Kamis, 02 Februari 2012

Strategi Penetapan Harga: Pendekatan Dan Strategi (Part 1)

Harga sebagai salah satu aspek yang sangat mempengaruhi daya beli dan tingkat permintaan (Demand) pasar terhadap produk memang seringkali menjadi sebuah tantangan tersendiri dalam kelangsungan hidup sebuah bisnis. Penetapan harga yang salah di pangsa pasar yang salah akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi dari suatu usaha dan tingkat pendapatan (revenue) anda. Maka dari itu, sangatlah penting bagi anda untuk sedikitnya mengetahui sedikit teori tentang strategi penetapan harga. Berikut adalah beberapa metode pendekatan yang umumnya digunakan oleh para pebisnis sebagai acuan dalam Strategi penetapan harga beserta strategi yang sesuai :
  • Cost-based Pricing, Pendekatan dengan mengacu pada jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan mulai dari pembuatan hingga pendistribusian hingga produk sampai di tangan konsumen, atau untuk beberapa toko berarti mengacu pada jumlah biaya yang dikeluarkan untuk membeli sebuah produk hingga sampai di tangan konsumen. Pendekatan dengan acuan seperti ini adalah yang paling sering digunakan oleh para pebisnis. Berikut adalah strategi yang dapat anda terapkan dengan metode pendekatan ini:
    • Mark-up Pricing. Strategi di mana anda menambahkan angka “plus-plus” terhadap total cost yang anda keluarkan dalam menghasilkan sebuah produk. Standard persentase mark-up pada umumnya mengacu terhadap level harga produk dalam kategori yang sama di pasar yang dimana dapat diterima oleh masyarakat (harga normal). Keuntungan dari penggunaan strategi ini adalah cukup mudahnya bagi anda untuk menghitung profit yang anda inginkan, hanya saja beberapa pebisnis muda mengalami kegagalan dengan menetapkan angka mark-up yang cukup tinggi tanpa melakukan pertimbangan konsumen dan pasar. Sebagai contoh:
      • Cost yang anda keluarkan untuk sebuah produk adalah sebesar Rp 10.000,-. Persentase mark-up yang anda inginkan adalah 50%,maka harga jual anda adalah Rp 15.000,- dengan profit keuntungan anda sebesar Rp 5.000 atau sebesar 50% dari cost yang anda keluarkan.

  • Customer-Based Pricing. Pendekatan penetapan harga dengan konsumen sebagai titik acuan bagi perusahaan dalam menetapkan harga jual dari sebuah produk. Pendekatan ini juga sangat seringkali dapat anda temui metode penggunaannya di lingkungan pasar (market) pada umumnya. Berikut adalah strategi-strategi yang dapat anda gunakan untuk metode pendekatan ini:
    • Penetration Pricing. Pernahkah anda menemui dalam suatu toko terdapat tulisan “Harga Promo hanya Rp 5.000,-“ ? Hal tersebut adalah salah satu contoh dari strategi Penetration Pricing . Penetration Pricing adalah sebuah strategi di mana perusahaan menetapkan harga awal dari sebuah produk lebih rendah daripada harga pasar dengan tujuan untuk dapat mengambil posisi di dalam pasar (melakukan penetrasi) dimana terdapat begitu banyaknya kompetitor yang telah terlebih dahulu mengambil bagian dalam pasar (market) tersebut. Namun salah satu yang perlu anda ketahui bahwa strategi Penetration Pricing hanya menetapkan harga lebih rendah pada awalnya saja sementara pada perkembangan ke depannya harga dari produk tersebut akan dinaikkan hingga kembali ke tingkat level harga normal pasar. Tujuan utama dari strategi ini adalah memperluas jangkauan pasar (market share) dari produk, dengan menetapkan level harga dibawah harga pasar diharapkan bahwa para customer mau berpindah ke produk anda disebabkan karena aspek harga anda yang lebih rendah daripada saingan/kompetitor anda. Dengan kata lain, profit yang akan anda dapatkan juga akan sangat sedikit namun pangsa dan perluasan pasar lah yang akan anda dapatkan secara optimal. Strategi ini akan sangat bagus digunakan bagi anda yang ingin meluncurkan produk baru dengan diferensiasi yang minim dibandingkan dengan produk yang sudah ada serta tingkat elastisitas permintaan pasar terhadap aspek harga yang tinggi.


Bersambung ke Strategi Penetapan Harga : Pendekatan dan Strategi (Part 2)

Oleh : Kevin Wahyono


Related Posts :