Rabu, 20 Juni 2012

Dampak Teknologi terhadap Manusia Part.4

Teknologi Mengubah Sistem Pendidikan

Teknologi juga mempunyai peran besar dalam perkembangan pendidikan di negara ini dan di negara lain. Teknologi mempermudah proses belajar dan setiap siswa bisa memanfaatkan teknologi untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi baru setiap hari. Sayangnya, teknologi ini juga membuat siswa menjadi malas belajar. Ketika mereka menerima tugas dari guru, mereka tidak mau mengejakan tugas itu dengan jujur. Mereka hanya tinggal mencari informasi di internet dan mereka bisa mengerjakan tugas sulit tersebut hanya dengan menekan tombol copy dan paste. Semudah itulah tugas dikerjakan. Plagiarisme didorong oleh kemajuan teknologi yang memberikan informasi yang begitu melimpah dan siapapun bisa mengakses informasi tersebut untuk kepentingan mereka. Ketika mahasiswa diberi tugas oleh dosennya, mereka tinggal menyalin informasi yang didapatkan di internet. Paper yang tebalnya puluhan halaman bisa jadi hanya dalam beberapa menit. Menjelang akhir semester, mahasiswa sering dihujani tugas kuliah. Tugas tersebut menjadi tekanan yang cukup berat bagi mahasiswa. Bahkan, dosen juga turut berpartisipasi dalam kegiatan plagiarisme ini. Di sebuah universitas ternama di negeri ini, seorang dosen mencomot berbagai artikel dan tulisan di internet. Kumpulan informasi tesebut dikompilasikan dalam satu buku, dan dosen itu membubuhkan namanya di sampul depan “buku” tersebut”. Setelah itu, buku itu dijual kepada mahasiswa dengan harga yang sangat mahal. Dengan kehadiran internet dan tombol “copypaste”, plagiat bisa dilakukan dengan mudah. Bahkan, ada sekumpulan orang aneh yang mendirikan “agama” tak jelas untuk mensakralkan ajaran “copypaste” tersebut.

Teknologi dan Degradasi Moral

Industri porno adalah salah satu industri paling menjanjikan. Industri ini mampu menghasilkan begitu banyak uang dalam waktu singkat. Industri ini memang mampu memenuhi kebutuhan manusia terhadap seks. Banyak sekali bintang-bintang porno bermunculan karena mereka menginginkan harta melimpah dari bisnis ini. Kehadiran teknologi juga memicu pertumbuhan bisnis seks tersebut. Para pelaku industri ini bisa memperbanyak hasil karyanya dengan mudah dan mereka bisa menjualnya ke jutaan konsumen di seluruh penjuru dunia. File digital bisa diperbanyak dan disebarluaskan dengan mudah. Sebagai akibatnya, banyak generasi muda tertarik untuk menikmati tontotan konsumsi dewasa tersebut. Mereka sudah pasti mau mengeluarkan uang untuk menikmati tayangan yang merusak moral itu. Industri porno juga tidak mau memproduksi film porno jika tidak ada orang yang mau membelinya. Penikmat film porno tersebut tidak sekedar menyaksikan tayangan porno. Mereka juga terdorong untuk bisa menikmati apa yang dilakukan oleh pemain dalam film tersebut. Akibatnya, perilaku seks bebas mulai dilakukan oleh penikmat tayangan porno tersebut. Kita bisa menyaksikan sendiri berita di media massa yang menginformasikan betapa pesatnya perkembangan kasus skandal seks bebas ini. Seks bebas yang terus meningkat dipengaruhi oleh industri porno yang menyajikan tayangan tak bermoral tersebut. Seks bebas dan pornografi adalah dua hal tak terpisahkan.

Pencegahan Dini untuk Menekan Dampak Negatif Teknologi

Teknologi bisa membawa dampak negatif yang begitu besar kepada setiap orang. Pencegahan sejak dini memang diperlukan untuk menekan dampak negatif teknologi. Setiap orang perlu menggunakan teknologi dengan tepat sesuai dengan tujuan teknologi tersebut diciptakan. Jika teknologi memang diciptakan untuk tujuan tidak baik, perkembangan teknologi itu harus dihentikan. Teknologi apapun harus bermanfaat bagi umat manusia. Teknologi bisa membawa ideologi jahat yang meracuni pemikiran generasi muda. Oleh karena itu, orang tua harus bisa berkomunikasi kepada putra-putranya dengan baik sehingga mereka bisa membedakan hal yang baik dengan hal yang buruk. Orang tua perlu membina dan mendidik generasi masa depan untuk menggunakan teknologi secara bijak. Teknologi memang memudahkan siapa saja untuk mengakses informasi. Remaja bisa menggunakan handphone dan internet untuk mengakses konten pornografi dengan mudah dan murah. Pendidikan karakter memang diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dari penyalahgunaan teknologi. Selain itu, setiap manusia harus belajar untuk menggunakan teknologi demi tujuan baik dan tidak merusak lingkungan hidup.

Oleh : Kevin Wahyono


Related Posts :