Selasa, 14 Agustus 2012

(BOS) Negeri VS Swasta

Pasti semua orang di Indonesia tahu kepanjangan dan makna dari BOS. Ya, Bantuan Operasional Sekolah. Ini merupakan program pemerintah untuk memajukan pendidikan di Indonesia dengan cara meringankan pembayaran dari jumlah biaya yang harus ditanggung siswa. BOS sudah berlangsung selama 8 tahun, tapi apa kita sudah merasakan dampaknya sebagai salah satu pengguna sekolah? Dan satu pertanyaan sederhana yang pasti terbesit di pikiran kita.. Apa dana BOS sudah tersalurkan di tangan yang benar dan dimanfaatkan secara maksimal?

Saya akan memberikan contoh nyata yang pernah saya temui. Tepatnya di daerah Sumatera Utara. Jika kamu pernah berkunjung ke provini ini, pasti anda bisa melihat perbedaan menjauh dari Sekolah Negeri dan Swasta. Mari kita fokuskan untuk SD. Melalui pengamatan yang saya lakukan, perbedaan mencolok sudah jelas terlihat dari bangunannya. Apabila sekolah swasta dindingnaya dipolesi cat terang mengilat, dinding sekolah negeri terpoleskan cat kusam menggelap. Apabila genteng sekolah swasta tersusun rapi dan mengilat diterpa sinar mentari, sekolah negeri harus rela belajar dengan tetesan air di kala hujan. Apabila lingkungan sekolah swasta damai tanpa sampah, sekolah negeri teramaikan oleh sampah berserakan. Apabila sekolah swasta meneriakkan namanaya dalam kegiatan adiwiyata, sekolah negei tidak terengar gaungnya sama sekali. Apabila sekolah swasta dipenuhi mobil yang berlalu-lalang di pagi dan siang harinya, sekolah negeri dipenuhi sepeda kayuh yang dengan setia menunggu sang empunya hingga siang tiba.

Cukup untuk fisik, bagaimana degan pembelajarannya? Menurut teman saya yang alumni SD negeri di sana begini, “Materi yang diberi guru tidak terlalu banyak, guru makan gaji buta, bahkan ada beberapa guru yang sudah membocorkan ujian terlebih dahulu.” Bandingkan dengan sekolah swasta dimana materinya banyak sekali, guru yang selalu rajin masuk kelas, ujian yang bisa dibilang susah tingkatannya, tapi saya dan teman-teman pada waktu itu berhasil mendapat nilai nyaris sempurna. Ya, guru merupakan factor terpenting di sekolah. Karena tanpa mereka, sekolah tidak ada artinya. Ironi memang. Apalagi jika kita membandingkan penampilan antara guru SD Negeri dan SD swasta. Waw! Terbilang berbeda sekali! Dimana guru swasta dihiasi muka muda ‘fresh’ tapi terkesab banyak fikiran, sedangkan guru negeri ‘sepuh’memperlihatkan sosok killer dengan batu emas di sana-sini. Kalau masalah gaji, guru swasta diupah sesuai dengan kehadirannya di sekolah. Oleh karena itu, beliau-beliau sangat semangat mengajarkan anak-anaknya. Sedangkan negeri, bisa dibilang seperti paket UNLIMITED BlackBerry atau android. Dipakai atau tidak bayarnya sama.

Dari segelintir pengamatan yang saya ulas di sini, sudahkah kamu menemukan jawabannya? Sudahkah anda tersadar bahwa kita masih perlu menanamkan Nasionalisme yang tinggi dalam setiap pengabdian yang kita lakukan? Apabila setiap orang Indonesia bisa melakukan itu sejak dini, saya fikir pendidikan kita pasti lebih maju disbanding pendidikan kita yang sekarang.

Oleh : Ruri Alifia


Related Posts :