Selasa, 06 Maret 2012

Agama sebagai pembentuk kebudayaan

Berawal dari sebuah dialog dengan dosen, penulis menemukan beberapa kejanggalan yang belum sempat dijawab. Yaitu fungsi lain agama, serta latar belakang turunnya agama. Jika Agama muncul dengan menyesuaikan kondisi kebudayaan manusia pada saat agama tersebut diturunkan, ada beberapa hal yang meragukan.

Kebudayaan manusia sebelum abad ke 16, bisa dibilang stagnan. Saya ambil contoh sejak manusia memasuki zaman besi. Saat itu kebudayaan-kebudayaan besar mereka mulai tercatat, contoh nya bangsa Sumeria pada 4000 tahun SM. Ini adalah peradaban besar pertama di middle east yang tercatat dalam sejarah, lalu jika kita buat garis dari 4000 tahun SM tersebut sampai dengan 1500 M, maka akan tercipta rentang waktu 5500 tahun. Dari 5500 tahun tersebut, sekurang-kurang nya muncul 7 agama baru yang menjadi cikal bakal agama besar, sekarang ini baik samawi maupun duniawi.

Contohnya agama yahudi pada 1300 tahun SM dengan nabi Musa sebagai pembawa nya. Lalu sekitar 500 tahun sebelum masehi, lahir Sidharta Gautama di selatan asia membawa agama Buddha. Dan pada waktu yang berdekatan, muncul agama kong hu cu dari Cina. Dan menjelang masehi, muncul agama nasrani, serta Lao Tse dengan ajaran Taoisme nya. Barulah sekitar tahun 600 masehi, Islam muncul dengan nabi Muhammad sebagai pembawa nya (serta menutup 2 agama samawi sebelum munculnya Islam). Terakhir sekitar tahun 1500 muncul pembaharu Kristen bernama Martin Luther dengan ajaran Protestan nya. Dan munculnya agama-agama ini belum termasuk aliran-aliran dinamisme atau animisme di regional-regional tertentu, seperti tuhan Latta dan Uzza milik bangsa Arab sebelum Nabi Muhammad lahir.

Lalu mengapa agama-agama besar tersebut muncul di saat manusia belum melakukan pencapaian yang berarti, yang sangat menuntut perubahan dalam segala hal, seperti norma dan agama misalnya (karena agama pun berisi norma-norma luhur untuk mengatur penganut nya bukan?). Terdapat dua segi yang dapat saya ambil contoh, yaitu transportasi dan militer. Pada 4000 tahun SM, Manusia masih menggunakan tenaga hewan serta roda-roda kayu sebagai penggerak transportasi mereka, dan hal ini tidak berubah banyak dalam waktu 5500 tahun berikut nya, manusia masih tetap menggunakan hewan dan roda-roda kayu sebagai sarana transportasi. Begitupun dalam segi militer, manusia masih menggunakan pedang, tombak, serta busur sebagai senajata utama, dan perang pun masih bersifat regional. Tapi dalam kebudayaan yang stagnan ini justru muncul 7 agama baru.

Lalu jika berdasar paradigma bahwa umum agama muncul dengan menyesuaikan kebudayaan manusia, saya menolak pandangan ini. Menurut pandangan saya justru agama lah yang menjadi penggerak peradaban serta kebudayaan. Semisal Agama Islam tidak diturunkan Allah pada tahun 600 masehi, maka kebudayaan eropa tidak akan banyak berubah. Mereka akan terjebak dengan kekristenan dan sistem dogmatis mereka. Dengan diawali penaklukan-penaklukan Islam menguasai jazirah Arab, Persia, hingga sampai di Byzantium timur dan merebut konstantinopel. Barulah berkobar perang salib I yang mempertemukan kebudayaan Arab dengan Eropa. Hingga perang salib ke VIII dalam rentang waktu sekitar 170 tahun, barulah mata bangsa eropa terbuka akan ke-barbaran mereka sendiri, hingga muncl golongan humanis serta rasionalis dengan gagasan Renaissance mereka.

Dan Renaissence inilah titik balik peradaban manusia meninggalkan kehidupan tradisional menuju modernisasi. Setelah pola teosentris hancur, ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat di Eropa, dengan memakai sebagian rujukan dari buku-buku Ilmuan Muslim hasil rampasan perang salib, dsb. Mereka mengembangkan ilmu pengetahuan hingga kebudayaan eropa melesat jauh meninggalkan bangsa-bangsa lain. Dan Pasca revolusi inggris, industrialisasi merebak ke negara-negara eropa, diikuti Reconquista serta penjelajahan-penjelajahan samudera yang mereka lakukan. Dan fenomena ini dibarengi dengan memudarnya dominasi kebudayaan Islam secara perlahan.

Dan dalam waktu kurang dari 500 tahun, manusia telah mendekati puncak peradaban. Akumulasi kebudayaan yang tercipta dalam 500 tahun terakhir, telah meninggalkan jauh kebudayaan-kebudayaan kita beribu-ribu tahun sebelumnya. Dari segi militer, perang tidak lagi bersifat regional namun bersifat global, begitupun dari segi transportasi. Perpindahan antar benua dalam hitungan jam, menjadi hal yang biasa. Serta muncul nya ideologi-ideologi baru seperti kapitalis, liberal, sekular, nasionalis, sosialis –demokrat ataupun radikal–, bahkan atheisme sangat subur di abad 20. Dan mengapa rentetan kemunculan agama-agama besar justru pada saat kebudayaan manusia masih stagnan? Saat pola pikir manusia masih sederhana.

Dari rangkuman diatas, timbul lah sebuah pertanyaan?

Mengapa saat manusia mencapai puncak peradaban, dengan perubahan pola hidup serta pola pikir yang drastis tidak lagi bermunculan agama baru diluar agama-agama yang ada sekarang?

Disusul sebuah jawaban!

Karena agama muncul bukan untuk menyesuaikan dengan peradaban manusia, namun sebagai pendongkrak peradaban manusia, dan kenapa dalam 500 tahun terakhir tidak lagi bermunculan agama-agama baru? karena manusia sudah mendekati puncak peradaban!

Oleh : Muhammad jundi robbani


Related Posts :