Senin, 02 Januari 2012

Tanpa Sekolah Bisa Sukses? (Part.1)

Begitu anda membaca judul di atas, apakah yang ada di pikiran anda? Apakah jawaban “YA”? ataukah “TIDAK”?

Pada perkembangan masyarakat sekarang ini, judul seperti diatas akan menimbulkan kontroversi dan memicu pro-kontra, sebagian besar orang akan menjawab “Tidak” sementara beberapa orang lainnya akan menjawab “Ya”.

Mengingat pada zaman sekarang ini di masyarakat telah tertanam sebuah pola pikir (mindset) “tidak diperlukan bagi seorang pengusaha untuk sekolah pada taraf yang tinggi untuk meraih kesuksesan”, dan bahkan lebih extreme lagi adanya pola pikir “buat apa sekolah mending cari duit” . Kedua bentuk pola pikir inilah yang membuat banyak orang berpikiran bahwa sekolah bukanlah merupakan hal penting saat ini. Begitu banyaknya acara seminar-seminar motivasi pengusaha yang mengangkat tema “Orang Bodoh yang menjadi sukses” dengan menceritakan tentang pengalaman pengusaha-pengusaha sukses terdahulu yang dapat sukses walaupun mendapatkan cap “Bodoh”. Hal inilah yang seringkali di salah interpretasikan oleh masyarakat bahwa orang yang tidak sekolah pun bisa menjadi sukses.

Bodoh. Kata “Bodoh” yang sering anda dengar dalam seminar-seminar motivasi bergengsi, seminar motivasi pengusaha pada umumnya itu mengacu pada orang-orang yang malas dalam bidang akademisi, bukan mengacu pada orang-orang yang tidak pernah mencicipi bangku sekolah atau tidak pernah masuk dalam ranking kelas. Statement selanjutnya adalah “anda tidak perlu sekolah untuk menjadi sukses” yang seringkali anda dapatkan baik dari membaca maupun menghadiri seminar yang notabene seringkali diucapkan atau dibawakan oleh orang-orang yang gagal dalam bidang akademi mereka, drop-out dari sekolah, tidak naik kelas berulang kali, dsb (kegagalan dalam bidang akademisi), hal inilah yang seringkali menjadi mis-interpretasi oleh para pendengarnya menjadi “Tanpa ilmupun anda bisa sukses”, dan ini merupakan awal dari pokok permasalahan entrepreneur yang ada.

Berikut adalah fakta-fakta tentang sedikit “tokoh yang sukses tanpa bersekolah” yang seringkali di salah interpretasikan oleh masyarakat dengan bahasan nya:
1. Bill Gates



Merupakan tokoh favorit yang sering dibawakan dalam seminar dan merupakan salah satu tokoh yang sering dijadikan pokok inspirasi bagi entrepreneur-entrepreneur muda. History yang disampaikan pada setiap seminar motivasi tentang Bill Gates yang ‘drop-out’ atau berhenti dari sekolahnya, lalu menjadi sukses karenanya, inilah yang seringkali masyarakat hanya melihat poin cerita tersebut bahwa tidak perlu sekolah dan Bill Gates sukses. Pada faktanya adalah, bahwa Bill Gates sendiri pada usia sekitar 13-14 tahun sudah dapat memprogram komputer sekolahnya sendiri dengan menggunakan bahasa BASIC, dan dia bersama 3 temannya telah dipekerjakan oleh Computer Center Corporation untuk mencari bug dalam software mereka. Pada umur 17 tahun dia telah membuat Traffic Counter dengan menggunakan proccesor intel 8008. Dan dia setelah diterima berkuliah di Harvard, dia menghentikan kuliahnya untuk mengejar impiannya (bukan karena dia bodoh).

2. Thomas A Edison



Berhenti dari sekolahnya bukan karena dia bodoh melainkan karena dia termasuk dalam orang yang menderita kelainan yang dikenal dengan nama ADHD, yaitu dia tidak bisa diam, selalu bertanya dan jarang fokus pada satu hal karena terlalu banyak yang ingin dia ketahui. Hal ini lah yang memaksa dia untuk berhenti sekolah karena ADHD cenderung tidak akan cocok dengan program pembelajaran yang diterapkan di sekolah pada umumnya. Thomas A Edison sendiri walaupun berhenti dari sekolahnya, dia tidak pernah berhenti belajar, ibunya yang mengajari dia di rumah (sekolah informal).

Bersambung ke Tanpa Sekolah Bisa Sukses? (Part.2)

Oleh : Kevin Wahyono


Related Posts :