Senin, 03 September 2012

Penyimpangan Historis Sejarah Nasional Part.2

3. Hardiknas

Hardiknas yang kita peringati setiap 2 Mei karena merupakan hari kelahiran Ki Hajar Dewantara yang mendirikan Taman Siswa. Dalam opini pribadi, saya kurang setuju dengan hal ini, karena Taman Siswa sendiri pertama kali didirikan baru pada tahun 1922. Jauh sebelum itu telah banyak sekolah-sekolah liar yang beroperasi tanpa izin pihak kolonial, bahkan RA Kartini telah mendirikan sekolah untuk kaum perempuan dan KH Ahmad Dahlan telah mendirikan banyak sekolah Muhammadiyah sejak abad 19. Dan poin utama adalah, eksistensi Taman Siswa tidak mengakar kuat hingga sekarang, bahkan tertinggal jauh dari Muhamadiyah yang telah memiliki banyak sekolah serta universitas atas namanya. Jadi jika memang Taman Siswa cikal bakal kebangkitan pendidikan secara nasional,sebaiknya kita tinjau ulang deh?

4. Hari Pahlawan

Semenjak dekade 50-an Bung Karno telah menetapkan 10 November untuk memperingati hari pahlawan dikarenakan arek-arek Suroboyo saat itu berhasil mengalahkan tentara sekutu dan NICA yang telah mengultimatum kota Surabaya untuk menyerah. Disisi lain tokoh utama dari perang ini yaitu Bung Tomo, beserta para pejuang Surabaya saat itu melawan sekutu dengan perjuangan yang sangat keras mengorbankan harta dan jiwa. Hal yang tidak perlu diragukan tentunya, namun ironisnya baru pada 10 november 2008 kemarin tokoh sentral ini dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Apakah perlu waktu selama itu dalam mengakumulasi jasa-jasa beliau untuk diberi gelar pahlawan? Jika ditilik dari sisi lain, pertempuran surabaya sebenarnya adalah kekalahan taktis di pihak Indonesia karena para pejuang telah dipukul mundur dan pasukan sekutu berhasil menguasai kota. meskipun bisa juga dibilang kemenangan strategis di pihak kita karena berhasil membuat pihak inggris menderita kerugian yang cukup besar dan membuat mereka enggan untuk terlibat peperangan lebih lanjut dengan para pejuang republik.

5. Perihal Pendudukan Belanda

Hal yang sejak dulu ditekankan kepada kita adalah perihal kekejaman Belanda dan lamanya kita dijajah, yakni 350 tahun. Padahal angka ini masih simpang siur, karena Belanda sendiri tidak pernah menguasai Indonesia secara utuh. Lalu kekejaman belanda yang banyak dieksploitasi buku-buku sejarah sebagai sumber perpecahan bangsa. Padahal sejak awal sistem hierarki di Indonesia memang berbentuk kerajaan yang terpecah-pecah, rajanya pun banyak yang tidak kalah kejam dengan Belanda seperti Amangkurat II. Dan peperangan antar kerajaan memang telah berlangsung lama sebelum kedatangan Belanda. Dengan mengenyampingkan dampak negatif yang dibawanya, justru dengan kedatangan Belanda lah kerajaan - kerajaan ini lambat laun mulai bersatu. Terakhir adalah Belanda atau Portugis yang digambarkan maruk kekuasaan dan merebutnya secara paksa, kenyataannya justru banyak konsensi dan wilayah yang diberikan langsung oleh Raja setempat sebagai balas jasa karena telah dibantu Belanda dalam memerangi lawan politiknya demi kepentingan pribadi.

so, mari kita jujur dan ilmiah dalam bersejarah!

Oleh : Muhammad Jundi Robbani


Related Posts :