Minggu, 26 Agustus 2012

Perbedaan Go dan Catur

I-go (go) dalam Bahasa Jepang atau wei chi dalam Bahasa China, adalah permainan di atas papan yang dimainkan oleh dua orang pemain. Permainan ini seperti permainan catur (chess). Dalam permainan catur, langkah pertama dilakukan oleh pemain yang memegang buah putih. Tetapi dalam i-go, langkah pertama dilakukan oleh pemain yang memegang buah hitam.

Cara melangkah dalam permainan i-go berbeda dengan permainan catur. Cara melangkah dalam permainan catur adalah dengan cara menggeser buah catur dari satu petak ke petak lainnya. Sebaliknya, dalam permainan go, cara melangkah adalah dengan meletakkan buah / biji go di tempat (titik) yang kosong. Selanjutnya, biji itu tidak boleh digeser lagi.

Tujuan dari permainan go adalah untuk menguasai wilayah (territory). Sedangkan dalam permainan catur adalah untuk membunuh Raja lawan.

Kalau di dalam permainan catur, setiap buah memiliki kekuatan yang berbeda — Menteri sebagai buah yang terkuat kemudian di posisi kedua ditempati oleh Benteng dan seterusnya. Tetapi di dalam go, setiap biji mempunyai kekuatan yang setara.

Begitu pula dengan letak buah / biji. Dalam permainan catur, buah catur diletakkan di antara persilangan baris dan lajur yang disebut petak. Sedangkan di dalam go, biji go diletakkan di titik-titik persimpangan garis horizontal dan vertikal.

Ukuran papan catur juga hanya seluas 64 petak (8x8). Tapi, ukuran papan go bervariasi dari 9x9; 13x13; ataupun 19x19. Sudah tentu, ukuran papan catur dihitung per petak dan ukuran papan go dihitung per garis.

Karena setiap biji go memiliki kekuatan setara, maka cara memakan biji lawan adalah dengan cara mengurungnya. Sedangkan dalam catur, buah musuh hanya tinggal di kick / tendang saja dari petak kedudukannya.

I-go terkenal sekali di Jepang, China dan Korea tetapi kurang terkenal di negara lainnya, tidak terkecuali di Indonesia. Permainan ini berasal dari China dan diciptakan oleh seorang Kaisar yang bernama Kaisar Shun (2255-2206).

Kepopuleran permainan ini terbawa sampai ke Indonesia melalui komik Hikaru’s Go. Di Jepang nun jauh di sana, pemain terkuat pada jaman keemasan go pada pertengahan abad ke 19 adalah Honinbo Shusaku. Honinbo Shusaku lahir pada tanggal 5 Mei 1829 dari pedagang Kuwahara Wazo di desa dekat kota Onomichi. Saking kuatnya, Shusaku disebut sebagai “Shusaku yang tak terkalahkan” karena memenangkan 19 kali berturut-turut pertandingan tahunan — Castle games.

Kekuatan Shusaku inilah yang mengilhami Yumi Hotta dan Takeshi Obata untuk menciptakan sebuah tokoh yang kita panggil akrab dengan sebutan Sai. Shusaku meninggal pada tanggal 10 Agustus 1862 karena terjangkit penyakit kolera dalam usia 33 tahun. Dan konon ceritanya, Sai bersemayam di papan go Shusaku selama ribuan tahun sebelum muncul dan merasuki tubuh Hikaru Shindo. He he he, bercanda kok! cuma cerita, ya! Komik! Komik! :p

Nah! Setelah mengetahui kekuatan Shusaku dan kehebatan Sai, marilah kita populerkan go di negara ini untuk melawan prajurit catur-nya Anzai Nobuyuki !

Tabel Perbedaan Go dan Catur

No. Karakteristik Go Catur
1 Kekuatan Buah Sama / Setara Berbeda
2 Cara Melangkah Ditaruh / Diletakkan Digeser
3 Langkah Pertama Hitam Putih
4 Ukuran papan (Luas Mar Heaven) 9x9; 13x13; 19x19 8x8
5 Penempatan Buah Di titik-titik Di petak
6 Cara Memakan Mengurung biji lawan Meng kick biji lawan
7 Tujuan Permainan Menguasai wilayah Membunuh Raja lawan


Oleh : Ryusai


Related Posts :