Jumat, 09 Maret 2012

Kebenaran Holocaust

Blackbox Perang Dunia II masih belum terbuka sepenuhnya. Berbagai spekulasi tentang peristiwa itu pun hilir mudik pada perbincangan sosial sampai sekarang. Dan hal yang paling kontroversi hingga kini adalah Holocaust, sebuah tragedi kemanusiaan atas pembantaian jutaan umat yahudi oleh nazi saat perang dunia berlangsung. Pro kontra terus bergulir seiring waktu, berbagai isu besar setelah nya pun tak mampu menelan kehausan rasa ingin tahu masyarakat dunia atas kebenaran tragedi ini. Pernahkah Holocaust Terjadi?
Sebagai pembuka artikel, biarlah penulis mengambil kutipan dari seorang wakil zionis internasional.
‘Sama seperti setelah Perang Dunia I, negara-negara pemenang akan menggambarkan peta geografi baru dunia ketika perang kali ini usai. Karena alas an itu, kita harus melakukan segala yang kita mampu untuk mengubah wilayah Israel menjadi Negara Israel di saat perang berakhir. Namun, kita juga harus sadar bahwa pihak sekutu telah kehilangan, dan sedang kehilangan banyak darah selama perang. Karena itulah, jika darah kita sendiri tak tumpah, maka hak apakah yang dapat kita miliki untuk meminta tanah di meja perundingan pasca perang?... Kita hanya akan memiliki tanah sendiri dengan menyebabkan darah kita sendiri mengalir’
-Nathan Schwalb
Kutipan diatas secara garis besar telah merepresentasikan garis besar artikel ini. Bahwa begitu banyak sejarah dunia yang tak lebih dari ‘skenario besar’ para zionis. Berikut adalah pembahasan sepak terjang nazi & zionis pada Perang Dunia II.
Sebelum Holocaust terjadi (39’-42’) sebetulnya kaum Yahudi di jerman telah begitu terkekang. Semenjak tahun 1933 saat Hitler keluar penjara, lalu Partai Nazi yang didirikan-nya pada 1921 memenangkan pemilihan dan ia naik tahta menjadi Kanselir. Di sisi lain, kenaikan Hitler ini dibarengi dengan keruntuhan Weimar Republic (penguasa Jerman pasca PD I) pada tahun yang sama. Segera setelah menjadi Kanselir, Hitler memberlakukan berbagai undang-undang yang sangat menekan kaum Yahudi pada regionalnya, hingga puncaknya tragedi ‘malam kaca’ (sebutan untuk kejadian ini) di tahun 1939. Saat semua toko-toko milik orang Yahudi dipecahkan seluruh kaca nya, oleh orang-orang Hitler. Bahkan setelah kejadian itu, kaum Yahudi sendiri lah yang dipaksa Hitler membayar denda atas segala kerugian malam itu.
Sampai saat itu, berita tentang penindasan kaum Yahudi telah tersebar ke seluruh Eropa. Namun pihak sekutu masih mampu menahan diri mengingat dampak-dampak yang dapat disebabkan oleh Hitler dan pasukannya. Barulah saat Polandia diduduki, sekutu tidak dapat menahan diri dan pecahlah Perang Dunia II. Lalu dimulailah Holocaust, diiringi dengan berdiri nya kamp-kamp konsentrasi di daerah-daerah taklukan Jerman. Dengan berpusat di Kamp Auschwitz, giringan kereta ternak berisi ratusan manusia berduyun-duyun dikirim ke kamp-kamp konsentrasi yang tersebar hampir di seluruh Eropa. Sebagian besar berisi ras Yahudi yang memang paling diburu oleh Hitler.
Sebagai catatan, sebagian korban Yahudi yang dibunuh Hitler merupakan Yahudi murni yang mengamalkan kitab-kitab taurat, dan masih menjadi pengikut Nabi Musa, jadi berbeda dengan Zionis yang telah meninggalkan Taurat dan menggunakan Talmud. Dan sebagian besar Yahudi ini adalah tipe aslimilasionis yang telah membaur dengan masyarakat Eropa saat itu. Lalu setelah jutaan manusia itu diperas tenaga nya seperti kain pel, barang-barang berharga mereka diambil, dan dikirim ke kamar-kamar gas.

Berlanjut ke Kebenaran Holocaust Part II.

Oleh : Muhammad jundi robbani


Related Posts :