Jumat, 20 Juli 2012

Mengelola Sampah Rumah Tangga (bagian 1)

Tahukah Anda bahwa penyumbang sampah terbesar pada lingkungan adalah rumah tangga? Setiap rumah tangga memproduksi sampah tidak kurang dari 2 Kg per hari. Dan hal ini akan meningkat terus seiring dengan semakin meningkatnya kesejahteraan keluarga. Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang baik seharusnya dimulai dari lingkungan rumah tangga tersebut.

Secara umum rumah tangga menghasilkan dua jenis sampah yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Dalam pengelolaannya, kedua jenis sampah ini memerlukan perlakuan yang berbeda.

Sampah organik dikenal juga dengan sebutan sampah basah, yaitu sampah yang bisa didekomposer (diurai) oleh mikroorganisme tanah. Sampah organik ini biasanya berasal dari sampah dapur seperti sisa-sisa makanan, sayur dan buah-buahan yang busuk atau tidak dikonsumsi, makanan basi dan lain-lain. Sedangkan sampah anorganik adalah jenis sampah yang tidak bisa didekomposer oleh mikroorganisme tanah. Contohnya aneka plastik dan pembungkus deterjen, kaleng, beling dan sejenisnya.

Nah, kedua jenis sampah inilah setiap hari diproduksi oleh rumah tangga. Jika tidak dikelola dengan baik, maka ia akan menjadi sumber utama permasalahan lingkungan seperti pencemaran tanah dan air.

Pertanyaannya adalah bagaimana cara mengelola sampah rumah tangga yang baik? Kedua jenis sampah ini membutuhkan alternatif pengelolaan yang berbeda. Namun untuk tahap awal, pengelolaan sampah yang perlu dilakukan ditingkat rumah tangga adalah sebagai berikut:
  • Sediakan minimal dua tempat sampah di rumah Anda. Satu untuk tempat sampah basah (organik) dan satu lagi untuk tempat sampah kering (anorganik). Hal ini bertujuan untuk memisahkan antara sampah organik dan anorganik agar tidak tercampur, sehingga pengelolaan sampah selanjutnya menjadi lebih mudah.
  • Lapisi tempat sampah dengan kantong plastik, sehingga tidak bocor dan tidak kotor. Selain itu, penggunaan kantong plastik sebagai pelapis, akan memudahkan Anda atau petugas kebersihan untuk mengambil sampah dari tempat sampah, sehingga tidak berceceran.
  • Jaga agar tempat sampah selalu dalam kondisi tertutup dan jauh dari gangguan binatang atau anak-anak namun mudah dijangkau.
  • Jika Anda berda di lingkungan yang padat penduduk, sebaiknya hindari kegiatan memusnahkan sampah dengan cara dibakar. Karena tindakan tersebut dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang ada di lingkungan tersebut.

Nah, sampah sudah terkumpul sesuai dengan jenisnya. Selanjutnya apa yang dapat dilakukan? Jika Anda tidak ingin repot, Anda bisa menunggu petugas kebersihan yang rutin datang mengangkut sampah-sampah dari lingkungan rumah Anda. Namun, jika Anda mau sedikit saja meluangkan waktu untuk sampah-sampah tersebut, Anda bisa mengubahnya menjadi barang yang berdaya guna

Contoh sederhana sampah organik, jika mau sedikit meluangkan waktu dan mencari tau teknisnya Anda bisa mengubah sampah orgnaik tersebut menjadi pupuk organik yang bernilai jual tinggi. Anda hanya butuh sebuah bak dan biang dekomposer serta sedikit waktu. Maka setiap hari Anda akan memanen pupuk cair organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman yang ada di sekitar rumah Anda.

Hal yang sama juga berlaku untuk sampah anorganik. Jika Anda mau meluangkan waktu, dengan sedikit kreativitas maka beberapa macam sampah anorganik tersebut bisa disulap menjadi hiasan dan barang bernilai guna lainnya. Pada pembahasan selanjutnya, kita akan mencoba menguraikan berbagai contoh pengelolaan sampah rumah tangga baik sampah organik maupun anorganik.

Bersambung…

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :