Rabu, 14 Desember 2011

Langkah-langkah Menghadapi Keburukan Ekonomi Dalam Bisnis I

Apakah anda sedang memulai bisnis anda?

Ataukah mungkin bisnis anda sudah mulai berjalan lancar?

Prospek bisnis yang terlihat sangat bagus pada bulan-bulan awalnya secara tiba-tiba merosot pada bulan selanjutnya, customer yang pada dulunya membeli produk/jasa anda tiba-tiba tidak dapat dihubungi kembali dan ternyata telah menggunakan jasa/produk dari perusahaan lain, customer anda hanya mau membeli barang anda dengan harga yang telah dipotong hingga setengah dari harga seharusnya. Mungkinkah ini yang sedang anda alami sekarang?

Berbisnis memang tidak selamanya akan memberi prospek yang baik, ada kalanya prospek bisnis tersebut akan merosot tajam, dimana yang pada awalnya bisnis terasa begitu lancar lalu di bulan selanjutnya benar-benar terganjal. Bagaimana caranya untuk menghadapi situasi yg sedemikian rupa? Bagaimana caranya agar anda tidak mulai untuk menutup bisnis yang telah anda bangun dengan susah payah tersebut?

Berikut adalah beberapa tips yang mungkin dapat anda terapkan:
  • Pikirkan ulang tentang bisnis anda. Duduklah dengan santai dengan segelas kopi hangat dan roti di teras rumah anda. Kepala yang dinging benar-benar diperlukan dalam situasi ini. Tidak perlu bagi anda untuk khawatir karena bisnis anda mungkin anda rasa masih kecil, karena justru bisnis yang kecil merupakan bisnis yang sangat mudah diubah arah haluannya.

    Renungkanlah kembali SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Thread) dari bisnis anda. Diutamakan pada Kekuatan (strength), kelemahan (weakness), dan kesempatan pasar yang memungkinkan yang bisa anda gali. Mungkin pertanyaan seperti, “kalau perusahaan si A bisa menjual secara online, kenapa aku tidak?”, “apakah harus aku menawarkan selain produk namun juga jasa yang relevan untuk customer ku?”.

    Terus gali lah opportunity dari pengembangan bisnis yg anda bisa lakukan. Jangan hanya menebak-nebak, tapi lakukan lah analisa dengan berbagai cara, bisa dengan melakukan survey melalui tenaga sales yang telah anda miliki, atau masih banyak cara lain untuk menganalisis kebutuhan pasar. Ingat, kebutuhan pasar akan selalu berubah seiring dengan pertumbuhan ekonomi.

  • Hubungi kembali customer lama anda. Inilah pentingnya untuk tetap ‘stay in touch’ dengan customer anda. Janganlah pernah anda berasumsi bahwa customer yang telah berhenti membeli dari anda pada saat sebelumnya akan selamanya tidak mau lagi membeli produk/jasa anda, kebutuhan konsumen akan terus berubah begitu pula dengan sudut pandang dari konsumen tersebut. Perusahaan yang telah lama memutus kontrak perusahaan anda karena perubahan prioritas belum tentu pada kurun waktu selanjutnya tidak akan membuat kontrak lagi dengan anda, karena perubahan ekonomi maka perubahan kebutuhan konsumen juga akan terjadi.

    Cobalah menghubungi kembali customer lama anda dengan harapan bahwa kebutuhan mereka akan berubah dan mereka akan kembali membeli produk/jasa anda. Dengan adanya peningkatan frekuensi anda menjalin kontak dengan customer lama anda atau bahkan competitor anda makan akan semakin tertera di pikiran mereka tentang perusahaan produk/jasa anda.


Bersambung ke Langkah-langkah Menghadapi Keburukan Ekonomi Dalam Bisnis II

Oleh : Kevin Wahyono


Related Posts :