Kamis, 05 Januari 2012

Pria dan Wanita Dalam Pekerjaan



Pernahkah anda memperhatikan customer service dari sebuah perusahaan?

Pernahkah anda memperhatikan divisi keamanan dari sebuah perusahaan?

Dengan semakin menjamurnya jumlah perusahaan pada saat ini, bahwa semakin minimnya jumlah tenaga kerja berkualitas yang dimiliki oleh negara, menyebabkan bahwa perluasan spesifikasi tenaga kerja yang diminta pun semakin meluas guna menjaga kualitas kerja dari sebuah perusahaan. Beberapa divisi atau jabatan kerja tertentu seperti yang dapat anda perhatikan akan diduduki oleh seseorang dengan gender tertentu, apabila anda perhatikan lebih lanjut pada fakta lapangan yang ada bahwa customer service pada umumnya didominasi oleh wanita, sedangkah divisi keamanan suatu perusahaan pada umumnya didominasi oleh pria. Hal tersebut bukanlah merupakan suatu kebetulan, melainkan adanya berbagai macam pertimbangan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan berkaitan dengan spesifikasi dari masing-masing gender.

Di era globalisasi seperti sekarang, kemampuan seorang wanita sudah lebih dihargai dengan penyetaraan derajat dan pemberian kesempatan kerja yang hampir sama sudah dapat anda temui di setiap lingkungan kerja. Namun sangat penting bagi anda baik sebagai seorang tenaga kerja (workforce), perekrut (outsourcing), maupun penyedia lapangan kerja untuk mengetahui bahwa adanya perbedaan antara masing-masing spesifikasi gender yang dapat mempengaruhi performa kerja di setiap divisi yang anda berikan. Perbedaan dari masing-masing gender tersebut dapat menjadi faktor pemicu kesuksesan sebuah perusahaan namun dapat pula menjadi “boomerang” bagi perusahaan apabila anda sebagai pimpinan memberikan bentuk penanganan yang salah.

Berikut adalah aspek-aspek yang menjelaskan perbedaan dari seorang pria maupun wanita yang dapat menjadi aspek pertimbangan dalam penempatan dan penanganan kerja mereka di lapangan:

1. Pola pikir
  • Adanya perbedaan dari pola pikir seorang pria yang cenderung berpaku pada fakta, sementara pola pikir wanita yang cenderung mengacu pada konsep dan sesuatu yang saling berhubungan. Hal ini mampu menyebabkan bahwa pola pikir dari seorang wanita cenderung lebih luas daripada seorang pria yang straight to the point.

2. Memerintah (giving order)
  • Pria cenderung lebih tegas dalam memberikan sebuah perintah (order) disebabkan oleh sifat seorang pria pada umumnya yang tidak suka bertele-tele, sedangkan wanita akan lebih mengutarakan perintah mereka dengan kata-kata yang lebih halus dan lebih mudah diterima. Inilah salah satu aspek bahwa dapat anda temui dalam beberapa perusahaan cenderung lebih memilih seorang wanita dalam mengatasi masalah komunikasi dengan pegawai mereka.

3. Pemilahan
  • Pria cenderung lebih dapat memilah-milah semua hal yang mereka temui, sebagai contoh masalah perselisihan dan masalah pekerjaan akan mendapatkan porsi mereka tersendiri, sehingga seorang pria dalam suatu lingkungan kerja cenderung lebih fleksibel, sementara wanita pada umumnya memiliki faktor konektivitas dari pola pikir mereka sehingga mengakibatkan setiap masalah yang mereka temui akan membawa hubungan satu sama lain, sebagai contoh dikarenakan adanya perselisihan dalam suatu pekerjaan dengan rekan kerja dapat mengakibatkan seorang wanita menjadi enggan untuk bekerja di lingkungan tersebut.

4. Problem Solving
  • Pola pikir seorang pria yang cenderung untuk segera menyelesaikan masalah yang mereka hadapi daripada membicarakannya sangatlah berbeda terbalik dengan wanita yang cenderung lebih suka untuk membicarakan masalah yang sedang mereka hadapi. Hal ini juga berpengaruh pada pendekatan yang dapat dilakukan oleh seorang pemilik dalam melakukan pendekatan terhadap karyawan / pegawai mereka berdasarkan gender.

5. Tujuan
  • Pria cenderung untuk lebih menyukai hasil dan cara mereka dalam pencapaian hasil kerja mereka, sedangkan wanita cenderung untuk lebih menyukai tidak hanya pencapaian hasil kerja mereka namun juga penilaian dari orang lain akan proses dan hasil yang mereka capai.

6. Komentar
  • Pria dalam memberikan komentar akan cenderung lebih straight to the point, apa adanya dan realistis pada fakta yang terjadi, sementara seorang wanita akan cenderung untuk mempertimbangkan cara mereka dalam menyampaikan kritik dan berhati-hati untuk tidak menyingung perasaan orang lain.

7. Bertanya
  • Pria cenderung lebih tidak suka bertanya daripada wanita disebabkan oleh karena seorang pria hanya ingin mendapatkan informasi dari setiap pertanyaan yang dilontarkan sehingga pada saat informasi telah terkumpul maka seorang pria akan minim bertanya, sementara seorang wanita cenderung lebih suka bertanya bahkan di saat dia tidak memerlukan jawaban, disebabkan karena kecenderungan mereka selain untuk mengumpulkan informasi namun juga untuk menjaga relasi atau hubungan.


Dengan pertimbangan aspek-aspek di atas yang telah anda ketahui maka akan lebih mudah bagi anda sebagai seorang pemimpin perusahaan untuk melakukan penempatan, penanganan dan pendekatan dengan tenaga kerja anda dengan lebih tepat. Seorang wanita yang cenderung lebih komunikatif dan lebih mudah untuk melakukan hubungan ke-luar akan menjadi senjata yang cukup ampuh untuk meningkatkan hubungan eksternal dari perusahaan anda, inilah salah satu alasan mengapa seringkali anda temui seorang customer service adalah seorang wanita. Sedangkan seorang pria yang memiliki efektivitas dalam kinerja internal perusahaan akan lebih baik bagi anda untuk melakukan penempatan dan penugasan berkaitan dengan internal perusahaan yang pada umumnya membutuhkan kecepatan, dan keterampilan kerja yang tinggi yang akan cenderung lebih dapat anda temui pada diri tenaga kerja pria. Penanganan yang tepat dan penempatan posisi kerja yang tepat juga akan meningkatkan efektivitas dan produktivitas sebagai pemicu kesuksesan dari perusahaan anda sendiri. Pemahaman dari setiap instrument perusahaan merupakan suatu kewajiban utama bagi seorang pemimpin perusahaan. Jangan pernah berhenti belajar, Maju terus Entrepreneur Indonesia.

Oleh Kevin Wahyono


Related Posts :