Kamis, 21 Juni 2012

Rademel Falcoa Tetap Bersama Atletico Madrid

Nama Rademel Falcoa, memang tak setenar Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo. Tapi, kualitas skill yang dimiliki bisa dibilang sebanding. Hanya saja, pemain asal Kolombia ini berada di klub yang kurang tenar seperti Barcelona, Real Madrid, Chelsea, Manchester City atau Manchester United. Kalau saja Falcoa berada di salah satu klub tersebut, namanya akan melambung dengan bayaran yang mahal pula. Tapi, nasib orang, memang berbeda. Meski hanya sebagai turnamen kasta kedua, bagi Falcoa kesuksesannya menjadi sejarah hidupnya. Dua kali beruntun, ia membawa klub yang berbeda menjuarai Piala UEFA, ajang bergengsi klub-klub Eropa di bawah Liga Champions. Pada 2011 bersama Porto FC, dan kini bersama Atletico Madrid. Pada dua partai final, Falcoa pun menyumbang gol. Tahun lalu satu gol, tahun ini dua gol. Tentu sangat membanggakan bisa memcetak gol di laga final dan sekaligus membawa timnya juara.

Kini Falcoa salah satu pemain yang diperebutkan banyak klub. Chelsea dan Totteham Hotspur berkeinginan mendatangkan Falcoa adalah Chelsea dan Tottenham Hotspur. Sayang, setelah membawa timnya juara, Falcoa langsung meengutarakan tetap akan bersama Atletico. Tentu komennya membuat gigi jari para peminat. Tapi, ini sepakbola, segala kemungkinan bisa terjadi. Hari ini menyatakan tetap bersama klub, tapi beberapa hari kemudian sudah teken kontrak dengan klub lain. Apalagi salah satu peminatnya Chelsea. Kita tahu siapa pemilik The Blues ? Bila ada keinginan berapa harganya, Roman Abramovic pasti mau merogoh koceknya dalam-dalam. Tapi, Falcoa tetap pada pendiriannya. Pemain asal Kolombia ini mengatakan, fokus kali ini bukan pindah klub, tapi ingin membawa Atletico tampil di Liga Champions. Bagi Atletico, ini gelar yang kedua, gelar pertama diraihnya pada 2010 silam.

Bukan hanya mengalahkan Atheletic Bilbao di final, kiprah Atletico Madrid di Liga Eropa terbilang sensasional. Falcoa dkk hadir sampai partai puncak setelah meraih 11 kemenangan secara beruntun sejak dikalahkan Udinese di fase grup. Dan, berlaga di final merupakan yang ke delapan pada tim besutan Diego Simeone. Memang, kemenangan Atletico di luar dugaan. Pasalnya, di kompetisi lokal, prestasi Atletico tidak menonjol. Yang pasti kemenangan ini menyelematkan muka Spanyol di ajang antarklub Eropa. Dua tim papan atas Spanyol, Real Madrid dan Barcelona terganjal di semifinal Liga Champions. Madrid di singkirkan Bayern Muenchen, sedangkan Barcelona kalah dari Chelsea.

Suksesnya Atletico Madrid, bukan hanya kehebatan Rademel Falcoa semata. Tapi, kiper muda Thibaut Courtois yang masih berusia 19 tahun. Kiper muda yang dipinjamkan Chelsea ini juga tampil gemilang dan sukses menggagalkan beberapa peluang Athletic Bilbao. Courtois mengatakan sejak dirinya dipinjamkan ke Atltetico dan mendapat kepercayaan dari pelatih Simeone, kepercayaan dirinya meningkat. Dengan kepercayaan dirinya yang meningkat, semakin bisa menunjukkan kemampuannya. Dirinya mengaku beruntung, kalau saja tetap di Stamford Bridge dirinya sulit berkembang karena kiper utamanya Petr Cech masih menjadi andalan. Dan bersama Atletico, Courtois telah bermain 3 kali di berbagai kompetisi.

Oleh : Sampurno Hernugroho


Related Posts :