Rabu, 05 September 2012

EKONOMI KREATIF

Istilah ini dipakai pertama kali oleh John Howkins yang tertulis dalam bukunya “Creative Economy, How People Make Money from Ideas”. Menurutnya, ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi dimana dari segi input dan output-nya berasal dari gagasan. Melalui gagasan dan ide kemudian melahirkan penemuan dan inovasi baru. Ekonomi kreatif merupakan suatu inovasi tersendiri yang dapat dipakai setiap negara dengan memanfaatkan sumber daya yang tidak terbatas yaitu ide, talenta, dan kreativitas.

Di Indonesia, gaung Ekonomi Kreatif mulai terdengar saat pemerintah mencari cara untuk meningkatkan daya saing produk nasional dalam menghadapi pasar global. Pemerintah melalui Departemen Perdagangan yang bekerja sama dengan Departemen Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta didukung oleh KADIN kemudian membentuk tim Indonesia Design Power 2006 – 2010 yang bertujuan untuk menempatkan produk Indonesia menjadi produk yang dapat diterima di pasar internasional namun tetap memiliki karakter nasional. Setelah menyadari akan besarnya kontribusi ekonomi kreatif terhadap negara maka pemerintah selanjutnya melakukan studi yang lebih intensif dan meluncurkan cetak biru pengembangan ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif dapat diterapkan di berbagai aspek. Bisa di bidang perfilm-an, makanan, musik, dll. Karena berdasarkan ide dan kreatifitas, maka ekonomi kreatif bisa menjadi batu loncatan untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia. Ekonomi kreatif menurut saya lebih tepat disandingkan dengan UMKM. Walaupun bisa saja UMKM tersebut tumbuh besar dan berkembang menjadi korporasi besar nantinya. Mengingat kembali bahwa UMKM mampu bertahan di masa-masa krisis. Sehingga dibutuhkan dukungan dan kebijakan dari pemerintah untuk melindungi UMKM seperti akses pasar, akses keuangan maupun perbankan.

Menurut Mari Eka Pangestu, kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia terus naik. Pada tahun 2006, kontribusinya 7,2 %. Pada tahun 2010 naik jadi 7,8 %. Bahkan, pada tahun 2014 ditargetkan berada di kisaran 8-8,5 %. Ekonomi dan industri kreatif juga diyakini dapat menjawab permasalahan seperti tingginya pengangguran dan tingkat kemiskinan. Melalui industri dalam negeri diharapkan tercipta inovasi teknologi atau produk baru dan menyerap tenaga kerja yang memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi apalagi didukung sumber daya yang melimpah dan juga bantuan pemerintah berupa UU dan peraturan yang mendukung.

Namun, kendala saat ini adalah kurangnya sumber daya manusia yang memadai, riset untuk pengembangan teknologi dan produk kreatif, infrastruktur, pemasaran, kelembagaan, apresiasi masyarakat, dan akses pembiayaan. Selain itu pendidikan yang dapat meningkatkan intelektual secara pasti sangat dibutuhkan untuk melahirkan ide dan gagasan yang cemerlang belum merata dan hanya dirasakan oleh kalangan tertentu. Hal lainnya merupakan sosok penggerak di bisnis nyata. Agar gagasan bukan hanya sekedar gagasan. Gagasan cemerlang yang ada dapat di-implementasikan sebaik mungkin dan dapat memiliki pasarnya sendiri. Hal lain yang sangat penting adalah bantuan pemerintah sebagai fasilitator dan regulator agar industri kreatif dapat tumbuh berkembang. Merekalah para aktor utama penggerak ekonomi kreatif yang harus bersinergi dengan baik, dengan begitu ekonomi kreatif dapat meningkatkan perekonomian negara.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :