Jumat, 18 Agustus 2017

Mengenal Bunga Padma Raksasa

Bila ditanyakan tentang bunga Padma Raksasa mungkin hanya segelintir dari para pembaca sekalian yang tahu. Tapi bila nama bunganya diganti dengan bunga Rafflesia Arnoldi pastinya hampir semua pembaca sudah mengenalnya. Ya, dalam bahasa Indonesia nama bunga Rafflesia Arnoldi juga dikenal dengan nama bunga Padma Raksasa yang memiliki kelopak bunga berwarna merah terbesar di dunia. Hanya saja, masyarakat sudah lebih akrab dengan nama bunga Rafflesia Arnoldi dibandingkan Padma Raksasa. Untuk itu pada artikel ini coba mengenalkan lebih dalam lagi tentang bunga Padma Raksasa agar semakin dikenal luas sebagai bunga yang keberadaannya hanya ada di Indonesia.

Bunga Padma Raksasa yang bernama nama latin Rafflesia Arnoldii merupakan jenis bunga parasit yang tidak memiliki daun, batang, dan akar. Sebagai bunga parasit yang tidak bisa melakukan fotosintesi untuk mendapatkan makanan maka biasanya Padma Raksasa menggantungkan nutrisi yang dibutuhkan dari pohon inang yang ada di dekatnya. Pohon inang ini seringnya sudah berusia cukup tua dan memiliki akar menjalar yang berukuran lumayan besar. Karenanya, bunga Padma Raksasa yang tumbuh kadang di sekitarnya terdapat pepohonan besar dengan akar yang menjalar.


Gambar: Bunga Padma Raksasa atau dikenal dengan nama Rafflesia Arnoldi

Adapun ciri-ciri bunga Padma Raksasa memiliki kelopak bunga yang cukup besar dengan diameter mencapai 1 meter dan berjumlah sebanyak 5 kelopak. Di tengah kelopak bunga yang sudah mekar terdapat kumpulan benang sari atau putik yang menjadi alat kelaminnya untuk berkembangbiak nantinya. Wadah yang terdapat benang sari atau putik tersebut terlihat seperti gentong dengan bagian atas terbuka lebar. Warna bunga Padma Raksasa didominasi warna merah tua yang menutupi hampir seluruh bunga. Di bagian kelopak bunga dan tengahnya juga terdapat bintik-bintik berwarna putih terang. Selain itu, bunga Padma Raksasa ini pun menghasilkan aroma yang tidak sedap hingga banyak yang menyebutnya sebagai bunga bangkai.

Pada masa proses pembiakan biasanya bunga Padma Raksasa memanfaatkan lalat untuk membawa benang sari atau putiknya dengan dipancing memakai aroma bunga yang menyengat. Waktu yang dibutuhkan bunga dengan kelopak terbesar di dunia ini untuk tumbuh sampai mekar dapat mencapai enam atau tujuh bulan. Setelah itu, bunga Rafflesia Arnoldi akan mekar sampai dengan enam atau tujuh hari dan perlahan akan layu serta mati. Untuk itu, bila bunga ini sudah hendak mekar biasanya sudah ditunggu-tunggu oleh wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Karena memang sangat sulit diprediksi area tempatnya tumbuh dalam suatu wilayah hutan dan belum diketahui juga cara untuk membudidayakannya.

Awal diketemukannya bunga Padma Raksasa terjadi ditahun 1818 yang berada di hutan tropis yang ada di daerah Bengkulu. Pada saat itu orang yang menemukan bunga beraroma menyengat ini berjumlah dua orang dengan nama Dr. Joseph Arnold dan Thomas Stamford Rafless. Untuk itu penamaan latin bunga Padma Raksasa diambil dari penggabungan dua nama penemunya menjadi Rafflesia Arnoldii. Selain itu, keberadaan bunga Padma Raksasa hanya ada di hutan Bengkulu dan beberapa daerah lainnya di Sumatera. Karenanya, bunga ini pun dikenal sebagai tanaman endemik dan juga rentan terancam punah.

Tempat-tempat yang pernah atau sering ditumbuhi oleh bunga Padma Raksasa umumnya berada di hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Pusat Pelatihan Gajah Seblat, Padang Guci Kabupaten Kaur, dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Selain dikenal mempunyai tampilan yang menarik dan banyak ditunggu orang saat mekar bukan berarti bunga Padma Raksasa hidup tanpa mitos. Mitos yang dikandung bunga ini tergolong agak menyeramkan dan membuat sebagian masyarakat yang tinggal di sekitar hutan Bengkulu sering pergi menjauh saat tak sengaja menemukannya di hutan. Masyarakat meyakini bahwa bunga Padma Raksasa menjadi tempat bersemayamnya hantu atau setan. Untuk itu nama yang disematkan kepada bunga Padma Raksasa pun cukup beragam mulai dari bunga Bokor Setan, Ibeun Sekedai, Cawan Hantu, bunga Monyet.

