Jumat, 24 Februari 2017

Mengulik Keunikan Ayam Phoenix

Kegemaran orang-orang dalam memelihara hewan di masa sekarang ini tidak hanya terfokus pada kucing ataupun anjing saja. Melainkan hewan seperti ayam pun telah banyak dibudidayakan untuk dijadikan hewan peliharaan yang tak kalah menarik bila dibandingkan dengan kucing. Apalagi jenis ayam hias yang berkembang sampai dengan sekarang ada beraneka ragam dan masing-masing dari jenisnya punya keunikan sendiri sebagai daya tariknya untuk memikat orang agar bersedia memelihara. Salah satu jenis ayam hias yang dibicarakan pada artikel ini karena memiliki keunikan dari bentuk ekornya yang lumayan panjang. Adapun nama ayam hias tersebut adalah Ayam Phoenix.

Ayam Phoenix merupakan ayam hias yang ekornya berukuran cukup panjang bila dibandingkan dengan jenis ayam lainnya. Panjang ekor ayam Phoenix maksimalnya dapat mencapai 3 meter dan itu tergantung dari perawatan yang dilakukan pemiliknya untuk memperoleh kualitas ekor yang baik. Panjangnya ekor ayam Phoenix tak terlepas dari sejarah asal-muasal ayam ini yang dikatakan bersaudara erat dengan ayam Onagadori dari Jepang yang juga mempunyai ekor jauh lebih panjang dibanding ayam Phoenix. Walaupun antara ayam Phoenix dan ayam Onagadori mempunyai silsilah kekerabatan akan tetapi keberadaan awal ayam Phoenix bukanlah dari Jepang melainkan Eropa dan Amerika.


Gambar: Ayam Phoenix dengan ekor yang panjang

Pada sejarahnya, ayam Phoenix sudah dikembangbiakan di Jerman tepatnya tahun 1900-an dengan mengambil indukkan dari ayam Onagadori. Setelahnya, di tahun 1920-an, ayam Phoenix yang berhasil dikembangkan di Jerman coba dikirim ke Amerika yang juga membudidayakannya untuk mendapatkan kualitas ayam Phoenix yang berbeda dari sebelumnya. Adapun ciri-ciri umum yang terdapat pada ayam Phoenix utamanya terlihat dari ekornya yang tumbuh memanjang. Selain itu warna tubuhnya diselimuti dengan berbagai warna seperti warna putih krim di bagian kepala sampai ke dadanya, warna cokelat kekuningan di bagian punggung dan sayapnya, dan ekornya berwarna didominasi warna hitam dengan ada paduan warna putih juga. Pada ayam jantannya terdapat bulu halus yang menjuntai panjang dekat pangkal ekornya. Ukuran badan ayam Phoenix terbilang agak besar atau mirip dengan ayam jago kampung khas Indonesia.

Saat memelihara ayam Phoenix perlu diperhatikan mengenai jenis pakan yang dapat dimakannya. Biasanya ayam Phoenix memakan jagung halus, pakan pabrikan, ketan hitam, dan beras merah. Akan tetapi juga bisa ditambahkan makan seperti kroto ataupun jangkrik untuk menjaga kesehatan fisiknya. Selain itu pula, air minumnya terlebih dahulu harus dimasak untuk membunuh kuman atau bakteri yang menempel sewaktu masih mentah. Bentuk kandang yang lazimnya bagi ayam Phoenix berukuran dua kali atau bahkan tiga kali lebih besar dari tubuhnya. Tujuannya agar jangan sampai ekornya yang panjangnya sampai menyentuh tanah rusak tersangkut di jeruji sangkar ataupun terpijak kakinya.

Di pasaran harga untuk sepasang ayam Phoenix terbilang lumayan mahal yang bisa mencapai 2 jutaan. Mahalnya harga tersebut dikarenakan masih sedikitnya orang-orang yang bersedia mengembangbiakan ayam ini di tanah air. Didukung pula cantiknya bentuk fisik dengan tampilan ekor tumbuh memanjang sehingga terlihat anggun. Jadi agaknya, harga semahal itu memang tepat diberikan kepada ayam Phoenix.

