Minggu, 08 Juli 2012

Pembuktian Roberto Mancini

Perjalanan panjang Manchester City mengarungi Premier League 2011-2012 berakhir manis. The Citizens memboyong trofi juara Liga Inggris kali kedua sepanjang sejarah partispiasi di kompetisi yang paling bergengsi di Eropa dengan menyingkirkan seteru sekotanya Manchester United. Sebelumnya City meraih gelar juara Premier League pada musim kompetisi 1967-1968. Liga Inggris kembali akan bergulir medio Agustus mendatang. Perjalanan panjang penuh terjal kembali akan dilakoni punggawa The Citizens untuk mempertahankan gelar juara. City bukan hanya bersaing dengan seteru sekotanya, tapi juga juara Liga Champions Chelsea, Arsenal, Tottenham Hotspurs, Newcastle United dan Liverpool. Para pesaing itu bukan hanya sekadar sebagai pengganjal City kembali ke tampuk juara, tapi juga berkeinginan sama menjadi juara.

Sama dengan sang juara bertahan, para seterunya itu juga telah melakukan persiapan. Tambal sulam untuk menutupi kelemahan yang terjadi musim lalu telah dilakukan dengan melakukan perekrutan. Bukan hanya perekrutan pemain yang kini gencar dilakukan klub, tapi perekrutan pelatih juga dilakukan. Tottenham Hotspurs, misalnya telah merekrut Adree Villas Boas untuk menukangi Spurs. Begitu pula Liverpool yang musim lalu gagal menembus 4 Besar Premier League, tapi berhasil meraih trofi Carlings sehingga bisa menembus Liga Eropa menggaet pelatih Brandan Rodgers yang sebelumnya melatih Swansea FC. Perubahan yang terjadi pada seterunya harus menjadi bahan perenungan bagi sang pembesut The Citizens Roberto Mancini untuk menata kembali kekuatan punggawanya. Pelatih berkebangsaan Italia ini bukan hanya memikirkan timnya berlaga di Liga Inggris yang dipastikan bakal berlangsung lebih ketat, Mancini juga harus memikirkan timnya berlaga di Liga Champions. Pastinya Mancini tak ingin pasukannya kembali gagal lolos dari babak penyisihan grup seperti musim lalu. Sebagai pemegang trofi Premier League, pencapaian di kompetisi level tertinggi Eropa harus bisa menyamai seterunya Chelsea. Mancini juga harus memikirkan bagaimana timnya juga harus bisa menyamber Piala Carlings dari tangan Liverpool dan Piala FA dari pelukan The Blues untuk memenuhi lemari di markasnya Etihad Stadion. Sheiks Mansour , sebagai pemilik City pasti akan membebani target di pundak Mancini untuk pencapaian target itu, sebagai koleksi trofi .

Perjalanan City mempertahankan gelar juara menjadi terasa berat, mengingat tekanan yang datang begitu besar. Bukan hanya bersaing dengan tim sekotanya Manchester United yang skuadnya semakin matang, tapi juga dengan tim penuh ambisi Chelsea yang gila-gilaan dalam membeli pemain. Menilik padatnya jadwal dan target yang dibebankan, Mancini harus cerdik membagi skuad agar bisa lebih berkonsentrasi dalam setiap laga. Karena itu, dibutuhkan kualitas pemain yang merata, sehingga skuad macam apapun yang tampil bias memenuhi harapan pemilik dan pendukungnya. Mancini, termasuk salah satu pelatih genius. Tapi, rasanya sulit baginya untuk mewujudkan ambisinya meraih treble winners yang pernah dilakukan Sir Alex Ferguson bersama Manchester United. Maka tak heran pelatih berkebangsaan Skotladia itu mengatakan membutuhkan waktu lebih 100 tahun City meraih prestasi gemilang seperti United. Chelsea saja yang dimodalin Taipan asal Rusia Roman Abramovic hingga kini belum bisa menyamai prestasi United. Tapi, kita tetap harus berpikir positif dengan kinerja Mancini sambil menunggu pembuktiannya.

Tak seperti tim-tim lainnya, di tengah perjuangan dan persaingan sengit di antara kontestan Premier League, keberuntungan berpihak pada Manchester City. Di musim kompetisi ini, dipastikan bakal meraup dana 12 juta pounds pertahun. Dalam waktu dekat The Citezens akan menandatangai kontrak baru dengan sponsor barunya dengan ikatan kontrak selama 6 tahun. Dengan kontrak ini, bakal menambah nuansa baru bagi City menghadapi musim kompetisi mendatang. Ini juga menjadi pembuktian Mancini untuk menjaga reputasi City dan membawa The Citezens sebagai tim elit dunia yang sejajar dengan Manchester United, AC Milan, Bayern Munich, Barcelona dan Real Madrid. Apakah Mancini bersama Citynya mampu mewujudkan pendukung City yang sudah haus akan prestasi. Masih harus dibuktikan.

Oleh: Sampurno Hernugroho


Related Posts :