing Maneki Neko. Patung kucing Maneki Neko yang biasanya ditaruh di rumah ataupun tempat-tempat berjualan dianggap sebagai pembawa keberuntungan dengan naiknya salah satu kaki depannya. Bila yang naik kaki depan sebelah kanan diyakini akan mendatangkan uang dan saat kaki yang diangkat sebelah kiri dipercaya mampu mendatangkan pembeli.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/56/JapaneseBobtailBlueEyedMi-ke.JPG
Gambar: Kucing Japanese Bobtail

Walaupun kucing Japanese Bobtail telah lama ada di Jepang bukan berarti sudah lama pula kucing yang satu ini dikenal sebagai ras kucing hias untuk dipelihara. Sebab orang-orang mulai ramai memelihara kucing Japanese Bobtail tepat saat perang dunia ke dua telah usai dengan mulai terpikirnya untuk memisahkannya menjadi ras kucing tersendiri. Terlihat pada tahun 1960-an, kucing Japanese Bobtail sudah dilakukan program pembiakan dengan tercatatnya sepasang kucing dari ras tersebut. Selanjutnya di tahun 1971, kucing asal negeri matahari terbit ini mendapatkan pengakuan dari organisasi pencinta kucing dunia yang bernama Cat Fanciers’ Association dengan memberi status sementara.

Ciri fisik kucing Japanese Bobtail seringnya ditemui mempunyai tiga warna yang menyelimuti tubuhnya. Akan tetapi warna yang mendominasi tubuhnya adalah putih dengan diikuti dua warna lainnya seperti hitam dan kuning agak kecokelatan. Ukuran badannya tergolong sedang dan berotot serta mempunyai ekor yang pendek. Panjang ekornya biasanya maksimal sekitar 10 cm dan terkadang bentuknya mampu membuat pola melingkar ataupun membengkok. Telinganya berukuran agak lebar yang diikuti dengan bentuk mata yang tampak oval atau tidak bulat sepenuhnya. Kucing Japanese Bobtail mempunyai tulang pipi agak menonjol yang membuat wajahnya tampak sedikit kaku.

Adapun karakteristik sifatnya dikenal sebagai kucing yang aktif dan mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Dengan keaktifannya ini membuat kucing Japanese Bobtail terkenal senang bermain, mandiri, dan sering berada dekat pemiliknya. Untuk itu saat merawatnya dapat sesering mungkin memberikannya perhatian berupa mengelus kepala ataupun menyisir bulu-bulunya. Harga kucing Japanese Bobtail tergolong agak mahal berkisar diangka 7 jutaan yang disesuaikan dari umur, jenis kelamin, fisik, dan kelengkapan sertifikatnya. Selain itu saat hendak membelinya perhatikan pula bahwa kucing lucu ini sudah mendapatkan vaksin agar tidak mudah terjangkit dan terserang penyakit.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Japanese_Bobtail
2. http://www.kucingkita.com/ras-kucing/japanese-bobtail

Sumber Gambar:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:JapaneseBobtailBlueEyedMi-ke.JPG

Selasa, 25 April 2017

Mengenal Lebih Dekat Kucing Abyssinian

Berbicara tentang ras kucing hias tentunya tidak hanya selalu terkait dengan kucing yang berasal dari Eropa dan Amerika saja. Sebab terdapat jenis ras kucing hias lainnya yang berasal dari negara-negara di Asia tapi jarang dikenal luas oleh para pencinta kucing hias. Untuk itu pada artikel ini sengaja diulas tentang salah satu ras kucing hias yang terdapat di Asia yang dianggap sebagai salah satu jenis kucing tertua di dunia dan mempunyai sejarah cukup panjang dengan kerajaan di Mesir kuno. Adapun nama kucing tersebut adalah kucing Abyssinian.

Kucing Abyssinian dikatakan sebagai salah satu ras kucing tertua di dunia yang dinilai terdapat kemiripan rupa dengan lukisan di dinding dan patung yang ada di kerajaan Mesir kuno. Selain itu, jasad kucing mirip Abyssinian yang dimumifikasi terdapat di makam-makan orang Mesir kuno. Karenanya, ras kucing Abyssinian dilarang untuk diperjualbelikan oleh bangsa Mesir dan bahkan dalam rangka bentuk penghormatannya sengaja dibangun kuil yang diperuntuhkan bagi kucing ini.

Walaupun rupa kucing Abyssinian terdapat kemiripan dengan lukisan dan patung yang ada di Mesir bukan berarti asalnya dari negara tersebut. Sebab terdapat bukti lainnya tentang asal kucing Abyssinian yang dikatakan pernah dibeli pedagang kucing dari India. Sehingga terdapat perdebatan terkait dengan kebenaran pastinya tentang asal kucing yang melegenda ini. Akan tetapi kucing Abyssinian mengalami perbaikan genetika untuk dijadikan kucing ras terjadi di Inggris. Selain itu pula pada tahun 1870-an, ras kucing ini telah mengikuti kontes kucing hias di Inggris yang membuatnya juga semakin dikenal luas oleh masyarakat sebagai kucing hias.


Gambar I: Kucing Abyssinian yang masih kecil

Adapun ciri fisk kucing Abyssinian terbilang berbeda dari kucing hias asal Eropa dan Amerika. Terlihat dari tubuhnya yang tidak terlalu gemuk dan ukuran tubuhnya cukup panjang. Warna bulunya yang berukuran pendek adalah cokelat kemerahan yang menutupi hampir semua bagian tubuhnya. Bentuk telinganya tampak seperti segitiga dengan ukuran yang agak besar dan meruncing ke atas. Begitu pula dengan kepalanya sedikit mengarah ke bentuk segitiga karena moncong atau mulut runcing ke arah bawah. Kucing ini pun mempunyai ekor yang cukup panjang dan pada bagian ujungnya terlihat warna kehitaman yang bercampur dengan warna cokelat kemerahan. Kakinya tampak tegap dan besar yang menimbulkan kesan penampilannya menjadi terlihat kekar.


Gambar II: Kucing Abyssinian Dewasa

Terkait dengan karakteristikannya dikatakan bahwa kucing Abyssinian tergolong hewan yang manja dan dekat dengan pemiliknya. Selain juga kucing ini pun memiliki sifat pendiam, cerdas, dan tinggi akan keingintahuan dari aktivitas yang dilakukan pemiliknya di rumah. Begitu manja dan dekatnya kepada pemilik tampak dari suara yang dikeluarkan terdengar cukup lembut dan pelan. Untuk itu dengan perilaku yang bersahabat dengan pemeliharanya membuat siapapun yang memelihara kucing Abyssinian dijamin tidak akan mudah bosan dan terhibur dengan tingkah lucunya.

Sedangkan harga yang ditawarkan terhadap kucing Abyssinian tergolong agak mahal yang sekitar di atas 10 jutaan. Mahalnya harga kucing Abyssinian tentunya dipengaruhi oleh bentuk fisik, tingkat usia, jenis kelamin, dan kelengkapan sertifikatnya. Sedari itu, sewaktu hendak membelinya mesti pula dipastikan kesehatannya dengan telah mendapatkan vaksinasi agar kucing tidak mudah terserang penyakit. Sehingga kucing Abyssinian yang Anda pelihara telah dipastikan kesehatan dan keasliannya agar terhindar dari penipuan. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. https://id.wikipedia.org/wiki/Abyssinian_(kucing)
2. http://www.kucingkita.com/ras-kucing/abyssinian

Sumber Gambar:
1. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Abyssinian_cat_02.jpg
2. https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Gustav_chocolate.jpg