Jumat, 07 Desember 2012

9 SUMMERS
10 AUTUMNS
Dari Kota Apel To The Big Apple



Begitu judul sebuah buku karya Iwan Setyawan yang sempat saya meluangkan waktu kemalasan saya untuk membaca belakangan ini. Buku tersebut merupakan salah satu koleksi buku milik teman satu kost saya, satu kamar malahan. Teman saya ini sudah lebih dulu mengkhatamkan jauh-jauh hari sebelum saya melirik cover belakang buku ini. Kenapa cover belakang..?. Saya sering melihat sebuah buku dari cover bagian belakangnya terlebih dahulu. Karena dari cover belakang itulah saya sejenak menyempatkan membaca ringkasan singkat tentang buku tersebut dan juga melirik suatu kolom – kolom komentar seseorang yang besar tentang buku tersebut. Dari situlah buku ini menarik perhatian saya untuk membacanya.

Saya penasaran dengan judul buku tersebut, yang membawakan nama salah satu buah yang saya anggap sebagai salah satu buah yang sakral, Apel (Apple), dari nama buah inilah rahasia pada film Davinci Code terpecahkan pada akhir ceritannya. Sakral bukan karena buah apel ini memiliki sesuatu yang mistik atau apapun yang berbau tidak real. Sakral karena banyak hal, tokoh, karya-karya yang besar dengan nama ini. Lihat saja Steve Job dengan gadget-gadgetnya di Apple.inc atau Issac Newton dengan theorema Newtonian yang ia dapat karena berawal saat Ia mendapati sebuah apel yang jatuh dari pohonnya. Dan tentu saja Iwan Setyawan masuk salah satunya dengan segala pencapaian yang telah digapai dan juga buku ini.



Buku ini belum saya rampungkan sampai tulisan ini diposkan. Tapi sudah banyak hal yang saya dapat dari buku ini. Buku ini mengisahkan bagaimana kisah hidup seorang putra tunggal dari lima bersaudara dari kedua orang tuanya, Iwan Setyawan itu sendiri. Seorang laki-laki anak dari seorang sopir di daerah Batu, Malang. Bagaimana perjuangan hidupnya dengan segala keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki namun kebersamaan bersama keluarga selalu menutupi semua hal yang begitu mahal untuk terbayarkan. Seorang bocah laki-laki yang menjadi sangat bersemangat dan semakin kuat melihat ketegaran saudara perempuannya.

Bagaimana perjuangan kakak sulungnya, Mbak Isa berjuang dengan kesungguhannya akan pendidikan dan sikap pantang menyerah untuk tetap berprestasi dengan segala kekurangan yang ada. Diikuti pula oleh kakak keduanya, Mbak Inan dipanggilnya, yang memiliki hati seputih hati sang bunda, ibunya. Dan tetap berjuang untuk berprestasi dalam pendidikannya. Begitu juga dengan kedua adik perempuannya yang selalu bersemangat menjalani hidup.

Tak lain pula dengan Iwan yang sangat terpacu melihat bagaimana kedua kakaknya memandang dunia. Bagaimana dengan segala kekurangan yang melilit, mereka harus dan sanggup memperjuangkan untuk hidup yang lebih baik. Bagaimana semangat belajar mereka sangat membara, membuat ia yang pendiam, berani menantang dunia. Belajar, belajar, dan belajar. Semangat tak gentar meski begitu banyak keterbatasan dan halangan yang ada mengikutinya, hingga ia, Iwan Setyawan sampai to the big apple.

Oleh : Ario dwi prabowo
Referensi :
Setyawan, Iwan. 2011. 9 Summers 10 Autumns Dari Kota Apel To The Big Apple. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama


Related Posts :