Jumat, 28 September 2012

Nepenthes, Tanaman Rimba yang Unik (4-selesai)

Setelah penanaman, langkah selanjutnya untuk mendapatkan tanaman Nepenthes yang sehat dan indah adalah tahap pemeliharaan. Pemeliharaan pada tanaman nepenthes meliputi kegiatan penyiraman, pencahayaan dan kelembaban udara, pemupukan dan pemangkasan.

Penyiraman

Seperti halnya makhluk hidup atau tanaman lain, Nepenthes juga membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhan yang optimal. Mengingat, Nepenthes yang dibudidayakan hidup pada media yang terbatas, maka penyiraman yang rutin menjadi sangat dibutuhkan oleh tanaman ini.

Pada media yang porous atau tidak padat, penyiraman sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pada waktu pagi dan sore hari. Waktu penyiraman yang ideal dan disarankan adalah sekitar jam 7-9 pagi dan jam 4-5 sore. Mengingat media tanam porous memiliki kemampuan menyimpan air yang kurang baik, maka sebaiknya jangan pernah lalai melakukan penyiraman. Karena bisa menyebabkan kekeringan pada media. Media yang kering dapat menyebabkan kerusakan pada akar. Namun, media juga tidak boleh terlalu basah. Karena media yang terlalu basah dapat menyebabkan akar menajadi busuk dan rentan terhadap diserang penyakit.

Pencahayaan dan Kelembaban Udara

Nepenthes membutuhkan pencahayaan langsung minimal 5 jam sehari. Karena itu, posisi penanaman atau peletakan pot tanaman perlu diperhatikan. Jangan diletakkan pada tempat yang terlindung dan miskin sinar matahari. Dampak nyata yang terlihat ketika Nepenthes tidak mendapatkan pencahayaan yang cukup adalah warna daun dan kantongnya akan terlihat lebih pucat dan tidak menarik. Akibatnya, keindahan Nepenthes sebagai tanaman hias akan berkurang.

Nepenthes tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 350C untuk spesies dataran rendah dan 250C untuk spesies dataran tinggi. Sementara itu kelembaban optimal untuk pertumbuhan Nepenthes adalah 75%.

Pemupukan

Masih perlukah tanaman Nepenthes diberi pemupukan? Bukankah tanaman ini sudah memiliki kantong yang berfungsi sebagai pensuplai nutrisi bagi kebutuhan hidupnya? Apalagi faktanya di lapangan, tanaman Nepenthes dapat hidup dengan baik di batu-batu tebing dan lingkungan lain yang tidak bersahabat.

Pada prakteknya memang banyak para hobiis yang dengan sengaja tidak memberikan pemupukan pada tanaman Nepenthes. Kalaupun dipupuk, intensitasnya sangat jarang. Mereka beranggapan bahwa pemberian pupuk justru akan memperkecil ukuran kantong. Beberapa hobiis terkadang sengaja memasukkan bangkai serangga ke dalam kantong Nepenthes sebagai sumber nutrisi bagi tanaman.

Namun demikian, Frankie Handoyo dan Maloedyn Sitanggang dalam bukunya ‘Penuntun Praktis Perawatan Nepenthes’ terbitan Agromedia Pustaka, tetap menyarankan untuk memberikan pemupukan yang rutin pada tanaman ini. Karena, nutrisi yang cukup akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang sempurna. Pupuk yang diberikan pada tanaman ini biasanya adalah bubuk anggrek dengan dosis 1/3 dari dosis yang tertera pada kemasan. Pemupukan dianjurkan setiap 3 bulan sekali.

Pemangkasan

Perlakuan perawatan lainnya yang juga penting bagi tanaman ini adalah pemangkasan. Pemangkasan bertujuan untuk membuang daun-daun atau kantong-kantong yang sudah tidak produktif. Hal ini juga dimaksudkan untuk mempercantik penampilan Nepenthes. Pemotongan bisa dilakukan dengan pisau atau gunting steril. Jika batang sudah terlalu tua, panjang dan menjalar ke mana-mana sebaiknya juga dipotong saja atau diganti dengan tanaman baru.

Oleh : Neti Suriana


Related Posts :