Kamis, 11 Januari 2018

Cara Mengidentifikasi Informasi atau Berita HOAX

Sudah terbit di: https://steemit.com/hoax/@puncakbukit/cara-mengidentifikasi-informasi-atau-berita-hoax

Pada masa informasi dan teknologi saat ini beragam informasi tersedia dan tidak dapat dikendalikan oleh siapapun. Informasi yang ada sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan pemahaman kita pada berbagai hal yang ada di bumi ini. Walaupun itu kemudian bergantung kepada bagaimana kita memanfaatkan informasi tersebut. Informasi yang kita peroleh bisa digunakan untuk hal yang baik ataupun buruk. Demikian juga informasi yang ada bisa menyebabkan kebaikan atau keburukan. Belakangan ini banyak informasi bodong atau hoax yang tersebar dan dapat menyesatkan pembacanya dari hal yang sebenarnya. Selain itu berita atau informasi hoax dapat mencelakakan orang lain karena pencatutan atau fitnah yang terdapat pada informasi tersebut. Tentu sebagai warga negara yang memiliki intelektual kita harus mampu memilah mana informasi yang baik dan buruk untuk menghindari efek buruk dari berita hoax tersebut. Adapun caranya adalah sebagai berikut:

C:\Users\Pohan\Downloads\roman-kraft-272015.jpg
Gambar 1. Informasi

1. Tidak ada namanya
Biasanya pada berita hoax disebutkan “menurut informasi dari seorang profesor di universitas terkenal…” atau “menurut seorang pakar di bidangnya…” dan lainnya yang sejenis tidak menggunakan nama seseorang. Hal ini menjadi salah satu ciri berita atau informasi hoax karena tidak ada nama seorang ahli yang benar-benar menyatakan hal tersebut sesuai dengan informasi atau berita yang beredar.

2. Mencantumkan nama, namun fiktif
Sebagai pembaca dan penikmat berita serta informasi sehari-hari kita sering melihat nama seorang ahli di berita tersebut. Namun kita juga harus berhati-hati bahwa dalam berita hoax juga mencantumkan nama fiktif di dalamnya. Contohnya nama fiktif yang sering digunakan adalah dr. Ismuhadi. Jika teman-teman memeriksa di google atau yahoo nama tersebut akan berkaitan dengan berita hoax alias nama fiktif karena memang tidak ada, bahkan suatu berita nomor kontak dokter tersebut juga fiktif. Tentunya masih banyak nama fiktif lainnya. Cara awal untuk mengetahui nama tersebut fiktif atau tidak adalah mencari di mesin mencari dengan kunci “hoax dan nama ahli yang dicatut”.

3. Mencatut nama institusi atau instansi palsu
Hal ini juga sering terlihat pada berita hoax. Pada berita dahulu mencatut lembaga halal di prancis pada sebuah kota kecil atau institusi luar negeri. Cara mengetahuinya dengan browsing nama institusi tersebut apakah memang benar ada dan benar-benar bergerak di bidang yang sesuai dengan yang tertera pada suatu berita atau informasi tersebut.

4. Tidak ada referensi yang objektif
Informasi yang benar selalu mencantumkan referensi yang nyata sebagai acuan utama. Informasi atau berita hoax tidak akan mencantumkan referensi yang dapat mempertanggungjawabkan informasi tersebut. Jika ada kita harus periksa kembali apakah acuan yang disertakan berkualitas, sudah terbukti dan bermanfaat bagi khalayak ramai. Contohnya saja acuan berupa proposal penelitian dengan jurnal yang sudah publish tentu memiliki kualitas yang berbeda. Proposal masih berupa rencana sedangkan jurnal yang sudah publish telah selesai diteliti dan telah di review oleh para ahli di bidangnya.

5. Terdapat kalimat perintah di akhir pesan
Sering informasi yang kita baca memiliki kalimat perintah “sebarkanlah, informasikan kepada kerabat terdekat untuk menghindari dampak buruk” atau “sayangi keluarga dengan menyebarkan informasi ini”. Perintah ini akan membuat kita tertarik menyebarkan berita hoax tersebut dengan dalih demi keselamatan keluarga atau kerabat terdekat, dan membuat kita tidak memeriksa kembali informasi yang ada apakah benar atau hoax.

