Senin, 24 September 2012

Nepenthes, Tanaman Rimba yang unik (3)


Sumber Foto: www.blogs.unpad.ac.id

Membicarakan Nepenthes belum lengkap jika belum membicarakan tentang teknik penanamannya. Teknik budidaya Nepenthes tidak sulit. Apalagi tanaman ini tidak membutuhkan pemupukan yang rutin. Ia hanya membutuhkan lingkungan pertanaman yang mendekati agroklimat habitat aslinya.

Wadah dan Media Tanam

Untuk wadah penanaman, sebaiknya pilih pot yang memiliki banyak lubang pembuangan air. Hal ini dimaksudkan agar air pembuangan mudah keluar dan tidak menggenang pada media tanam. Pilih pot yang sesuai dengan ukuran tanaman. Bentuk dan warna pot juga perlu dipilih yang menarik dan sesuai untuk menambah nilai estetika tanaman.

Selanjutnya kita perlu mempersiapkan media tanam. Media tanam yang sesuai adalah kunci utama keberhasilan budidaya Nepenthes. Mengingat Nepenthes memiliki akar yang sedikit, maka perlu dihindari penggunaan media tanam yang padat seperti tanah liat. Media padat akat menyulitkan aerasi dan membuat akar mengalami pembusukan.

Sebaiknya gunakan media tanam yang tidak mudah memadat. Berikut adalah contoh komposisi media tanam yang bisa digunakan:

1 bagian zeolit (batu yang biaanya digunakan untuk tanaman hias
1 bagian cacahan pakis halus
1 bagian arang halus
Semua bahan dicampur menjadi satu.
Beberapa media tanam lain yang sering juga digunakan yaitu:
  • Cocopeat
  • Cacahan pakis halus dan kasar
  • Tanah
  • Kaliandra
  • Sekam
  • Akar-akaran andam
  • Lumut
  • Cacahan selaginella
  • Styrofoam untuk bagian dasar media tanam

Penyiapan Bibit

Nepenthes bisa diperbanyak dengan vegetatif maupun generatif. Namun, yang paling mudah adalah dengan perbanyakan vegetatif, yaitu dengan menggunakan stek.

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah memilih tanaman induk yang sehat, dapat dilihat dari pertumbuhannya yang subur dan terbebas dari bibit penyakit. Berikut adalah beberapa langkah awal perkembang biakan dengan menggunakan stek:
  • Potong batang tanaman menjadi stek-stek pendek. Setiap stek minimal memiliki tiga daun.
  • Untuk menghindari dehidrasi, potonglah daunnya menjadi setengah. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi penguapan pada daun.
  • Pemotongan stek dilakukan dengan posisi miring dan menggunakan peralatan yang steril.
  • Untuk merangsang pertumbuhan akar, beri 2 atau 3 sayatan pada bagian pangkal ruas yang dipotong.
  • Untuk mempercepat proses pertumbuhan akar, oleskan rooton (sejenis hormon pertumbuhan) pada bagian pangkal ruas tersebut.
  • Tanam stek pada media tanam yang sudah disediakan, kemudian tutup dengan plastik bening untuk mempertahankan kelembaban.
  • Jika daun sudah tampak lebih kuat dan segar pertumbuhannya, tanaman sudah bisa dipindahkan ke dalam pot yang lebih besar.
  • Agar tampak lebih indah, sebaiknya pindahkan ke pot gantung. Karena kantong-kantong yang muncul di ujung daun akan tampak lebih indah dan unik jika berada pada posisi menggantung.

Nah, tidak terlalu sulit bukan untuk mempersiapkan bibit Nepenthes? Tahap selanjutnya yang tidak kalah penting untuk pertumbuhan Nepenthes adalah fase pemeliharaan. Fase pemeliharaan ini akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Oleh : Neti Suriana


Related Posts :