Rabu, 14 November 2012

Lima Tingkat Kebutuhan Abraham Maslow


Abraham Maslow lahir pada tanggal 1 April 1908 di New York, Amerika Serikat. Orang tuanya adalah keturunan Yahudi dan tidak pernah mengalami pendidikan formal. Mereka berimigrasi ke Amerika dengan cita-cita memperoleh hidup yang lebih baik, khususnya pada pendidikan anak-anak. Sejak kecil Maslow sendirian dan tidak mempunyai teman. Ia satu-satunya anak keturunan Yahudi yang bersekolah di sekolah anak kulit putih. Ia menghabiskan waktunya untuk belajar selama berjam-jam. Ketika sudah terkenal, ia mengakui dan mengenang masa kecilnya yang pahit, ”Saya diisolasi dan tidak bahagia. Saya berkembang di dalam perpustakaan dan di antara buku-buku. Tanpa teman”

Pengalaman masa kecilnya inilah yang kemungkinan membuahkan pemikiran tentang lima tingkat kebutuhan manusia yang terkenal itu. Berikut adalah hierarki kebutuhan individu menurut Abraham Maslow:

1. Kebutuhan fisik

Menurut maslow, ini adalah tingkat kebutuhan yang paling dasar tapi amat mendesak untuk segera dipenuhi. Kebutuhan fisik berkaitan langsung dengan kelangsungan hidup manusia, seperti: makan, minum, bernapas, seks, istirahat, dan suhu (panas-dingin) yang sesuai untuk tubuh manusia.

2. Kebutuhan rasa aman

Setelah kebutuhan fisik terpenuhi, manusia memerlukan kebutuhan akan rasa aman dalam hidupnya. Kebutuhan rasa aman ini dapat didefinisikan sebagai upaya manusia untuk memperoleh ketentraman, kepastian, dan keteraturan dalam lingkungannya. Kebutuhan ini mencakup: tempat tinggal yang menetap, lingkungan yang aman dan bebas dari kejahatan, pekerjaan yang terjamin dan lain sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan itu adalah keteraturan, struktur yang jelas dan situasi yang dapat diduga.

3. Kebutuhan akan cinta dan kasih sayang

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendirian. Setelah kebutuhan fisik dan rasa aman didapatkan oleh seorang individu, maka berikutnya ia membutuhkan dukungan orang lain dalam hidupnya. Kebutuhan ini mendorong individu untuk mengadakan ikatan emosional dengan individu lain baik dengan sesama jenis maupun lawan jenis. Kebutuhan ini bukanlah hubungan cinta semata antara pria dan wanita. Kasih sayang orang tua, figur seorang ayah, dan merasa menjadi anggota dalam suatu kelompok termasuk dalam kebutuhan akan cinta dan kasih sayang.

4. Kebutuhan akan harga diri

Maslow membagi kebutuhan ini dalam dua bagian. Pertama: penghargaan dari diri sendiri yang mencakup rasa percaya diri, kekuatan pribadi, edukasi, kemandirian dan kebebasan. Kedua: penghargaan dari orang lain, yaitu adanya pengakuan dari orang lain akan prestasi yang berhasil diraih oleh individu. Kebutuhan itu adalah rasa dihormati dan dihargai oleh orang lain.

5. Kebutuhan aktualisasi diri

Ini adalh kebutuhan yang paling tinggi dalam teori Maslow. Kebutuhan ini muncul setelah semua kebutuhan lainnya terpenuhi (walaupun pada kenyataannya tidak selalu begitu). Aktualisasi diri adalah hasrat yang dimiliki seorang individu untuk menjadi seseorang yang sesuai dengan keinginan dan potensi yang dimilikinya. Kebutuhan ini umumnya dapat dijumpai pada diri para seniman, pelukis, penulis, dll. Walaupun demikian, Maslow menambahkan bahwa aktualisasi diri tidak hanya menyangkut pengembangan bakat saja, melainkan setiap upaya manusia untuk menjadi yang terbaik di bidang pekerjaan yang mereka cintai itu.

Oleh : Ryusai

Referensi :

  • Koswara, E. 1991. Teori-teori kepribadian. Bandung: PT Eresco Bandung
  • Schultz, D. 1991. Psikologi Pertumbuhan: Model-model kepribadian Sehat. Penerbit Kanisius
  • Bruno, F.J. 1989. Kamus:Istilah Kunci Psikologi. Penerbit Kanisius





Related Posts :