Selasa, 27 Maret 2012

Sandiwara Cinta Segitiga Konspirasi Timur Tengah Part. III

Terlepas banyaknya pro-kontra yang timbul pasca part II diturunkan. Saya melihat banyak fakta tanggung yang sebagian orang mengaggap dasar yang saya pakai sangat lemah, penuh simplifikasi, serta terlalu spekulatif. Disini akan saya bahas tuntas secara sistematis tentang alasan Israel mendukung Iran pada perang teluk I yang bersebrangan dengan USA. Serta akan saya bahas pula sistematika Internal perekrutan para pemimpin negara yang bersangkutan.

Pertama yang saya angkat adalah teori “musuh bersama”. Jika kita lihat secara general, perlakuan mayoritas Syiah terhadap Sunni sudah sangat terlihat. Contohnya adalah perlakuan Rezim Suriah terhadap warganya yang beraliran Sunni, ratusan kabar miring akan anda dapatkan terkait hal ini. Lalu, kembali ke inti permasalahan. Masih ingat artikel part II yang mengatakan soal pelegalan pendirian peribadatan Yahudi, dibanding masjid Sunni di Iran. Dalam hal ini sangatlah jelas sudut pandang Ahmedinejad terhadap kaum Sunni yang tidak jauh berbeda dengan Rezim Suriah. Bagaimana, sebuah Republik Islam lebih menghargai warga Yahudi dibanding warga muslim Sunni di negaranya sendiri, yang dalam hal ini tidak punya kesalahan apa-apa. Lalu darimana datangnya sentimen yang begitu tinggi terhadap golongan Sunni? Disisi lain kita pun mengetahui bagaimana kebencian Zionist dan negara-negara barat terhadap muslim Sunni. Mari kita kembali ke perang teluk I. banyak titik balik yang tidak kita sadari dari konspirasi yang telah tersusun sedemikan sistematis.

Pertama – tama, anda tau pernyataan Ariel Sharon pada 1982 terkait perang teluk? Begini kutipan pernyataan beliau “Israel mempunyai kepentingan vital terhadap kelanjutan perang di Teluk Persia, dan terhadap kemenangan Iran.” Pada statement tersebut, kita telah mengetahui, selain karena faktor “musuh bersama” masih ada kepentingan vital lain di Iran, yang membuat Israel menyokong persenjataan Iran pada perang teluk I melalui Amerika yang kemudian terkenal dengan kasus “iran gate”. Padahal saat itu Amerika berdiri di sisi lain. Pada penjelasan – penjelasan dibawah lah akan jelas terlihat titik temu ketiga negara ini, silahkan disimak.

Dewasa ini, sangatlah banyak pengagum Iran dari kalangan internal Islam. Seolah-olah hanyalah Iran yang berani unjuk taring melawan hagemoni Israel. Sebelumnya, mari kita kembali ke 1960-an saat otoritas negara Sunni masih belum tersentuh barat. Dari sejarah, dapat kita lihat bagaimana reaksi negara-negara Sunni, terhadap Palestine. Sebuah solidaritas pasti, yang diimplementasikan dalam berbagai aspek, seperti ekonomi dan militer. Contohnya adalah perang 6 hari yang telah saya bahas di part I, tentang 10 negara Arab yang bersatu melawan Israel. Yang semuanya adalah negara muslim Sunni. Selanjut nya ada perang Yom Kippour, yaitu Mesir dan Suriah, melawan Israel. Meski perang 5 tahun ini lagi-lagi berakhir dengan kemenangan Israel. Namun menunjukkan Solidaritas tinggi negara-negara muslim Sunni, terhadap Palestine. Yang ditunjukkan secara nyata. Dan kita semua tahu dalam perang ini, AS menyokong penuh Israel. Tahukah anda reaksi Arab Saudi saat itu? Raja Faisal, Raja Arab Saudi saat itu. Langsung mengembargo minyak ke Israel, meski pada 1975 Raja Faisal dibunuh. Dan keran minyak ke AS kembali dibuka. Bisa ditebak siapa pelaku pembunuhan?

Bersambung ke part IV

Oleh : Muhammad jundi robbani


Related Posts :