Rabu, 12 September 2012

Mengobati HIV/AIDS Dengan Tumbuhan Herbal

AIDS merupakan sindrom karena oleh rusaknya sistem imun tubuh yang disebabkan antara lain oleh HIV. AIDS ini mematikan, dan hingga kini belum ditemukan obat yang tepat sekaligus terjangkau. Namun, ada beberapa tanaman herbal yang diklaim bisa mengobati HIV/AIDS, antara lain nanas, buah merah, dan manggis. Seperti apakah kemampuan ketiga tumbuhan herbal ini dalam mengobati HIV/AIDS? Berikut pembahasannya.



Nanas, Si Kuning yang Bermanfaat

Dalam penelitian yang dilakukan Dr.rer.nat. Maruli Pandjaitan dan rekan-rekannya dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Swiss-German University tahun 2010, jus nanas (Ananas comosus) yang diberikan rutin kepada 3 orang pasien HIV positif selama 4 minggu dapat membantu meningkatkan kadar CD4 (indikator daya tahan tubuh) dari 150 sel/mikroliter menjadi 650-720 sel/mikroliter (normalnya 410-1100 sel/mikroliter). Buah kuning ini tidak dapat menggantikan peran antiretroviral, namun bisa digunakan untuk mereka yang tidak mampu mengakses antiretroviral. Di dalam nanas, terkandung enzim bromelain yang dapat memecah protein dalam virus HIV. Namun, menurut Maruli, penelitian ini perlu dilakukan lebih lanjut karena hanya 3 pasien yang mengikuti uji coba sehingga hasilnya masih belum tentu akurat.



Buah Merah dan Kontroversi Dibaliknya

Buah merah (Pandanus conoideus lam) merupakan buah asli Indonesia yang banyak terdapat di Papua. Beberapa waktu yang lalu, buah merah menjadi populer di seluruh Indonesia karena ditemukan vitamin E dan antioksidan dalam buah tersebut. Antioksidan ini bersifat anti kanker, karenanya masyarakat menjadi banyak yang percaya bahwa buah ini merupakan buah yang ajaib dan dapat menyembuhkan segala penyakit, termasuk HIV/AIDS. Ternyata pendapat ini keliru, apalagi setelah ditemukan ODHA yang mengonsumsi buah merah tanpa mengonsumsi ARV, namun meninggal beberapa bulan kemudian.



Kulit Buah Manggis yang Mujarab

Penelitian terbaru mengatakan, sebuah zat bernama xamthone yang terdapat dalam buah manggis (Garnicia mangostana), terutama pada kulitnya, diyakini sangat mujarab dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit, salah satunya HIV/AIDS. Xamthone merupakan zat yang mengandung antioksidan untuk menyembuhkan penyakit. Zat xamthone ini bahkan telah diproduksi dalam bentuk obat sehingga lebih mudah dikonsumsi.

Berbeda dengan tumbuhan herbal yang telah dibahas sebelumnya, jika sudah mengonsumsi zat xamthone maka tidak diperlukan lagi obat dan terapi apapun, termasuk ARV. Xamthone ini dapat membunuh virus HIV dan membangun kembali sistem imun tubuh, sehingga penderita dapat sembuh seperti sediakala. Meskipun produsen obat zat xamthone menyebutkan bahwa penderita HIV/AIDS dapat sembuh setelah mengkonsumsi zat xamthone, namun obat ini belum begitu tersebar luas sehingga sedikit masyarakat yang tahu. Selain itu, harganya juga cukup mahal, sekitar Rp 130.000,00 per botol, walau lebih terjangkau dibandingkan terapi-terapi dengan bahan kimia yang biasa digunakan untuk menyembuhkan penderita AIDS.

Masih banyak lagi tumbuhan herbal yang diklaim dapat mengobati HIV/AIDS. Tumbuhan herbal dapat menjadi alternatif bagi ODHA yang ingin mendapatkan kesembuhan, namun terutama terbatas secara finansial. Akan tetapi, untuk mengetahui tumbuhan herbal yang benar-benar efektif tentu dibutuhkan penelitian jangka panjang. Kita hanya bisa berharap, semoga di masa depan tumbuhan herbal benar-benar bisa menjadi obat yang manjur untuk penderita HIV/AIDS, dengan harga yang terjangkau.

Daftar pustaka:
http://baitulherbal.com/edukasi/edukasi-buah-nanas-untuk-obat-hivaids/
http://kesehatan.kompas.com/read/2009/05/19/15540622/Buah.Merah.Bukan.Obat.HIVAIDS
http://edukasi.kompasiana.com/2011/06/01/aids-dan-buah-merah/
http://obat-alternatif.com/xamthone-solusi-hiv-aids.html

Oleh : Jessica Yulianti


Related Posts :