Selasa, 19 Juni 2012

Dampak Teknologi terhadap Manusia Part.2

Teknologi Perusak Lingkungan Hidup

Teknologi bisa menjadi ancaman tersendiri bagi lingkungan hidup. Penyalahgunaan teknologi ini seringkali dipelopori industri raksasa yang ingin mengeruk lembaran uang demi kepentingan pribadinya. Perkembangan teknologi juga dituntut oleh kepentingan pemilik modal dan persaingan pasar yang membutuhkan produk dengan harga dan kualitas bersaing. Pemilik modal tidak segan-segan mengeruk kekayaan alam tanpa peduli dengan generasi masa depan. Mereka menggunakan berbagai teknologi untuk menggunduli hutan tanpa memperdulikan pentingnya pohon dalam keseimbangan kehidupan umat manusia. Berbagai alat berat diselundupkan ke hutan agar pemilik modal bisa menebang pohon dengan leluasa. Mereka terus mengotori udara dengan asap pabrik tanpa memperdulikan kesehatan manusia. Semua itu dilakukan hanya untuk mendapatkan lembaran uang. Selain itu, asap yang dihasilkan kendaraan bermotor juga menjadi ancaman besar bagi lingkungan hidup. Asap tersebut bisa menimbulkan polusi udara yang membuat pernafasan kita terganggu.

Kapitalis menganggap teknologi sebagai mesin uang yang bekerja untuk kepentingan mereka. Dalam idelogi kapitalisme, uang adalah segalanya. Kapitalisme memang meniadakan keadilan dan keseimbangan lingkungan hidup karena mereka berpedoman pada prinsip “mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan pengorbanan sekecil-kecilnya.” Mereka tidak mau berkorban banyak untuk mendukung bisnis. Mereka justru mengorbankan alam untuk kepentingan egois. Teknologi hanyalah komoditas yang digunakan pemilik modal untuk meraih keuntungan. Perkumpulan aktivis lingkungan hidup yang disebut sebagai Green Peace membuat pernyataan menarik atas fenomena ini. Ketika pohon terakhir di bumi ini sudah tumbang, orang pun sadar bahwa uang tidak bisa dimakan. Pernyataan ini menggambarkan betapa bodohnya kaum kapitalis yang sangat agresif untuk mencari uang tanpa memperdulikan lingkungan hidup. Kehidupan perlu keseimbangan dan lingkungan hidup diperlukan untuk menjaga keseimbangan tersebut.

Teknologi “Menentang” Kekuasaan Tuhan

Teknologi diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia dan mewujudkan apapun keinginan mereka. Sayangnya, perkembangan teknologi yang tanpa batas ini juga mendorong manusia untuk menentang kekuasan Sang Pencipta. Sains seharusnya mendekatkan manusia kepada Tuhan karena mereka bisa lebih mengenal tanda-tanda kekuasaan Tuhan yang tanpa batas ini. Tetapi, mereka malah menciptakan teknologi yang menentang kekuasan-Nya secara terang-terangan. Teknologi justru melahirkan orang-orang sombong yang merasa serba bisa dan mengesampingkan ajaran agama yang sangat mulia.

Kloning adalah terobosan baru dalam sains yang ditemukan pada akhir abad 20. Kehadiran teknologi ini menimbulkan kontroversi yang tidak ada ujungnya. Teknologi kloning memang sangat luar biasa karena manusia bisa menciptakan tiruan makhluk hidup yang mempunyai tingkat kemiripan sempurna. Kloning manusia sangat dilarang oleh agama dan norma lainnya yang berlaku. Jika seseorang ingin tampil cantik, dia bisa meminta dokter untuk melakukan operasi plastik. Dia hanya tinggal meminta bagian tubuh mana yang ingin dimodifikasi. Pasien bisa meminta dokter untuk merombak wajahnya secara total asal dia mempunyai uang yang cukup untuk membayar biaya operasi. Pria juga bisa menjadi wanita dengan melakukan operasi alat vital. Tindakan merubah bentuk fisik ini jelas sangat dilarang dalam ajarang agama manapun. Tindakan ini menunjukkan rasa tidak puas atas apa yang diberikan Tuhan terhadap manusia. Mengubah ciptaan Tuhan adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan. Bahkan, ada ilwuman yang mengaku bisa menciptakan “roh” buatan dengan teknologi baru. Ilmuwan juga mengaku bisa membuat “matahari”. Kenyataan ini justru membuat manusia merasa semakin sombong dan merasa tidak perlu lagi bersujud kepada Sang Pencipta.

Oleh : Kevin Wahyono


Related Posts :