Senin, 08 Oktober 2012

Keutuhan sebuah naskah

Banyak faktor yang dapat menyebabkan diterima atau ditolaknya suatu naskah. Berikut adalah rangkumannya:

Tema

Editor fiksi biasanya mencari novel yang temanya baru, menarik, atau sesuai dengan target pembaca. Sama halnya seperti musik, ”tema cinta” selalu menjadi nomor satu dan tak terkalahkan dalam jagad manapun. Dalam cerita misteri, hukum, atau thriller sekalipun, tema cinta dapat menjadi bumbu penyedap suatu karya.

Walaupun tema ini kelihatannya sudah basi, tapi tema ini dapat diolah sedemikian rupa menjadi rumit, berputar-putar atau sangat sederhana. Tidak ada cerita yang baru di dunia ini. Yang ada hanya cara baru untuk menceritakannya.

Karakter

Karakter yang kuat akan mencuri hati pembacanya. Karakter mungkin saja bisa terinspirasi dari orang yang kita kenal atau dari buku yang kita baca. Arthur Conan Doyle terinspirasi menciptakan tokoh Sherlock Holmes dari tokoh nyata, Joseph Bell.

Karakter haruslah hidup di pikiran seorang penulis dan dan dipercayai sebagai ’teman hidupnya’. Jangan menyerahkan naskah kepada penerbit jika anda sendiri ragu dengan tokoh yang anda ciptakan. Salah satu contoh novel yang mempunyai karakter yang kuat adalah: si jin berlidah tajam Bartimaeus.

Bab awal

Bab awal novel anda haruslah seromantis rayuan kepada pacar jika ingin karya anda dilirik oleh editor, diterbitkan, dan dibeli pembaca. Editor tidak mempunyai banyak waktu untuk membaca dan memprioritaskan karya anda dari awal sampai akhir. Beberapa orang editor mungkin hanya sekilas membaca naskah-naskah yang ditawarkan kepadanya, sebelum memilih untuk meneruskan membaca naskah yang menarik minatnya.

Menulis seharusnya memang demi kepuasan batin, tapi jika kita ingin buku kita laku dijual, kita pun harus menerapkan taktik yang biasanya dilakukan setiap salesman bahwa: sepuluh kata pertama lebih penting daripada seribu kata berikutnya. Namun demikian, janganlah mengecewakan pembaca dengan produk yang anda jual. Sebuah novel yang utuh haruslah ditulis dengan kesiapan terbaik yang dimiliki penulisnya dalam bab berapapun.

Plot

Alur atau plot cerita adalah gambaran novel anda dari awal sampai akhir. Ada penulis yang menuliskan plot ceritanya terlebih dahulu agar ceritanya tidak melebar dan ada juga yang lebih memilih ’bebas’ dan ingin mendapatkan kejutan sewaktu tengah berkarya (karena ia percaya kejutan itu juga akan mengejutkan pembacanya). Pilihan manapun yang anda ambil, tidak ada yang salah. Ini hanya persoalan karakteristik masing-masing penulis.

Yang harus diperhatikan adalah hubungan sebab-akibat antar plot ini. Misalnya: janganlah membuat suatu kebetulan di tengah atau di akhir cerita. Janganlah menawarkan solusi pemecahan yang ”tiba-tiba” dalam suatu cerita. Jika A semisal telah mengenal B, cobalah memberikan clue tersebut jauh hari di awal bab anda. Intinya, jangan sampai pembaca berpikir, ”Lho, kok tiba-tiba begini....”

Plot yang matang dan dipikirkan dengan baik akan membuat pembaca takjub dan lebih menghargai karya anda.

Oleh : Ryusai


Related Posts :