Rabu, 03 Oktober 2012

Berfikir Efisien, Kritis, dan Logis

Kelebihan manusia dibandingkan makhluk ciptaan tuhan lainnya adalah akal. Setiap makhluk terkecuali tumbuhan memiliki otak. Tetapi, hewan lebih mempergunakan nurani atau insting. Sedangkan manusia memakai insting dan akalnya. Akal sering dipakai untuk menimbang dan memutuskan setiap tindakan manusia.

Namun, terdapat perbedaan bagi pria dan wanita. Hal ini dikarenakan wanita yang memiliki dasar hati yang lembut dan penyayang, sehingga para wanita lebih sering bertindak memakai perasaannya baru kemudian ditimbang oleh akalnya. Sedangkan pria yang memiliki dasar sifat yang kuat dan tegas kebanyakan mendahulukan akal baru kemudian perasaannya. Oleh karena itu, sebaiknya yang menjadi pemimpin adalah para pria. Karena, apabila wanita menjadi pemimpin dikhawatirkan setiap keputusan yang dibuat berdasarkan perasaannya bukan dari fakta dan akal serta logika. Bukan berarti tidak ada pemimpin wanita yang cukup berkompeten dan tidak diragukan lagi kepemimpinannya. Contohnya saja R.A Kartini dan Cut Nyak Dien yang memimpin masyarakat pada jaman penjajahan dahulu.

Selama ini kita belajar berbagai disiplin ilmu. Mulai dari ilmu dasar yang dipelajari di bangku SD-SMA. Kemudian meningkat lebih menjurus di bangku SMK atau kuliah. Selain belajar teori kita juga dapat memperdalam ilmu tersebut di kelas praktikum. Tetapi, kebanyakan pelajar hanya terpaku terhadap ilmu yang di buku saja. Jarang sekali para pelajar atau mahasiswa ini mengembangkan ilmu tersebut ataupun menemukan hal baru, yang diakibatkan tidak diaplikasikannya ilmu tersebut di dunia nyata. Sehingga akhirnya teori hanya sebatas teori di dalam buku semata. Padahal untuk memajukan pendidikan dibutuhkan inovasi ilmu pengetahuan juga.

Selain itu berfikir kritis juga sangat dibutuhkan. Karena orang-orang yang memiliki pemikiran yang kritis dapat dengan cepat menanggapi dan mencari solusi dari setiap permasalahan. Selain itu juga nasihat maupun masukan yang dibutuhkan dapat dengan cepat disampaikan oleh mereka para pemikir kritis tersebut.

Kedua hal tersebut akan labih matang jika dipadu dengan pola pikir yang logis. Berfikir logis berarti selalu mengacu kepada logika dan pengetahuan yang ada. Tidak semata-mata setiap hal tersebut diperkirakan. Karena tidak semua perkiraan memiliki hasil yang tepat sesuai dengan keinginan. Secara sadar atau tidak, kita setiap hari telah dilatih untuk mengasah logika kita. Hal ini dimulai dari kita kecil, dan semakin mantap proses latihan tersebut ketika kita memasuki bangku sekolah.

Ketiga hal ini sangat berkaitan. Satu sama lainnya saling mendukung. Kita dapat menyadarinya sendiri dimana kekurangan diri kita. Tetapi kita tidak perlu khawatir karena ketiga hal ini dapat dilatih dengan membuka pikiran dan hati akan lingkungan sekitar. Dengan membuka hati akan lingkungan, otak akan segera merespon dan mengolah berbagai macam informasi yang kita butuhkan untuk kita bertindak lebih lanjut. Selain itu juga melatih pikiran kita juga dapat melalui proses belajar mengajar. Melalui perantara buku yang disediakan dapat membantu meningkatkan pola pikir dan kecerdasan. Oleh karena itu sebagai pelajar, sangatlah penting belajar dengan giat karena sangat membantu dalam membuka pikiran kita akan dunia yang luas ini.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :