Kamis, 02 Februari 2012

Strategi Penetapan Harga : Pendekatan dan Strategi (Part 2)

  • Skimming Price. Merupakan kebalikan dari Penetration Pricing Strategy, yaitu menetapkan harga lebih tinggi daripada harga pasar pada langkah awal peluncuran suatu produk. Strategi ini umumnya digunakan oleh sektor bisnis berbasis teknologi, sebagai contoh adalah industri telekomunikasi yaitu Handphone. Seringkali dapat anda temukan bahwa harga handphone pada awal diluncurkan cenderung tinggi dan setelah melewati kurun waktu tertentu maka harga dari produk tersebut akan semakin menurun bahkan menurun secara drastis. Mengapa hal ini bisa terjadi? Strategi Skimming Price dilakukan pada umumnya oleh para pebisnis karena produk yang mereka luncurkan minim akan kompetitor dalam pasar, biasanya disebabkan karena perbedaan fitur teknologi yang disajikan (diferensiasi produk yang cukup tinggi daripada produk yang sudah ada sebelumnya di pasar). Skimming Price memiliki keunggulan berupa tingginya tingkat margin keuntungan yang didapat oleh perusahaan anda, namun kekurangan yang diberikan pun juga sangat besar yaitu bahwa dengan penetapan harga anda yang cukup tinggi maka akan memperlambat perluasan pangsa pasar anda serta memberikan waktu yang cukup panjang bagi kompetitor anda untuk segera menciptakan produk alternatif sebagai saingan dari produk anda di dalam pasar yang berakibat pada penekanan terhadap harga produk anda di pasar setelah diluncurkannya produk dengan kelebihan yang lebih tinggi daripada produk anda oleh kompetitor.
  • Loss Leader Pricing Strategy. Loss leader merupakan suatu strategi dimana anda menetapkan harga anda sedikit lebih rendah dari tingkat cost yang anda hasilkan untuk suatu produk, dengan kata lain anda menjual produk anda dengan sedikit kerugian. Aneh? Namun strategi ini akan sangat mudah sekali anda temukan di pasar, terutama pada pasar yang dimana memiliki tingkat kompetisi yang cukup tinggi didukung pula dengan tingkat elastisitas permintaan konsumen terhadap harga yang cukup tinggi (dengan kata lain konsumen sangat peka terhadap harga) serta minimnya diferensiasi produk yang dihasilkan apabila dibandingkan dengan produk yang sudah ada sebelumnya di pasar. Strategi ini bertujuan untuk menjadikan harga anda sebagai magnet bagi konsumen untuk berpindah membeli produk anda dibandingkan melakukan transaksi dengan kompetitor anda. Resiko dari strategi ini cukup tinggi, terutama apabila adanya konsumen yang melakukan “Bulk Buy” atau pembelian dengan besar-besaran karena dengan adanya aktivitas tersebut maka tingkat kerugian yang akan anda terima pun juga akan semakin besar persentasenya. Salah satu cara yang umumnya digunakan oleh para pebisnis yang menggunakan strategi ini adalah dengan melakukan event ‘cuci gudang’ yang sebenarnya adalah salah satu penerapan dari strategi loss leader yang dibatasi dengan kuantitas, sehingga tingkat kerugian yang diderita pun lebih terbatasi sementara market share daripada perusahaan pun akan semakin luas.


Bersambung ke Strategi Penetapan Harga : Pendekatan dan Strategi (Part 3)

Oleh : Kevin Wahyono


Related Posts :