Rabu, 12 September 2012

Berbagai Jenis Tingkat Bunga

Setiap surat kabar yang ada memiliki rubrik bisnis. Pasti banyak dari kita yang membaca dan menemukan beragamnya tingkat bunga yang ditulis di dalam surat kabar tersebut. Padahal di buku lain yang khusus membahas akan makroekonomi hanya membahas perbedaaan tingkat bunga berdasarkan tingkat bunga nominal (yang tidak memperhitungkan inflasi) dan tingkat bunga riil (yang telah memperhitungkan inflasi). Hampir di setiap surat kabar yang dilaporkan adalah tingkat bunga nominal.

Mengapa surat kabar tersebut melaporkan begitu banyak jenis tingkat bunga? Jenis tingkat bunga dapat berbeda dikarenakan tiga hal, yaitu:

1. Jangka waktu pinjaman (terms).

Beberapa jenis pinjaman memiliki waktu pendek, bahkan ada yang berjangka semalam (overnight). Pinjaman lain memiliki jangka waktu tiga puluh tahun atau bahkan lebih panjang dari itu. Tingkat bunga pinjaman tergantung pada jangka waktu pinjaman ini. Tingkat bunga pinjaman jangka panjang biasanya, namun tidak selalu, lebih tinggi daripada tingkat bunga pinjaman jangka pendek.

2. Risiko kredit (credit risk).

Dalam memutuskan pemberian pinjaman, seorang pemberi pinjaman harus memperhitungkan probabilitas peminjam untuk membayar kembali pinjamannya. Undang-undang memungkinkan peminjam untuk tidak membayar pinjamannya jika ia dinyatakan bangkrut. Semakin tinggi probabilitas ketidakmampuan membayar kembali pinjaman, maka semakin tinggi tingkat bunganya. Risiko kredit paling aman adalah pemerintah, sehingga obligasi yang dikeluarkan pemerintah cenderung memberikan tingkat bunga yang rendah. Di sisi lain, perusahaan-perusahaan yang memiliki keuangan kurang kuat dapat mengumpulkan dana hanya melalui penerbitan obligasi-obligasi kelas bawah (junk bonds). Junk bond memberikan tingkat bunga yang sangat tinggi untuk mengkompensasi tingginya risiko kegagalan pembayaran kembali.

3. Pajak

Pajak yang dikenakan pada tingkat bunga berbagai jenis obligasi berbeda-beda. Pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah pusat dan daerah yang dinamakan municipal bonds, para pemegang obligasi tidak membayar pajak penghasilan federal untuk tingkat bunga yang diperolehnya. Oleh karena itu, municipal bonds hanya memberikan tingkat bunga yang rendah.

Jadi, jika Anda melihat dua jenis tingkat bunga yang berbeda, Anda dapat menjelaskan perbedaannya dengan melihat faktor-faktor jangka waktu pinjaman, risiko kredit, serta pajak yang dikenakan pada jenis tingkat bunga tersebut. Selain itu kita dapat dengan mudah mengidentifikasi setiap perbedaan tingkat bunga dari rubrik yang ditulis dalam surat kabar tersebut.

Meskipun terdapat bermacam tingkat bunga dalam perekonomian, para ahli ilmu makroekonomi biasanya dapat mengabaikan perbedaan-perbedaan tersebut. Berbagai jenis tingkat bunga tersebut cenderung bergerak ke atas atau ke bawah secara bersama-sama. Asumsi untuk menyatakan bahwa hanya ada satu jenis tingkat bunga merupakan penyederhanaan yang sangat berguna untuk kita atau untuk Anda yang ingin memakainya sebagai media pembelajaran agar lebih mudah untuk dimengerti.

Oleh: Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :