Kamis, 29 November 2012

Menyusun Resolusi dengan Semangat Hijrah

Perjalanan waktu terasa begitu cepat. Rasanya baru kemarin kita membicarakan tentang semangat hijrah. Rasanya baru tadi malam kita bermuhasabah menyambut tahun baru hijriah. Namun, sekarang kita kembali dihadapkan dengan tahun baru lagi.

Akhir tahun menjadi saat yang tepat bagi kita untuk kembali ber-muhasabah, mengevaluasi tapak demi tapak perjalanan hidup yang telah dilewati selama satu tahun terakhir. Resolusi mana saja yang sudah dicapai? Bagaimana proses pencapaiannya? Apa pelajaran yang bisa diambil dari pencapaian tersebut? Kemudian, resolusi mana saja yang belum dicapai? Mengapa belum tercapai? Segera list peluang dan tantangan untuk mewujudkannya.

Berpijak dari hasil evaluasi ini, selanjutnya kita melangkah untuk merancang resolusi satu tahun ke depan.

Apa itu resolusi? Resolusi adalah rancangan target atau pencapaian yang ingin diraih pada masa yang akan datang. Resolusi ini harus jelas dan terukur.

Sebagai seorang muslim, alangkah baiknya jika evaluasi dan resolusi dicanangkan pada momen pergantian tahun hijriah ini. Ada beberapa alasan mengapa kita disarankan untuk menggunakan pergantian tahun hijriah sebagai momen terbaik untuk melakukan muhasabah dan mencanangkan resolusi, yaitu:

Pertama: membiasakan diri untuk dekat dengan penanggalan islam.

Sebagaimana kita tahu, penanggalan hijriah merupakan sistem penanggalan yang diakui dalam islam. Semua perintah ibadah dan hari besar islam juga ditandai dengan penanggalan hijriah. Oleh karena itu, adalah suatu keharusan bagi kita untuk membiasakan diri menggunakan penanggalan hijriah. Terutama untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan momen pribadi. Termasuk dalam mengevaluasi dan mencanangkan resolusi diri. Agar syiar penanggalan hijriah tetap hidup dalam keseharian kita.

Kedua: bergerak lebih awal.

Seperti kita ketahui, penanggalan hijriah selalu lebih cepat beberapa hari dari penanggalan masehi. Dengan menggunakan penanggalan hijriah sebagai momen untuk melakukan evaluasi dan mencanangkan resolusi, berarti kita bergerak beberapa langkah lebih awal dan lebih cepat dari yang lainnya. Artinya, kita akan selalu menjadi yang terdahulu dibanding yang lainnya.

Ketiga: salah satu ikhtiar mengikuti sunnah Rasulullah.

Keempat: mengadopsi semangat hijrah Rasul dan sahabat dalam setiap aktivitas.

Dalam penanggalan hijriah, para sahabat Nabi sepakat menjadikan momentum peristiwa hijrah sebagai tonggal awalnya. Sehingga, setiap awal tahun hijriah kita kembali diingatkan dengan peristiwa hijrah Rasulullah Saw dan para sahabat dari Mekah ke Madinah. Sebuah peristiwa yang melambangkan ikhtiar untuk keluar dari kejahiliyahan menuju ke cahaya islam.

Jadi, semangat hijrah adalah semangat untuk terus memperbaiki diri. Semangat untuk keluar dari keburukan menuju kebaikan, semangat untuk keluar dari kesalahan menuju kebenaran, semangat untuk terus menjadi baik dan baik. Dengan demikian, resolusi yang mengadopsi semangat hijrah adalah resolusi yang berorientasi pada peningkatan positif ke arah yang lebih baik. Yang berpijak pada salah satu hadis Rasulullah Saw yang mengatakan bahwa:

Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung
Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin adalah orang yang rugi
Dan barangsiapa yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka sesungguhnya ia adalah orang yang celaka.

Nauzubillahiminzalik. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung. Amin

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :