Rabu, 19 September 2012

Nepenthes, Tanaman Unik dari Rimba (1)



Ket: Kantong-kantong Nepenthes (Dokumen Pribadi)

Sepuluh tahun yang lalu, tanaman ini hanya bisa ditemukan di hutan-hutan di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Para penjelajah hutan yang menemukannya tidak sedikit pun melihat keunikan yang ada pada tanaman ini. Kalau pun dilirik, tanaman ini hanya untuk diambil batangnya saja. Mengapa? Karena tanaman ini memiliki batang yang menjalar panjang dan lentur, sehingga bisa digunakan sebagai pengikat. Para pencari kayu di hutan biasanya menggunakannya untuk mengikat kayu yang sudah dikumpukan menjadi satu agar mudah dibawa.

Namun, seiring waktu nilai estetika tanaman ini mulai dilirik oleh manusia. Nepenthes, tanaman yang di Indonesia dikenal dengan nama Kantong Semar ini memiliki keunikan sendiri. Ia memiliki kantong yang tumbuh di setiap ujung daunnya. Kehadiran kantong inilah yang menjadi nilai estetika tersendiri bagi tanaman kantong semar.

Kantong-kantong ini sebenarnya memegang peranan penting bagi Nepenthes. Kantong-kantong ini berfungsi sebagai penjebak atau perangkap serangga seperti lalat, nyamuk, semut atau pun kupu-kupu. Bahkan pada beberapa spesies Nepenthes, kantong-kantong yang dimilikinya mampu menjebak binatang yang lebih besar seperti katak dan burung.

Katong-kantong Nepenthes ini memiliki dinding permukaan dalam yang licin untuk didaki. Sehingga, setiap binatang dan serangga yang masuk ke dalamnya akan terperangkap dan tidak bisa lagi keluar. Akibatnya, serangga dan binatang tersebut lama kelamaan akan lemas dan mati di dalamnya. Kehadiran bangkai serangga ini, merangsang dinding kantong untuk mengeluarkan sejenis enzim untuk menguraikannya menjadi nutrisi bagi tanaman. Selanjutnya, nutrisi yang dihasilkan tersebut diserap oleh tanaman untuk memenuhi nutrisi bagi kelangsungan hidupnya.

Kemampuan inilah yang membuat tanaman Nepenthes mampu hidup dan berkembang biak dengan baik pada lahan kritis dan miskin hara sekalipun. Jadi, jangan heran ketika menemukan tanaman ini tumbuh baik di pinggir-pinggir jurang dan lahan-lahan kritis yang jarang ditumbuhi oleh tanaman lain.

Rupanya, kehadiran kantong yang menggantung di setiap ujung daun Nepenthes ini menghadirkan nilai estetika tersendiri bagi tanaman. Para hobiis tanaman hias pun mulai memburu berbagai spesies tanaman ini dan membudidayakannya. Sehingga, tidak heran sekarang kita bisa menemukan berbagai spesies Nepenthes dengan mudah di pekarangan rumah, kantor, bahkan hotel berbintang.

Dewasa ini, Nepenthes semakin dicari karena keunikan kantongnya. Para pemulia tanaman pun mulai berlomba-lomba menyilangkan spesies-spesies Nepenthes untuk mendapatkan spesies baru dengan kantong yang lebih cantik. Sehingga, popularitas tanaman ini mampu bersaing dengan tanaman hias lainnya seperti anggrek, kamboja jepang dan sejenisnya sekalipun ia tidak memiliki bunga yang meriah. Karena, nilai estetika kantongnya memberikan poin tersendiri bagi tanaman ini.

Tidak hanya para hobiies tanaman hias yang memberi perhatian besar pada tanaman ini. Pemerintah pun ikut memberikan perhatian pada kelangsungan hidup tanaman ini. Melalui Undang-Unadang No. 05 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan Peraturan Pemerintah No. 07 tahun 1999 tentang jenis-jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, pemerintah memasukkan Nepenthes sebagi salah satu jenis tumbuhan yang dilindungi oleh negara.

Oleh : Neti Suriana

Sumber: Handoyo, F. dan Sitanggang, M. 2006. Petunjuk Praktis Perawatan Nepenthes. Agromedia Pustaka. Jakarta.


Related Posts :