Kamis, 27 September 2012

Cina atau Tionghoa?



Judul Buku : Excuse-moi
Penulis : Margareta Astaman
Penerbit : Kompas
Tebal : 138 halaman
ISBN : 978-979-709-545-1

Melalui buku ini, Margie mengupas tuntas mengenai ’rahasia-rahasia umum’ tentang orang Cina — yang diketahui oleh semua orang tapi tidak pernah ada yang membicarakannya.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang Cina di negara ini tidak suka disebut sebagai ’Orang Cina’. Mereka lebih suka disebut sebagai keturunan Tionghoa, Chinese, atau setidak-tidaknya ditulis dengan sopan sebagai China.

Kata ’Cina’ memiliki konotasi negatif pada zaman Orde Baru dan menyiratkan makna penghinaan. Sampai sekarang pun ungkapan, ”Dasar Cina!” membuat si objek yang dikatai merasa tersinggung tapi tidak berani membalas.

Orang-orang Cina di negara ini lebih suka disebut sebagai ”keturunan Tionghoa” walaupun, sadar atau tidak, pemilihan frasa itu menyiratkan sebuah perasaan inferior yang telah mengendap selama beberapa generasi. Sebuah kata yang bersinonim, salah satunya dapat berkonotasi negatif apabila diucapkan dengan nada yang mengejek. Padahal apa bedanya ”gemuk” dan ”gendut”; ”kurus’ dan ”ceking”; ”Cina” dan ”Tionghoa”?

Perasaan inferior ini pun disinggung Margie dalam salah satu bab di bukunya, di mana ia dan keluarganya yang sudah turun-temurun tinggal di Indonesia masih merasa sebagai ”tamu” di negara ini.

Margie pun membahas isu-isu lainnya dengan gaya yang santai, ringan, jenaka dan terkadang getir. Seperti misalnya, streotipe bahwa orang Cina itu pasti kaya, jahat, pelit dan penuh perhitungan; bagaimana ia yang keturunan Cina tapi tidak bisa berbahasa Mandarin; dan bagaimana ia tidak boleh bermimpi menjadi Presiden.

Diperlukan sebuah keberanian untuk mempertanyakan, mengapa tidak ada seseorang pun yang berani menyuarakan, membicarakan dan mempertanyakan rahasia-rahasia umum ini?

Di saat kaum muda tentu pernah diingatkan orang tuanya agar tidak pernah menanyakan gaji pada rekan kerja karena itu tidak sopan, atau membicarakan suku, agama, dan ras yang dapat memicu timbulnya konflik. Dan di saat persyaratan tulisan di sejumlah penerbit atau media pasti tercantum, ”Tidak menyinggung SARA”, Margie dengan berani membawa tema yang sensitif ini ke dalam bentuk tulisan!

Margie telah menerbitkan lima buah buku: Have A Sip of Margarita: Love, Life, Journey (2009), Cruise on You (2010), Excuse-moi (2011), After Orchard (2010), dan terakhir Fresh Graduate Boss (2012),

Pesan yang saya tangkap setelah membaca buku ini adalah agar keturunan Tionghoa di negara ini bersedia mengakui identitasnya sebagai ’Orang Cina’ sebagaimana yang diilustrasikan sampul buku Excuse-moi, di mana sampul jaket di halaman belakang diberi punggung agar kepala Naga itu dapat ditampilkan di depan, dan bukan disembunyikan di tengah atau belakang halaman.

Selamat membaca dan mengakui jati diri kita!

Oleh : Ryusai


Related Posts :