Kamis, 22 Desember 2011

Penghargaan dan Produktivitas

Anda memiliki kendala dengan karyawan anda?

Anda merasa karyawan anda semakin tidak produktif? Maka, ada kemungkinan beberapa hal yang membuat karyawan anda belum mendapatkan job satisfaction mereka, termasuk diantara nya adalah appraisal.

Tingkat kebutuhan setiap orang memang berbeda tapi pada umumnya hampir sama,
Seperti yang digambarkan oleh diagram Maslow Hierarcy of Needs di samping, bahwa kebutuhan inilah yang secara umum sangat diharapkan oleh manusia untuk dipenuhi. Berikut penjelasan tentang teori diagram Maslow dimulai dari yang paling dasar:
  • Physiological Needs. Merupakan kebutuhan akan hidup secara fisik seperti air, makanan, istirahat, dll.
  • Safety Needs. Merupakan kebutuhan akan keamanan, seperti asuransi dll.
  • Social Needs. Merupakan kebutuhan akan sosialisasi, Segala bentuk penerimaan dalam suatu grup atau kelompok merupakan salah satu dari pemenuhan social needs.
  • Self-Esteem Needs. Kebutuhan akan ego, seperti pengakuan, status, harga diri, dll
  • Self-Actualization. Kebutuhan akan pembuktian diri sendiri di level tertinggi berkaitan dengan pengembangan pribadi.
Kunci dari meningkatkan produktivitas karyawan adalah dengan menyentuh tingkat satisfaction tertinggi mereka dalam pekerjaan sehingga mereka akan memberikan usaha mereka yang terbaik dalam pemenuhan tujuan-tujuan perusahaan anda, yaitu dengan cara memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka.

Telah kita kenal banyak sekali aspek yang dapat mendorong meningkatnya produktivitas karyawan, salah satunya adalah dengan penerapan Sistem Penghargaan ( Appraisal System ).


Appraisal System merupakan suatu bentuk sistem dimana adanya pemberian penghargaan atau reward terhadap hasil kerja karyawan yang melebihi standard kerja yang telah ditetapkan. Sesuai dengan penggambaran hierarki kebutuhan manusia yang digambarkan oleh Maslow (Physiological Needs, Safety Needs, Social Needs, Self-Esteem Needs, Self Actualization Needs), Appraisal System berfungsi sebagai suatu bentuk interpretasi pemenuhan terhadap kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Berikut adalah tahapan-tahapan proses Appraisal System:
  • Membentuk standard performa kerja dengan karyawan.
  • Bersama-sama menentukan tujuan terukur.
  • Mengukur performa kerja aktual.
  • Membandingkan hasil pengukuran performa kerja aktual dengan standard yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Diskusikan tentang bentuk appraisal/penghargaan yang dapat diterima oleh karyawan akan performa kerja yang telah dia berikan.
  • Dan apabila memang dibutuhkan berkaitan dengan performa kerja yang kurang adalah dengan mengkoreksi.


Dengan melakukan evaluasi kerja dalam tiap kurun waktu tertentu, maka pengukuran terhadap performa kerja dari masing-masing karyawan juga akan semakin terkontrol. Setiap performa kerja yang melebihi standard kinerja awal yang telah ditentukan berhak mendapatkan penghargaan /appraisal. Bentuk dari appraisal itu sendiri juga tergantung dari kebijakan yang diterapkan oleh perusahaan, sebagai contoh pada beberapa perusahaan menerapkan program “Employee of The Year” yang juga merupakan salah satu bentuk Appraisal terhadap kinerja karyawan berupa penghargaan yang digantung di ruangan direktur atau ruangan yang memiliki akses view tertinggi sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan Self-Esteem.

Kekuatan dari sebuah appraisal/penghargaan sangatlah tinggi dan berkaitan dengan motivasi kerja yang positif, namun ada kalanya perusahaan juga perlu mengkaji tingkat appraisal seperti apakah yang selain menguntungkan untuk karyawan namun juga menguntungkan bagi perusahaan.

Oleh : Kevin Wahyono


Related Posts :