Rabu, 18 Juli 2012

Spanyol Bukan Tim Super

Sukses Spanyol menjuarai Piala Eropa 2012 dijadikan momentum untuk kembali menjadi jawara di Olimpiade 2012. Banyak yang memprediksi Tim Matador bakal mudah melangkah ke partai puncak memperebutkan medali emas. Walaupun hanya timnas -23 yang berlaga, tetap harus diakui La Furia Roja tim yang paling komplet. Tapi, perlu diingat tim yang berlaga di pesta akbar multi event ini yang datang tim terbaik dari berbagai benua yang kualitasnya merata. Dari Benua Amerika Latin diwakili Brasil yang digadang-gadang bakal tampil di final menantang Spanyol. Selain itu ada Uruguay. Penantang lainnya datang dari Benua Hitam Afrika. Talenta-talenta muda Afirka ini diwakili Mesir, Senegal, Maroko dan Gabon.

Amerika Tengah diwakili Meksiko dan Honduras. Dari Asia ada Jepang, Korea Selatan,Uni Emirat Arab dan Selandia Baru, Sedangkan Eropa selain tuan rumah Inggris dan Spanyol masih ada Swiss dan Belarus. Tidak mudah bagi Spanyol melewati tim-tim tersebut karena kualitas Timnas U-23 tidak jauh berbeda dengan para seniornya. Bisa dibayangkan bagaimana sengitnya persaingan tim-tim yang lolos ke Olimpiade. Tim se-kelas Argentina harus terhempas di babak penyisihan. Begitupula Nigeria, Ghana dan Pantai Gading di Afrika. Wakil Asia juga tak bisa dipandang sebelah mata. Kualitas Jepang dan Korea sudah sejajar dengan tim-tim Eropa. Tentu Spanyol yang kini menjadi sorotan dunia harus mewaspadai calon lawannya, terutama di babak penyisihan. Berada di Grup D, Spanyol bersama Jepang, Honduras dan Maroko.

Memang, Tim Matador datang ke London bukan dengan komposisi terbaiknya. Tapi, mereka merupakan talenta-talenta masa depan Spanyol untuk mengantikan Xabi Alonso, Xavi Fernandez dan Ineasta untuk mengisi tim senior. Mereka siap menghadapi tantangan dan strategi lawan yang bakal diterapkan . Meski tiki taka yang bakal dimain David De Gea dkk tak sesempurna seniornya lawan cenderung akan memperkuat pertahanannya. Jepang, Honduas dan Maroko akan memperkuat lini tengah untuk menahan lajunya gempuran Spanyol yang mepermainkan bola pendek dari kaki ke kaki dengan cepat. Kiper lawan pun harus full konsentrasi memperhatikan pergerakan mereka, baik dengan bola maupun tanpa bola. Pasalnya setiap pergerakan mereka selalu memancing marabahaya.

Bagi Spanyol, calon lawan di Olimpiade bukanlah lawan yang asing.Walupun bukan tim senior, tapi karakter permainan setiap tim bisa jadi bahan referensi, meski tidak mutlak. Spanyol pun tidak pernah menganggap remeh lawan. Semua tim yang hadir di London bukanlah tim yang bisa dipandang sebelah mata. Honduras sekalipun. Mereka telah membuktikan telah menyisihkan Amerika Serikat di babak kualifikasi. Begitu pula Selandia Baru. Meski bermaterikan pemain amatir kualitas dan semangatnya tetap patut diwaspadai.

Motivasi tinggi serta kepecayaan dirinya yang tebal bisa memutar balikan fakta di lapangan dengan banyak prediksi yang lebih menjagokan Spanyol dan Brasil ke final. Tim-tim Afrika sebagai kuda hitam juga ingin pula dicatat sejarah persepakbolaan Olimpiade menjadi negara yang pernah meraih medali emas seperti Nigeria. Dan, Pesta Akbar Dunia juga menjadi pertaruhan bagi Spanyol untuk membuktikan sepakbola tiki takanya memang benar-benar ampuh untuk meredam lawan. Tak perlu kaget atau heran bila Spanyol akan pulang dengan tangan hampa.

Grup A:
Inggris, Senegal, Uni Emirat Arab, Uruguay
Grup B:
Mexico, Korea Selatan, Gabon, Swiss
Grup C:
Brazil, Mesir, Belarus, Selandia Baru
Grup D:
Spanyol, Jepang, Honduras, Maroko

Oleh: Sampurno Henugroho


Related Posts :