Jumat, 09 Maret 2012

Kebenaran Holocaust Part II

Pembantaian ini terus berlangsung hingga 1942, saat blok fasis mencapai titik balik mereka. Jerman, Jepang dan Italia mulai mengalami kekalahan di mana-mana, hingga perang benar-benar berakhir pada 1945. Barulah saat Prancis, Polandia, Dll. Dibebaskan oleh sekutu, terungkaplah pembantaian yang dilakukan Hitler. Dan tahukah relevansi Zionis dengan pembantaian ini? Seperti kutipan pada pembukaan artikel, bahwa PD II pun merupakan rancangan skenario besar mereka, termasuk sebagian besar sejarah di abad ke 20 adalah garis besar dari hasil konfrensi Zionis Internasional di Basel, Swiss yang berlangsung pada akhir abad ke 19. Holocaust pun merupakan bagian dari skenario zionis tersebut, sebuah perjanjian kotor telah tercipta antara Hitler dan Zionis sebelum PD II. Dengan menciptakan sebuah skenario orang tertindas, Zionis menumpahkan darah saudara nya sendiri ditengah belantara eropa dengan kebuasan Hitler. Walaupun korban Holocaust ini tidak sebanyak yang digembar-gemborkan Zionist sekarang.
Dan kembali ke tujuan awal, dengan pengorbanan darah jutaan kaum Yahudi inilah, kaum Zionis mencari ‘kompensasi’ mereka pasca PD II, yaitu tanah yang dijanjikan. Adapun latar belakang lain perjanjian ini adalah sulitnya mengajak masyarakat yahudi di Eropa untuk meninggalkan negaranya dan berpindah ke Palestina. Karena para Judais ini (kaum Yahudi yang berorientasi agama) telah merasa berbaur dengan masyarakat Eropa dan menganggap Yahudi hanyalah sebuah agama, bukanlah ras istimewa yang berbeda dari bangsa lain. Maka dari itu para Zionist berusaha mencari akal agar kaum yahudi ini merasa tidak nyaman tinggal di tempat mereka dan mulai menyetujui untuk berpindah ke palestina, yaitu dengan ideologi anti-semit. Berbagai propaganda tentang anti-semit ini berseliweran di eropa selama puluhan tahun, salah satunya melalui media. Namun apa daya kaum Yahudi telah merasa mendarah daging dengan masyarakat tempat mereka tinggal dan tetap menolak untuk pindah. Karena itu anti-semit yang lebih ekstrem pun diperlukan, maka dibuatlah sebuah perjanjian dengan Hitler. Untuk semakin mendorong kaum Yahudi untuk pindah, demi terwujud nya cita-cita para Zionis, pulang ke tanah yang dijanjikan.
Lalu pasca pertumpahan darah Holocaust, secara sepihak Zionis melakukan Migrasi besar-besaran dan menduduki Palestine pada 1948. Lalu memproklamasikan berdirinya Israel Raya, yang langsung diakui secara de facto oleh Inggris dan USA 10 menit kemudian. Jadi tanah Palestine inilah kompensasi yang diminta Zionis atas pengorbanan jutaan umat Yahudi pada PD II. Bahkan sebelumnya Inggris telah memberikan opsi atas ‘tanah yang dijanjikan’ kepada Zionis, sebuah daerah strategis dan kaya akan sumber daya alam di sekitar Afrika selatan, namun Zionis dengan tegas menolak dan menunjuk sebuah wilayah di timur tengah sebagai negara mereka, yaitu Palestine.
Pendudukan Zionis terhadap Palestine, bukan tanpa perlawanan. Fakta nya pada 1960-an 10 Negara Arab bersatu melakukan aliansi dan menyerang Israel dengan setengah juta pasukan. Namun apa daya, pasukan ini dipukul balik oleh Israel yang hanya memiliki pasukan setengahnya. Maka semakin luaslah kekuasaan Israel di Palestine. Dan puluhan tahun pasca PD II, propaganda Zionis masih terus berlangsung. Contohnya adalah, setiap kunjungan resmi ke Israel selalu diawali dengan kunjungan ke museum holocaust Yad Vashem, (Itulah persinggahan pertama di jalan dari bandara, ke hotel mana pun di Yerusalem). Tujuannya adalah menegaskan relevansi Israel dan Holcaust, dan memperlihatkan negeri ini sebagai sebuah surga bagi mereka yang selamat darinya. Serta tujuan kedua adalah menimbulkan rasa bersalah dalam diri pengunjung.

Terinterpretasi oleh seorang pemikir agung:
http://www.harunyahya.com/en/books/3764/The_Holocaust_Violence/chapter/4904

Oleh : Muhammad jundi robbani


Related Posts :