Jumat, 07 September 2012

Tips Menulis 1: Miliki Alasan yang Kuat!

Banyak yang ingin bisa menulis, namun kemudian keinginan itu hanya berhenti pada keinginan. Tidak bergerak selangkah pun untuk menghasilkan tulisan. Banyak juga yang sudah melangkah untuk menulis, namun di tengah jalan berhenti karena bosan mengulang kegiatan yang sama –menulis—setiap hari, kecewa karena tulisan tidak diapresiasi positif oleh orang lain dan berbagai alasan lain yang membuatnya berhenti menulis. Mengapa demikian? Karena ia tidak memiliki alasan yang kuat mengapa menulis? Hanya sekedar ‘ingin’ sebagai pendorong pertama. Alasan ‘ingin’ ini sangat lemah. Ia akan sangat mudah goyah ketika dihadapkan pada tantangan.

Oleh karena itu, hal pertama yang harus dimiliki ketika Anda memutuskan untuk bisa menulis adalah segera temukan alasan yang kuat, ‘mengapa Anda menulis?’ Alasan yang kuat ini akan menjadi mesin penyemangat Anda dalam menulis. Ketika Anda mulai lemah, bosan dan kecewa, segera ingat kembali apa alasan Anda menulis? Ketika mengingat kembali alasan utama Anda menulis, yakinlah Anda akan kembali termotivasi untuk menulis.

Apa yang dimaksud dengan alasan yang kuat? Alasan adalah segala hal yang melatarbelakangi atau hal-hal yang mendorong Anda untuk melakukan sesuatu. Jadi, alasan yang kuat untuk menulis adalah semua hal yang melatar belakangi dan mendorong Anda untuk terus menulis apa pun rintangannya. Alasan yang kuat haruslah mampu mengalahkan rintangan-rintangan yang menghalangi Anda untuk menulis, baik rintangan dari luar maupun rintangan dari dalam diri sendiri.

Alasan yang kuat haruslah konkrit, tidak abstrak dan bukan hanya sekedar retorika. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi alasan kuat Anda dalam menulis:

Pertama alasan finansial

Memang terkesan matre, namun alasan ini memiliki daya dorong yang kuat. Percayalah, ketika Anda menulis karena ingin mendapatkan penghasilan atau uang, dan menulis adalah satu-satunya cara bagi Anda untuk mendapatkan uang maka seberat apa pun rintangan Anda akan tetap menulis. Karena, berhenti menulis juga bermakna menghentikan pemasukan finansial Anda.

Kedua alasan impian berkarya

Impian untuk menghasilkan karya baik dalam bentuk buku, atau dalam bentuk karya tulis lainnya adalah alasan kuat yang bisa mendorong Anda untuk menulis. Ketika Anda berhenti menulis, berarti impian Anda untuk memiliki karya dalam bentuk tulisan tidak akan pernah tercapai.

Ketiga alasan ingin menyebarkan idiologi keyakinan.

Berdakwah melalui tulisan adalah salah satu contohnya. Menyampaikan keyakinan, kebenaran dan kebaikan melalui tulisan bisa menjadi alasan kuat Anda dalam menulis. Dan ini adalah alasan kuat yang sangat mulia. Karena tidak semua orang nyaman dan pintar menyampaikan dakwah secara lisan. Demikian juga, tidak semua orang bisa menyampaikan dakwah secara tulisan. Dan, Anda yang punya ketertarikan dalam dunia tulis menulis, bisa mengambil bagian ini.

Ya, itulah tiga alasan kuat yang bisa menjadi daya dorong Anda untuk menulis. Ketika semangat menulis mulai lemah, ingat kembali alasan kuat Anda untuk menulis. Dan yakinkan diri bahwa Anda hanya bisa mendapatkan hal-hal yang menjadi alasan tersebut dengan menulis. Maka Anda akan terus menulis hingga tujuan Anda tercapai. Ketika tujuan telah tercapai bagaimana? Apakah Anda akan berhenti menulis? Tentu tidak. Karena proses dalam mencapai tujuan tersebut telah membentuk passion Anda yaitu menulis. Dan menulis telah menjadi passion Anda. Yuk, segera miliki alasan yang kuat itu!

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :