Rabu, 24 Agustus 2016

Tips Menghadapi Wawancara Kerja

Untuk mendapatkan pekerjaan, wawancara kerja menjadi tahapan yang mesti dilewati pelamar kerja. Setelah berhasil melewati tahapan ini, biasanya pelamar kerja dinyatakan diterima kerja. Lalu, bagaimana sebaiknya menghadapi wawancara kerja terlebih bagi para fresh graduated? Berikut tips-tips menghadapi wawancara kerja.


Gambar 1. Wawancara Kerja

  • Munculkan Kesan Pertama yang Baik
    Dalam ilmu komunikasi, kesan pertama sangat penting saat bertemu dengan orang yang baru dikenal. Sebabnya, kesan pertama cenderung menjadi landasan dalam menilai kepribadian dan integritas. Terkait wawancara kerja, munculkan kesan pertama yang baik. Misalnya, dengan tersenyum ramah dihadapan para pewawancara. Ataupun, berjalan dengan gestur tubuh yang sopan. Dengan menanamkan kesan pertama yang baik, maka memperbesar peluang berhasil melewati wawancara kerja.

  • Jawablah Pertanyaan Wawancara dengan Gaya Bahasa Lugas
    Saat menjawab pertanyaan wawancara, jawablah dengan gaya bahasa lugas. Secara mendasar, gaya bahasa lugas yaitu gaya bahasa yang tak berbelit-belit dan ‘to the point’. Nah, dengan menjawab pertanyaan wawancara secara lugas, memudahkan pewawancara mencerna jawaban sehingga memperbesar peluang lulus wawancara kerja.

  • Perluas Pengetahuan Seluk Beluk Perusahaan yang Kita Lamar
    Pelamar kerja pada umumnya kurang menyadari pentingnya pengetahuan tentang perusahaan. Begitu pun dengan sebagian besar fresh graduated yang melamar kerja, Padahal, pengetahuan ini sangat penting saat wawancara kerja. Menurut suatu penelitian, salah satu hal yang memengaruhi keberhasilan melewati wawancara kerja yaitu pengetahuan pelamar kerja mengenai seluk beluk perusahaan. Nah, untuk memperluas pengetahuan mengenai seluk perusahaan, kita dapat googling ataupun mencari artikel-artikel terkait perusahaan

  • Berusaha Menuturkan Ragam Bahasa yang Lebih Formal
    Dalam keseharian, kita memang terbiasa menuturkan ragam bahasa casual (sehari-hari). Contoh bahasa casual yang biasa kita tuturkan yaitu mengucapkan kata kerja berakhiran -in. Nah, saat wawancara kerja, sebaiknya menuturkan ragam bahasa yang lebih formal. Sebabnya, bila menuturkan ragam bahasa casual, secara psikologis cenderung memunculkan kesan ‘main-main’ dan kurang serius. Agar memudahkan menuturkan ragam bahasa formal, ada baiknya berlatih terlebih dahulu beberapa hari sebelum hari ‘h’ wawancara kerja.

  • Perhatikan Gaya Berpakaian Sedetail Mungkin
    Apakah gaya berpakaian saat wawancara pun menjadi faktor yang menentukan keberhasilan melewati wawancara kerja? Jawabannya, iya. Menurut suatu penelitian, bila terdapat banyak pelamar kerja yang menjawab pertanyaan wawancara dengan baik, gaya berpakaian menjadi aspek yang dipertimbangkan untuk memilih karyawan yang diterima kerja. Ataupun, untuk tahapan seleksi selanjutnya.

    Nah, berdasarkan penelitian tersebut, ada baiknya memperhatikan gaya berpakaian sedetail mungkin. Misalnya, memperhatikan ukuran pakaian kemeja. Bila terlihat kurang begitu ‘pas’ dengan tubuh kita, sebaiknya ganti dengan yang lebih pas. Contoh lainnya, perhatikan warna-warna yang tampak pada pakaian kita. Misalnya, bila warna dasi kurang ‘matching’ dengan warna kemeja, sebaiknya ganti dengan warna yang ‘matching’.

  • Bagi Wanita, Kenakan Pakaian Formal yang Feminim
    Bagi wanita, sangat disarankan mengenakan pakaian formal yang feminin agar berhasil melewati wawancara kerja. Lalu, mengapa? Menurut penelitian Karen Pine, seorang pakar psikologi fashion yang telah menggeluti fashion selama bertahun-tahun, peluang diterima kerja wanita yang berpakaian dengan feminim lebih besar daripada wanita yang berpakaian kurang feminim.

  • Jawablah Pertanyaan Wawancara dengan Gaya Bahasa Lugas
    Saat menjawab pertanyaan wawancara, jawablah dengan gaya bahasa lugas. Secara mendasar, gaya bahasa lugas yaitu gaya bahasa yang tak berbelit-belit dan ‘to the point’. Nah, dengan menjawab pertanyaan wawancara secara lugas, memudahkan pewawancara mencerna jawaban sehingga memperbesar peluang lulus wawancara kerja.

