Rabu, 20 Juni 2012

Dampak Teknologi terhadap Manusia Part.3

Teknologi Memicu Tindakan Kriminal

Teknologi tidak selalu digunakan untuk perbuatan baik. Teknologi bisa digunakan untuk perbuatan tercela dan melanggar hukum. Kita seringkali menyaksikan berita kriminal di layar kaca, dan peristiwa seperti itu terus terulang kembali setiap hari. Tidak ada hari tanpa tindakan kriminal. Teknologi bisa memicu kriminalitas karena penjahat bisa menggunakan teknologi untuk melakukan berbagai tindakan yang melanggar hukum. Mereka bisa menggunakan pistol yang mampu merenggut nyawa dalam sekali tembak. Benda seperti ini bisa didapat dengan mudah di pasar bebas. Teknologi juga melahirkan alat pembunuh lainnya yang sering digunakan untuk tindakan kriminal. Pencurian dan perampokan adalah bagian dari tindakan kriminal yang sering kita saksikan di layar kaca. Pencuri bisa menggunakan berbagai cara untuk mencuri harta orang lain secara cepat. Pencuri juga bisa kita temui di dunia maya. Hacker bisa mencuri data-data penting dari korbannya dengan mudah hanya dengan modal internet dan software “jahat”.

Teknologi Internet dan Penipuan

Manusia modern sering menggunakan waktunya untuk menjelajahi dunia maya dan mencari berbagai informasi penting yang bisa berguna untuk mendukung kepentingannya. Internet memang salah satu penemuan paling bermanfaat yang mengubah kehidupan manusia. Sejak internet diciptakan, manusia bisa berkomunikasi dengan mudah tanpa perlu menghabiskan banyak tenaga dan waktu. Sayangnya, internet juga menjadi lahan baru bagi para penipu untuk mendapatkan keuntungan dari korbannya. Internet rawan dengan penipuan. Informasi yang kita dapatkan di internet belum tentu benar. Kita masih perlu memverifikasi informasi apapun dari internet karena kita bisa menjadi korban penipuan jika tidak bersikap hati-hati.

Orang bisa menggunakan internet dengan bebas. Setiap orang berhak menggunakan internet untuk mendapatkan informasi. Internet juga menjadi tempat yang tepat bagi siapapun yang ingin mencari informasi dalam hitungan detik. Arus informasi di internet memang begitu deras dan tidak bisa dibendung lagi. Sayangnya, teknologi ini juga memudahkan siapapun untuk berbohong karena siapapun bisa menjadi apapun yang mereka suka di internet. Pengangguran bisa saja mengaku sebagai motivator di internet. Wanita juga bisa mengaku sebagai pria di internet. Teknologi ini tidak memerlukan verifikasi untuk setiap data yang masuk dalam jaringannya. Sebagai akibatnya, internet dipenuhi dengan penipu yang ingin mengambil uang dari korbannya dengan cara yang tidak halal. Kasus penipuan di internet sering terjadi. Banyak sekali program yang menawarkan rahasia cepat kaya di internet dan orang harus membeli rahasia tersebut dengan biaya yang tidak murah. Padahal, rahasia cepat kaya tersebut adalah penipuan yang dibalut dengan janji manis. Banyak sekali konsumen yang merasa dirugikan oleh toko online gadungan. Setelah mereka mentransfer uang ke rekening penjual, barang yang diinginkan tidak juga dikirIm. Penjual kabur membawa uang pembeli, dan korban hanya bisa menyesali kebodohannya.

Oleh : Kevin Wahyono


Related Posts :