Begitu terbatasnya tempat persebaran bunga Padma Raksasa atau dikenal dengan nama Rafflesia Arnoldi tentu membuat kita harus sadar untuk menjaga hutan sebagai tempat habitatnya. Sebab bila hutan yang ada di Sumatera terutama di Bengkulu terus mengalami kerusakan dapat pula membunuh jenis bunga Padma Raksasa yang jumlahnya pun sangat terbatas. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://regional.liputan6.com/read/2433883/mitos-mengerikan-di-balik-keindahan-rafflesia-arnoldii
2. http://dosenbiologi.com/tumbuhan/ciri-ciri-bunga-rafflesia

Sumber Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/d/dd/09_rafflesia.png

Kamis, 17 Agustus 2017

Mengenal Ikan Neon Tetra Sebagai Ikan Hias yang Populer

Jenis ikan Tetra memang dikenal sebagai ikan bertubuh kecil yang cukup banyak digemari orang-orang dari berbagai negara termasuk Indonesia. Ikan kecil yang berasal dari perairan sungai Amazon ini memiliki warna tubuh yang indah dengan terdiri dari dua sampai tiga warna di tiap jenisnya. Selain itu, jenis ikan Tetra yang dipelihara orang-orang sudah mencapai lebih dari 10 jenis yang kesemuanya mempunyai tampilan menarik. Dan salah satunya adalah ikan Neon Tetra.

Ikan Neon Tetra tergolong sebagai ikan air tawar yang hidup di beberapa negara di kawasan Amerika Latin seperti Brazil, Kolombia, dan Peru. Di habitat aslinya ikan mungil ini biasanya menghuni perairan tawar dengan suhu sedang sekitar 20 sampai 26 derajat celcius. Selain itu, ikan Neon Tetra tipikal pemalu dan suka bergerak secara bergerombol dalam jumlah besar. Tujuannya tak lain untuk saling melindungi dari serangan predator yang banyak terdapat di habitat aslinya. Selain itu, memudahkan ikan Neon Tetra dalam mencari berbagai jenis makanan yang ada di sungai.


Gambar I: Ikan Neon Tetra dari dekat

Ciri ikan Neon Tetra yang paling bisa dikenali adalah ukuran fisiknya yang cukup kecil hanya sekitar 3 cm saja. Tampilan fisiknya tergolong sederhana dibandingkan dengan ikan hias yang bertubuh kecil lainnya. Ikan Neon Tetra memiliki bentuk tubuh yang memanjang dengan sirip kecil di bagian atas dan bawah tubuhnya. Bentuk sirip ikan ini tampak meruncing di bagian ujungnya dan tidak terlalu lebar pada bagian atas tubuhnya. Sedangkan sirip di posisi bawah tubuhnya sedikit agak lebar hingga hampir mencapai pangkal ekornya. Warna ikan Neon Tetra tampak terang dan cerah yang terdiri dari tiga jenis warna. Ketiga warna tersebut adalah putih, biru laut, dan merah. Warna merah ada di bagian pertengahan bawah tubuhnya mulai dari perut sampai dengan ekornya. Warna putih tampak di hampir seluruh tubuhnya mulai dari kepala, perut, dan ekor. Lalu warna biru laut berbentuk garis luruh secara horizontal mulai dari atas mata sampai ke pangkal ekor bagian atas.

Warna terang yang menutupi tubuh ikan Neon Tetra akan semakin cantik terlihat saat berenang bersamaan dalam jumlah besar dan terkena pantulan cahaya lampu di akuarium. Untuk itu perlu memasangi akuarium yang ditinggali oleh ikan Neon Tetra dengan lampu yang berwarna agak sedikit gelap dan disorotkan langsung ke dalam airnya. Bila hendak memelihara ikan Neon Tetra sangat disarankan dalam jumlah besar yang minimalnya sekitar 10 ekor. Hal ini dimaksudkan supaya ikan mungil ini nyaman berada di akuarium bersama dengan kawanannya yang sejenis.

https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Paracheirodon_innesi_group.jpg
Gambar II: Ikan Neon Tetra yang dipelihara dalam jumlah besar

Ikan yang bernama latin Paracheirodon innesi ini adalah tipikal ikan yang tidak suka mengganggu ikan lainnya. Untuk itu ada baiknya agar jangan menyatukannya dengan ikan jenis lain yang agresif dan suka memangsa ikan lain yang ukurannya lebih kecil darinya. Selain itu, akuarium yang dijadikan habitat hidup buatan bagi ikan Neon Tetra tidak hanya dilengkapi dengan aerator, penyaring air, pipa airline, dan termometer saja. Tapi perlu juga mendekorasi ruangan akuarium dengan menambahkan tumbuhan hidup, rumah-rumahan, dan batu kerikil. Tujuannya agar ikan Neon Tetra merasa nyaman dan tidak mudah depresi saat berada di akuarium.

Adapun harga yang dibandrol untuk tiap ekor ikan Neon Tetra tidaklah mahal hanya sekitar 1000 sampai 1500 pada tiap ekornya. Yang penting untuk disimak dalam memelihara ikan Neon Tetra adalah menjaga kualitas airnya agar tetap bersih dengan menyediakan alat penyaring dan rutin menggantinya setidaknya dua minggu sekali. Sebab ikan Neon Tetra termasuk jenis ikan yang mudah stres saat berada di air yang kurang bersih. Okey.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber Tulisan:
1. http://ikan-tetra.blogspot.co.id/p/neon-tetra.html
2. http://www.aquascapeindo.com/5-jenis-ikan-tetra-paling-populer.html
3. http://infosiana.net/ikan-neon-tetra-termahal/

Sumber Gambar:
1. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/7/7a/Paracheirodon_innesi_%28aka%29.jpg
2. https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/c/c0/Paracheirodon_innesi_group.jpg