Selasa, 31 Juli 2012

Siapa Menyusul Spanyol?

Genderang perang memperebutkan medali emas cabang sepakbola Olimpiade 2012 London semakin memanas. Diawali dengan tersingkirnya raja Eropa Spanyol setelah mengalami dua kekalahan beruntun masing-masing 0-1 dari Jepang dan Honduras serta tertahannya tuan rumah Britania Raya 1-1 oleh Senegal menunjukkan kekuatan kontestan berimbang. Sang Favorit Brasil pun harus berperas keringat guna memetik kemenangan atas Mesir 3-2 dan 3-12 dari Belarusia. Bagi Spanyol kegagagalan ini tentu sangat menyakitkan, mengingat tim Matador yang terkenal denga tiki takanya sedang merajai jagat raya. Bukan hanya timnas senior yang mampu meraih Juara Eropa, tapi timnas U-21 dan U-17 juga meraih gelar yang sama. Sebaliknya bagi Jepang dan Honduras kemenangan mengangkat kepercayaan diri pemain dalam menghadapi laga terakhir. Kedua tim ini akan saling berhadapan untuk menentukan juara grup. Sedangkan Spanyol tetap harus berlaga menghadapi Maroko.

Berbeda dengan tim-tim lain, sebagai salah satu tim yang difavoritkan meraih medali emas bersama Brasil, Spanyol sejak mendapat tekanan berat. Untuk mempertahankan dominasinya La Furia Roja harus bisa mengalahkan seterunya, Jepang, di babak penyisihan grup. Teryata Juan Mata dkk tak mampu memikul beban. Meski permainan tiki takanya tetap membius, tapi tak mampu menjebol gawang lawan. Setiap tim pasti ada keinginan untuk mengalahkan Spanyol. Minimal mampu mencuri poin dari tim Matador. Di lain pihak bagi Spanyol, memang kekalahan sangat menyakitkan. Tapi, menghadapi Maroko tetap akan tampil serius . Kemenangan lebih menunjukkan , kegagalan Spanyol karena faktor keberuntungan yang tak berpihak. Dalam dua laga yang dimainkan, banyak peluang yang didapat namun gagal menghasil gol. Tekanan dari pendukungnya menjadi beban mental bagi pemain. Mereka belum siap menanggung beban yang diemban, memimpikan timnas U-23 meraih prestasi sama dengan para senior dan adik-adiknya. Maklum terakhir kali Spanyol sukses merengkuh medali emas Olimpiade pada 1992, di negaranya, di mana cabang sepakbola juga kali pertama diperuntukan bagi pemain usia di bawah 23.

Mental pemain Spanyol U-23 terbilang rapuh. Sebelum terjun di Olimpiade, tim Matador juga mengalami kekalahan 0-2 dari Senegal pada laga uji coba. Menyaksikan penampilan Javier Martinez dkk belum menunjukkan kualitas yang sesungguhnya Spanyol. Tiki takanya begitu mudah dipatahkan lawan.Lini depan tumpul, lini belakang rapuh. Emosi pemain, masih begitu tinggi, sehingga ketika lawan Jepang babak pertama belum usai, Spanyol sudah harus bermain dengan 10 orang karena Indingo Martinez dikeluarkan wasit terkena kartu merah. Jepang yang semula sebagai pencundang, bisa memberi perlawanan. Bahkan beberapa peluang tercipta. Karena kurang tenangnya penyelesaian akhir, maka peluangnya menjadi sia-sia. Bila kondisi ini tidak cepat diperbaiki, bukan tak mungkin Spanyol akan mengalami kesulitan menghadapi laga mendatang.

Maroko bukan lawan yang mudah dikalahkan. Meski tipis, peluang wakil Afrika ini masih terbuka, dengan catatan bila Honduras kalah dari Jepang. Terlebih bagi Maroko, mereka tentu ingin menyamai prestasi tetanggganya Nigeria dan Kamerun yang pernah sukses meraih medali emas. Maroko ingin mengembalikan kejayaan Afrika yang sejak 2004 beralih ke Argentina. Perjalanan Olimpiade masih panjang. Kejutan masih bakal terus terjadi. Spanyol telah terisingkir Siapa meyusul Spanyol?

Oleh: Sampurno Hernugroho


Related Posts :