Demikian, tips-tips menghadapi wawancara kerja. Agar memperbesar peluang diterima kerja, tak ada salahnya menerapkan tips-tips tersebut. Semoga berhasil…

Oleh: Rahadian

Sumber gambar:
1. https://img.okezone.com/content/2016/01/28/65/1299011/tips-menjawab-pertanyaan-wawancara-kerja-IMt0kv6INi.jpg

Selasa, 16 Agustus 2016

Tips Berpresentasi Secara Profesional

Baik di lingkungan kerja ataupun di lingkungan kampus, salah satu hal yang biasa dilakukan yaitu berpresentasi. Secara mendasar, berpresentasi yaitu menyampaikan suatu materi di hadapan audiensi. Nah, bila kita diberi tugas untuk melakukannya, bagaimana teknik berpresentasi secara profesional? Agar kita dapat berpresentasi secara profesional, terlebih bagi yang belum terbiasa melakukannya, berikut beberapa tips yang dapat kita terapkan.


Gambar 1. Saat Menyampaikan presentasi

Sebelum Presentasi Dimulai, Tampilkan Slide yang Berisi Gambar Menarik Terkait Materi yang Akan Kita Sampaikan

Dengan menampilkan gambar tersebut pada slide sebelum presentasi dimulai, secara psikologi akan lebih merangsang dan menarik minat audiensi untuk menyimak materi. Ambil contoh, kita akan menyampaikan materi tentang motivasi. Kita dapat menampilkan slide yang berisi gambar perjuangan seorang tukang bubur yang berhasil menunaikan ibadah haji. Contoh lainnya, bila kita menyampaikan materi mengenai bahaya rokok, kita dapat memilih gambar kuburan yang ditempati oleh orang-orang yang merokok.

Sebaiknya Tak Menampilkan Gambar Menarik di Slide yang Berisi Materi Penting

Memasang gambar pada slide memang menjadikan slide terlihat lebih menarik Akan tetapi, bila menampilkan gambar menarik di slide-slide penting, cenderung menjadikan audiensi lebih fokus menyimak gambar tersebut daripada pemaparan kita. Dengan demikian, ada baiknya tak menampikan gambar menarik di slide-slide penting.

Gunakan Animasi Untuk Menampilkan Point-Point Materi

Pada piranti slide processing (pengolah slide), termasuk Power Point, biasanya terdapat fitur animasi untuk menampilkan point-point materi. Pada piranti Power Point, beberapa contoh animasi tersebut diantaranya fly in, float in, split, dan wipe. Lalu, mengapa kita sebaiknya menggunakannya saat berpresentasi? Dengan menggunakan animasi untuk menampilkan point-point materi, menjadikan materi terasa lebih ringan bagi audiens. Dan juga, menjadikan presentasi lebih menarik dan lebih mudah diikuti.

Usahakan Tak Terlalu Banyak Pengulangan Kata dalam Waktu yang Relatif Sebentar

Saat berpresentasi, kita mesti cerdas mengolah kata agar tak terlalu banyak pengulangan kata dalam waktu yang relatif sebentar. Sebabnya, audiensi cenderung lebih cepat jenuh menyimak materi bila terlalu sering mendengarkan kata yang sama dalam waktu yang relatif sebentar. Contoh pengulangan tersebut yaitu terlalu sering mengatakan kata Anda dalam waktu satu menit. Nah, agar kita cerdas mengolah kata saat berpresentasi, ada baiknya kita berlatih berpresentasi terlebih dahulu. Akan lebih baik lagi, bila berlatih beberapa hari sebelum hari ‘h’ berpresentasi.

Sangat Disarankan Tak Menampilkan Chart yang Terlihat Terlalu Kompleks

Berpresentasi tak terlepas dari ditampilkannya chart atau diagram terkait materi yang kita sampaikan, Nah, saat kita membuat chart, sangat disarankan membuat chart yang sesederhana mungkin. Sebabnya, bila chart terlihat terlalu kompleks, audiensi akan lebih terfokus mencernanya daripada memperhatikan pemaparan kita. Contoh chart yang cenderung terlihat kompleks yaitu chart yang terdiri dari banyak warna. Ataupun, chart yang terlalu dominan diisi angka-angka ‘keriting’,

Menjaga Kontak Mata dengan Audiensi

Mengapa sangat penting menjaga kontak mata dengan audiensi saat berpresentasi? Menurut suatu penelitian, melakukan kontak mata akan menumbuhkan rasa kepercayaan. Terkait presentasi, bila kita menjaga kontak mata dengan audiensi, audiensi akan lebih yakin terhadap materi yang kita sampaikan. Lalu, bagaimana kontak mata yang baik saat berpresentasi? Saat menyampaikan materi, kita sebaiknya tak terlalu sering melihat slide. Kita mesti menatap audiensi juga agar kontak mata dengan audiensi lebih terjaga.

Demikian, tips-tips berpresentasi secara profesional. Tips ini dapat diterapkan oleh siapapun yang ingin melakukan presentasi secara lebih profesional.

Oleh: Rahadian

Referensi Materi:
Munter, Mary. 1999. Guide to Managerial Communication(5th Edition). London: Prentice Hall
Sumber Gambar:
http://d27bf9iy63vb4h.cloudfront.net/wp-content/uploads/2015/01/google-presentation.jpg