Cara yang di atas jika dilakukan maka penyebaran dan keberadaan berita atau informasi hoax akan berkurang drastis sehingga konflik atau salah pemahaman yang diakibatkan berita tersebut dapat berkurang dan kita sebagai pembaca semakin pintar dalam memilah informasi yang baik dan berguna.

Oleh: Ahmad Azhari Pohan
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
1. https://nasional.tempo.co/read/314517/hati-hati-pesan-hoax-soal-bahaya-aspartam
2. http://www.sinarmas.com/blog/?p=717

Sumber gambar:
https://unsplash.com/photos/WUvBROPOsuo

Tradisi kecil dalam suatu hubungan

Sudah terbit di: https://steemit.com/hubungan/@puncakbukit/tradisi-kecil-dalam-suatu-hubungan

Sebagai makhluk sosial mustahil bagi manusia untuk tidak membina suatu hubungan. Hubungan sendiri terdiri atas berbagai jenis mulai dari pertemanan, persahabatan, keluarga, dan hubungan lain yang tidak bisa dijelaskan satu – persatu.


Gambar 1. relationship

Masalah yang sering dialami dalam membangun suatu hubungan adalah pertengkaran atau hubungan yang tidak akrab lagi. Banyak hal yang dapat memicu renggangnya suatu hubungan diantaranya komunikasi yang tidak terjalin dengan baik, masalah – masalah yang kerap disepelekan, dsb.

Berikut beberapa tips untuk mempererat ataupun memperbaiki suatu hubungan.

  1. Memperbaiki komunikasi
    Seperti yang dituliskan di atas komunikasi yang tidak baik juga memicu renggangnya suatu hubungan. Tidak ada salahnya jika anda menelpon atau menghubungi pasangan, keluarga, teman maupun sahabat minimal seminggu dua kali. Di sela kesibukan anda sempatkan untuk menanyai bagaimana kabarnya apa yang telah dilakukannya seminggu terakhir atau sekedar percakapan basa – basi lainnya untuk mempererat hubungan anda dan menjaga komunikasi agar tidak sampai terputus.

  2. Minta maaf dan ucapkan terima kasih
    Dalam sebuah hubungan mustahil tidak ada yang namanya pertengkaran. Dalam sebuah hubungan pertengkaran itu selalu ada entah itu besar maupun kecil. Banyak hubungan yang telah terjalin lama rusak dalam suatu hubungan hanya karena pertengkaran kecil yang tidak diselesaikan.

    Untuk menghindari hal tersebut minta maaf adalah solusi paling bijak. Beberapa orang merasa gengsi jika harus minta maaf duluan karena merasa dirinya tidak bersalah. Lalu apa salahnya meminta maaf duluan entah siapa yang bersalah meminta maaf mungkin dapat sedikit membantu memperbaiki pertengkaran anda.

    Biasakan juga untuk mengucapkan terima kasih setelah menerima bantuan dengan begitu orang yang memberi bantuan atau menolong merasa dihormati. Meskipun itu teman, sahabat, keluarga atau pasangan sekalipun. Ucapan terima kasih tetap wajib diucapkan.

  3. Menghabiskan waktu bersama
    Saat anda dan dia sedang ada waktu luang tidak ada salahnya anda pergi berlibur bersama orang terdekat anda. Dengan demikian anda akan lebih mengenalnya dibanding sebelumnya. Anda juga dapat mengetahui hal – hal apa yang ia sukai dan tidak sukai agar anda bisa lebih berhati – hati dalam bertindak maupun berucap untuk menjaga perasaannya.

  4. Saling menghargai, berbagi masalah, dan saling memberi motivasi
    Penting bagi anda untuk menghargai siapapun termasuk orang – orang di sekitar kita agar hubungan yang di jalin tetap harmonis. Fungsi teman sahabat atau pasangan ialah menjadi tempat untuk berbagi masalah anda dapat menceritakan masalah – masalah apa yang ia hadapi dengan begitu mungkin teman anda dapat memberi solusi maupun support. Lakukan hal yang sama ketika teman anda berbagi masalah dengan anda. Berbagi masalah dengan teman atau pasangan dapat mempererat suatu hubungan.

Oleh : Nadiran
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi :
1. https://kelascinta.com/relationship/cara-mempertahankan-hubungan
2. https://kelascinta.com/women/kunci-mempertahankan-hubungan

Referensi gambar : 1. https://pixabay.com/en/gratitude-thanks-appreciation-card-2939972/