Rabu, 28 Maret 2012

Sandiwara Cinta Segitiga Konspirasi Timur Tengah Part. V

Perubahan pandangan politik yang tiba – tiba dari AS ini terkesan sangat janggal bagi saya. Apalagi saat itu Shah Muhammad Reza Pahlevi langsung menuruti apa kata AS untuk bersikap lunak pada rakyatnya. Yang mana hal ini justru membuka ruang bagi rakyat untuk menggulingkan Rezim Shah. Apalagi saat itu Shah Muhammad telah menderita penyakit kanker, ada indikasi bahwa AS telah mengetahui ini, dan sedang mencari pengganti Shah. Yang sama – sama loyal, dan sama – sama mau didikte.

Dan benar saja momen ini langsung dimanfaatkan rakyat Iran untuk menggulirkan revolusi, yang mengatasnamakan revolusi Islam. Dan pilihan pemimpin revolusi jatuh pada Khomeini, seorang kakek 80 tahun yang saat itu dianggap sebagai musuh utama rezim Shah. Siapa sangka pasca revolusi Khomeini justru memonopoli kekuasaan dan menggunakannya untuk golongan pribadi (syiah).

Selama enam bulan pada tahun 1979, perhatian pers dunia tertumpah pada revolusi Iran. Berbagai media massa internasional berusaha mewawancarai Khomeini yang kala itu bermukim di Prancis. Bahkan Khomeini dijaga sangat ketat disana, dan media yang meliput tidak lain adalah media raksasa barat. Yaitu BBC inggris. Peran yang dimainkan BBC demikian besar dalam mensukseskan revolusi, sebab BBC adalah satu-satunya radio bahasa Persi yang diperhatikan oleh rakyat Iran. Dan mengingat BBC adalah jelmaan politik Inggris, dan sikap BBC yang ‘melindungi’ Khomeini dan revolusinya, adalah bagian dari politik Inggris, hal ini menunjukkan bahwa negara-negara besar itu telah sepakat untuk menyingkirkan Shah.

Karenanya revolusi yang berjalan pada 1979 dan berakhir pada tahun yang sama, terbilang cukup mudah hanya dengan beberapa konfrontasi kecil. Padahal militer Iran bisa dibilang tangguh saat itu. Kebingungan saya adalah, mengapa AS tidak berusaha melawan gelombang revolusi Shah yang saat itu sangat menguntungkan AS. Mengingat Iran adalah penghasil minyak terebesar ke 3 di dunia. Hanya dengan serangkaian konfrontasi kecil, Jenderal Korbaghi yang menjabat sebagai pemimpin tertinggi angkatan bersenjata Iran menyerah pada Khomeini. Masuk akal kah?

Maka secara logika menumbangkan kekuasaan yang sebelumnya didukung penuh oleh AS dengan 50 ribu penasehatnya, adalah perkara yang sulit diterima jika terjadi tanpa dukungan internal AS sendiri. Bahkan dalam hal ini BBC turut membantu, terlihat jelas kecondongan barat justru terarah pada Khomeini.

Dari penjelasan panjang diatas, sudah pahamkah kejanggalan revolusi Iran? Apa masih ada indikasi pengaruh AS masih bercokol? Tentu saja masih! Dan pemerintahan Ahmedinejad, adalah pemerintahan yang sama dalam Orde Syiah Khomeini. Tentu kepentingan AS pun masih bermain di negeri ini. Soal AS yang mengambil peran menjadi teman Irak pada perang teluk I, itu untuk meyakinkan dunia bahwa AS telah menjadi musuh Iran. Dari rentetan penjabaran diatas, Masuk akal bukan?

Maka sebuah rancangan konspirasi telah terlihat dari sini. Karena semua aspek yang dibutuhkan untuk konspirasi berskala global telah didapat. Yaitu media raksasa, serta para pucuk pimpinan dari masing-masing negara, yang telah punya hubungan khusus. Dan hal itu bisa kita liaht sekarang, dari sekian banyak kecaman dan ancaman dari 3 pihak yang bertikai. Seberapa banyak yang telah terealisasi?

Semoga penjabaran diatas cukup untuk membuka mata kita, tentang banyaknya kejanggalan historis dari negara – negara yang bersangkutan.

Sumber:
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1987/06/06/LN/mbm.19870606.LN31510.id.html
http://dunia.vivanews.com/news/read/202358-khomeini-pulang--revolusi-iran-dimulai

Oleh : Muhammad jundi robbani


Related Posts :