Oleh: Ridsal Kishimoto
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi Tulisan:
  1. http://www.jualayamhias.com/cara-merawat-ayam-phoniex/
  2. http://www.ayamhiasnusantara.com/ayam-hias-phoenix/
Referensi Gambar:
http://cdn.backyardchickens.com/b/bf/600x318px-bfb6c2fc_Sugawara_CFPBASS2012.jpeg

Kamis, 23 Februari 2017

American Ringtail, Kucing Berekor Cincin dari Amerika

Berbicara mengenai ras kucing dari Eropa dan Amerika tentu tiada habisnya. Sebab masing-masing dari ras kucing hias selalu mempunyai keunikannya untuk ditonjolkan dan menjadi daya tarik kepada para pencinta kucing hias. Salah satu ras kucing hias yang cukup populer belakangan dan menyita perhatian memiliki keunikan tersendiri dari kebanyakan kucing hias. Keunikannya itu tampak pada bagian ekornya yang melengkung ke atas hampir membentuk lingkaran cincin. Kucing hias tersebut asalnya dari Amerika dan bernama American Ringtail.

Mungkin sebagian dari pembaca banyak yang belum begitu akrab dengan kucing hias asal Amerika yang bernama kucing American Ringtail. Ya, kucing American Ringtail ini baru mendapatkan pengakuan dari The International Cat Association (TICA) di tahun 2005 lalu dengan memperoleh status “hanya pendaftaran”. Hal ini mengingat awal pengembangbiakan kucing American Ringtail baru berlangsung di tahun 1998 dengan bermula diketemukan seekor anak kucing secara tidak sengaja yang bentuk ekornya melengkung sampai menyentuh bagian punggungnya di California, Amerika Serikat. Setahun kemudian, baru kucing ini dikembangbiakan melalui perkawinan dengan kucing beda jenis untuk melihat apakah anak yang dihasilkan mirip seperti kucing berekor melengkung itu. Hasilnya, ternyata tidak semua anak kucing yang lahir mempunyai bentuk ekor yang mirip dengan indukannya. Akhirnya di tahun 2000-an, setelah dilakukan pengembangbiakan kembali barulah diperoleh anakan yang mirip dengan indukkan awal yang ditemukan tahun 1998 silam.


Gambar I: Anakan Kucing American Ringtail

Berbicara tentang ciri-cirinya sebagaimana telah dibahas sekilas pada paragraf awal bahwa kucing American Ringtail mempunyai ekor panjang yang melengkung ke bagian punggungnya. Ukuran badan kucing ini tergolong sedang dengan berat badannya antara 5 sampai 7 kg. Sedangkan bulunya berukuran sedang dan pendek tergatung dari jenis indukan yang dikawinkan. Begitu pula dengan tampilan warna bulunya pun ada berbagai macam jenisnya. Kucing American Ringtail mempunyai tubuh yang kekar dengan bentuk badannya yang lumayan besar atau gemuk. Sehingga dari tampilannya itu membuat kucing American Ringtail terlihat gagah dan anggun saat berjalan ataupun berdiri.


Gambar II: Kucing American Ringtail Dewasa

Sedangkan sifat atau karakter kucing American Ringtail dikenal sebagai hewan peliharaan yang ramah dan aktif. Apalagi misalnya mengajak kucing ini pergi ke taman yang ada di sekitar rumah untuk bermain maka ia pun akan aktif memanjat pepohonan dan bermain sesuatu yang ada di taman. Sebab kucing American Ringtail juga memiliki sifat yang ingin tahu dengan yang ada di sekitarnya. Selain itu pun kucing ini mampu hidup berbarengan dengan hewan lainnya misalnya anjing. Dan bahkan bila si pemilik sudah cukup akrab dengan kucing American Ringtail peliharaannya maka akan terjalin ikatan erat di mana sang kucing akan menurut dan mengikuti perintah pemiliknya.

Di negara asalnya yakni Amerika Serikat sudah banyak orang-orang yang menjadikan hewan lucu ini sebagai peliharaan di rumah. Akan tetapi tidak diketahui secara pasti mengenai keberadaan kucing American Ringtail ini di cattery yang ada di Indonesia. Kalaupun ada yang menjual kucing American Ringtail perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa kucing ini telah mendapatkan vaksin dan kelengkapan surat-suratnya termasuk sertifikat.

Oleh: Ridsal Kishimoto
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi Tulisan:
1. http://pet-lovers.id/mengenal-kucing-american-ringtail/
2. http://kucinggue.blogspot.co.id/2012/12/mengenal-kucing-american-ringtail.html
3. https://id.wikipedia.org/wiki/American_Ringtail

Referensi Gambar:
1. http://cdn.petstarter.com/2013-09-Solomons_Promise_5_weeks_300_DPI-D749B11E-829x622-XL.jpg
2. http://cat.mau.ru/abc/art1.jpg