Jumat, 31 Agustus 2012

“PERAHU KERTAS” BERLAYAR



Sudah membaca novel “Perahu Kertas” karya Dee yang bertajuk romansa? Novel “Perahu Kertas” kini telah berlayar di layar lebar dimulai pada 16 Agustus 2012 yang lalu. Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan dibintangi oleh Maudy Ayunda (Kugy) dan Adipati Dolken (Keenan).

Di dalam film ini Anda akan diperkenalkan oleh sosok Kugy si pemeran utama dengan karakter yang unik. Kugy dan Keenan adalah mahasiswa semester awal. Mereka diperkenalkan oleh sahabat Kugy yang ternyata sepupu Keenan sendir. Kugy adalah seorang yang hobi menulis cerita anak memiliki daya khayal seperti anak kecil dan karena itu ia dikatakan sebagai anak aneh oleh kedua sahabatnya. Di lain sisi, Keenan merupakan seorang pria yang memiliki hasrat melukis dan dilematis. Kugy dan Keenan seperti dari dua dunia yang berbeda dan dipertemukan. Dunia Kugy hanya dimengerti oleh seorang Keenan. Seiring berjalannya waktu, Keenan dan Kugy memiliki cerita masing-masing dalam kehidupannya. Keduanya mulai menjauh satu sama lain, bahkan ada jarak antara Kugy dengan kedua sahabat Kugy.

Inilah kehidupan “antara” ketika mereka tidak bertatap muka satu sama lain. Kugy mendapatkan pekerjaan di salah satu advertising agency dan menemukan pria yang bisa menerima dia, tak lain ialah bosnya sendiri. Keenan yang menentang keinginan Ayahnya untuk melanjutkan kuliahnya dalam bidang akuntansi, mengasingkan diri ke Bali dan menemukan impiannya disana. Dia juga menemuka sosok perempuan yang membuat matanya terbuka tentang arti “melukis”. Pada satu pertemuan di pesta pernikahan sahabat Kugy itu, Keenan dan Kugy dipertemukan kembali. Setelah itu... itu baru bagian pertama di film tersebut dan dilanjutkan pada bagian kedua. Itu sekuel cerita untuk Anda bagi yang penasaran tentang apa film tersebut.

Ada beberapa kekecewaan personal bagi para penonton yangg telah membaca novel karya Dee ini ketika menonton film “Perahu Kertas”. Berbeda ketika Anda membaca novel “Perahu Kertas”. Ada beberapa bagian di dalam film ini yang dirubah, tidak diceritakan, dan ditambahkan pada cerita aslinya. Di dalam novel “Perahu Kertas” karya Dee, Anda akan dibawa secara perlahan mengenai kehidupan Kugy dan Keenan, masalah-masalah yang ada di dalamnya, dan penyelesaiannya. Ketika Anda menonton filmnya, alur dari babak satu, kedua, dan seterusnya sangat singkat. Terkadang membuat berpikir mengapa kejadian di scene ini bisa secepat itu? Scene satu ke dua kadang membuat bingung orang yang menonton karena terlalu banyak tempat yang dikunjungi dalam waktu yang cukup singkat.

Karakterisasi di novel sangat kuat dibandingkan karakterisasi si film. Kugy merupakan anak yang sangat aneh, introvert, daya khayal yang terlewat batas, nekat, dan aktif sekali diceritakan di novel. Sedangkan di film dia hanya terlihat sebagai anak yang aneh, introvert, dan memiliki daya khayal tinggi.

Ada beberapa hal yang bisa diacungkan jempol. Sinematografi yang memanjakan mata dan lagu-lagu di dalamnya dapat menyentuh hati. Kata-kata bijak yang diucapkan antara Kugy dan Keenan bisa menjadi inspirasi bagi Anda. Bisa menjadi quotasi ataupun sehari-hari motivasi untuk Anda. Kesan komedi pada film ini tidak terlepas, Anda akan tertawa di tenga-tengah kemanisan dan kepahitan jalan cerita.

Saya menyarankan Anda untuk membaca novel “Perahu Kertas” terlebih dahulu supaya Anda mengerti alur cerita pada film ini. Kalau membandingkan, saya lebih memilih novelnya daripada filmnya. Untuk film “Perahu Kertas”, secara personalsaya berikan binta 3/5. Bagaimana dengan Anda?

Trailer : http://www.youtube.com/watch?v=QgDWRe1TNRg

Oleh : Maria Amanda Inkiriwang


Related Posts :