Selasa, 04 September 2012

Agropolitan, Cerdas Bertani di Lahan Sempit

Kendala terbesar untuk mengembangkan pertanian di daerah perkotaan adalah minimnya lahan pertanian. Padatnya pemukiman penduduk, menyebabkan hampir setiap rumah tidak lagi memiliki pekarangan yang luas. Bahkan, tidak jarang diantaranya yang tidak memiliki pekarangan. Lalu, bagaimana jika mereka tetap ingin bercocok tanam untuk menambah penghasilan? Atau bahkan untuk sekedar menyalurkan hobi?

Pernahkah Anda mendengar istilah ‘agropolitan’? Agropolitan adalah salah satu istilah yang menggambarkan tentang pengembangan pertanian di wilayah perkotaan. Ya, pertanian bukanlah monopoli wilayah pedesaan. Di wilayah perkotaan pun pertanian tetap harus digalakkan.

Lalu bagaimana dengan kendala lahan?

Agropolitan memang tidak bisa disamakan dengan teknik pertanian konvensional yang dikembangkan di wilayah pedesaan. Akan tetapi diperlukan teknologi pertanian yang bisa mengatasi masalah minimnya lahan. Sehingga, lahan bukan lagi alasan untuk tidak mengembangkan pertanian di wilaya perkotaan. Teknik-teknik ini sebenarnya sudah banyak dikembangkan di negara-negara maju seperti Jepang. Pun demikian di kota-kota besar di Indonesia sudah banyak masyarakat yang mengembangkan pertanian di lahan yang terbatas, bahkan tanpa lahan sekalipun.

Hidroponik

Hidroponik adalah teknik budidaya tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam. Anda bisa mengganti media tanam untuk tanaman tersebut dengan bahan-bahan non organik sekalipun. Seperti gabus, arang, spon, pasir, kerikil, stirofom, dan lain-lain. Lalu bagaimana dengan nutriennya? Nah, untuk nutriennya bisa diberikan melalui berbagai teknik. Ada yang dialirkan pada bagian dasar media tanam, ada juga yang diberikan dengan cara diinfus pada media tanam.

Teknik ini memungkinkan Anda menanam sayur-sayuran dalam jumlah banyak, meski tanpa lahan yang luas.

Vertikultur

Nah bagaimana dengan vertikultur? Vertikultur adalah teknik budidaya bertingkat. Teknik ini benar-benar memberikan solusi bagi keterbatasan lahan di wilayah perkotaan. Bagaimana caranya? Terlebih dahulu anda harus menyediakan fasilitas vertikulturnya, yaitu sebuah tempat untuk bercocok tanam yang dibuat bertingkat-tingkat. Tak ubahnya seperti tangga atau rak yang dibuat bertingkat. Anda bisa membuatnya dari bambu, papan atau paralon.

Fasilitas vertikultur ini nantinya diisi dengan media tanam sebelum ditanami dengan tanaman yang diinginkan. Jika mau, Anda juga bisa mengkombinasikan teknik vertikultur ini dengan teknik budidaya secara hidroponik.

Budidaya dalam polibag

Nah, teknik yang paling sederhana adalah budidaya tanaman dalam polibag. Teknik ini juga sudah banyak digunakan di pedesaan. Teknik ini sangat sederhana, Anda cukup mengisi media tanam ke dalam polibag, kemudian menanam tanaman atau sayur yang Anda inginkan di sana.

Dengan fasilitas polibag, memungkinkan Anda untuk menanam tanaman sekalipun lahan tidak tersedia. Anda bisa menyusun polibag yang berisi tanaman di beranda, atau di atap rumah. Namun, jika Anda menyusun polibag di atap rumah, jangan lupa siapkan juga pelindungnya. Anda bisa memberikan peindung berupa kawat atau yang lainnya. Hal, ini dimaksudkan agar tanaman tidak mengalami stress karena radiasi sinar matahari yang terik.

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :