Jumat, 15 Juni 2012

Belanda Belum Menyerah

Persaingan ke tangga juara Piala Eropa 2012 masih belum berubah. Nama Jerman, Spanyol, Perancis, Italia, Inggris dan Belanda tetap berkibar. Hanya saja perjuangan Belanda sangat berat dibanding para seterunya itu. Kekalahan 1-2 dari Jerman menenggelamkan Tim Orange di dasar klasemen sementara Grup B yang terbilang keras. Belanda harus bisa memenangkan laga terakhirnya melawan Portugal, 18 Juni mendatang, dengan syarat pada waktu yang bersamaan Denmark juga kalah dari Jerman. Mengantongi dua kemenangan, Tim Panzer memang di atas angin lolos ke perempatfinal. Bisa saja, pasukan Joachim Loew terlempar bila kalah dari Denmark dan Portugal juga menang atas Belanda. Jadi dua tim yang lolos dari Grup B masih akan ditentukan pada laga terakhir.

Bagi penggemar tim Orange, dua kekalahan beruntun Belanda memang mengecewakan. Tapi, peluang tetap terbuka. Setipis apapun peluang, bila dimanfaatkan dengan baik, akan mendatangkan prestasi. Memang, minimal Belanda harus mencetak dua gol ke gawang Portugal, suatu perjuangan yang sangat berat, mengingat “Tim Selecao” termasuk salah satu tim yang punya kualitas. Pada kesimpulannya, laga di Grup B akan terus tegang hingga akhir babak penyisihan dan tak semua tim di grup itu optimistis bakal lolos ke perempatfinal. Belanda, meski berada di dasar klasemen sementara tetap masih menyandang predikat favorit juara. Memang dibanding seterunya, perjalanan Tim besutan Bert Van Marwijk lebih berat.

Kekalahan dari Denmark 0-1 di laga pertama membuat para pemain saling menyalahkan. Van Marwijk pun merasa galau dengan kondisi itu. Kalau saja Robi Van Persie dkk bermain lebih tenang dan mengandalkan kerjasama kondisinya akan lain. Gempuran bertubi-tubi yang menciptakan peluang bisa berubah gol. Permainan itu kembali terulang saat melawan Jerman. Peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan Van Perise dkk. Kekhawatiran muncul pada diri Van Marwijk punggawanya menyimpan trauma pada saat melawan Portugal. Apabila benar terjadi, maka ini menjadi prestasi terburuk Tim Orange berlaga di pentas Eropa, pulang lebih awal . Dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan, Van Marwijk tetap optimis pasukannya bisa mengatasi tekanan. Persie dkk sudah belajar banyak dari kesalahan saat melawan Denmark dan Jerman. Sukses atau tidaknya Belanda tetap berbicara di Piala Eropa ditentukan pada laga ini.

Dibanding saat melawan Denmark dan Jerman, Belanda melakoni partai itu sebagai yang difavoritkan. Sebaliknya, melawan Portugal, Tim Orange sebagai tim underdog. Kondisi ini tentu lebih menguntungkan. Di lain pihak, Portugal justru menyandang beban harus menang demi mengamankan peluangnya ke perempatfinal. Penampilan buruk pada dua penampilan sang Predator Cristiano Ronaldo membuat galau sang pembesut Paulo Bento.Tapi, ia menepis rumor itu dengan jawaban klise, permainan sepakbola adalah permainan tim, bukan permainan individu. Dari 11 pemain yang ada di lapangan semua berhak mencetak gol dan membawa timnya meraih kemenangan. Jadi, tidak semata hanya Ronaldo.

Laga terakhir di Grup B tetap panas. Van Marwijk dan pasukannya belum menyerah. Seperti layaknya tim-tim yang dihuni pemain bintang selalu memberi perlawanan a lot sebelum pertandingan usai. Karena itu, Van Marwijk meminta agar pemainnya lebih memusatkan konsentrasinya menghadapi laga terakhir. Kalaupun harus menyerah, menyerah hingga akhir pertandingan. Sepakbola bukanlah hitungan matematika. Semua bisa terjadi. Bukan tak mungkin, Jerman yang telah mengantongi 6 poin dari dua kemenangan justru terlempar dari persaingan, kalau Bastian Schweinsteiger terjungkal di tangan Denmark dan Portugal menang atas Brlanda. Perlu diingat siapa yang memprediksi Korea Selatan sukses ke semifinal Piala Dunia 2002 silam dengan menghempaskan Spanyol dan Italia. Begitulan sepakbola, penuh misteri dan teka teki.

Oleh : Sampurno Hernugroho


Related Posts :