Jumat, 14 Desember 2012

Gulma yang Berkhasiat Obat: Sambiloto (Andrographis paniculata Nees)

Tanaman yang setiap bagiannya berasa pahit ini bukan lagi tanaman asing dalam pengobatan herbal. Secara turun temurun orang tua kita menggunakan air rebusan sambiloto untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Adalah dr. J Sidhajatra yang sudah puluhan tahun komit untuk memberikan obat-obat herbal untuk menyembuhkan pasiennya mengatakan bahwa sambiloto merupakan herbal yang memiliki efek anti-infeksi dan anti radang yang paling baik dibandingkan tanaman herbal lainnya.

Asal dan Nama Lokal

Di Indonesia, sambiloto sudah dikenal sejak lama, demikian juga di beberapa negara lain. Namun, asal usul tanaman ini belum jelas. Banyak yang menduga bahwa tanaman ini berasal dari daerah tropis, karena memang penyebaran terbesar tanaman ini di daerah-daerah tersebut. Seperti Indonesia, Malaysia, Filipina, India dan sekitarnya

Di Indonesia, sambiloto dikenal dengan berbagai nama lokal. Misalnya samboroto, sandiloto, sambilata, takilo dan paitan (Jawa Tengah dan Jawa Timur). Kioray, takila dan kipeurat (Jawa Barat). Papaitan, empedu (Melayu).

Deskripsi Fisik Tanaman

Tanaman sambiloto tumbuh tegak. Bentuk batang persegi empat dan berbuku-buku dan bercabang-cabang. Tinggi batang bisa mencapai 90 cm. Daun sambiloto kecil-kecil, berbentuk lanset dan berwarna hijau. Sambiloto juga menghasilkan bunga yang keluar dari ujung tangkai yang tersusun dalam rangkaian tandan. Bunga berwarna putih keunguan. Sementara buahnya berbentuk bulat panjang meruncing pada bagian ujung dan pangkalnya. Bunga dan buah biasa muncul sepanjang tahun.

Tanaman ini mudah berkembang biak, baik secara vegetatif maupun generatif. Secara vegetatif tanaman berkembang biak dengan stek. Sementara secara generatif tanaman ini bisa berkembang biak dengan biji. Sehingga tidak heran jika anakan tanaman ini bisa ditemukan dengan mudah di sekitar rumpun tanaman yang sudah berbuah.

Khasiat dan Cara Penggunaan

Sambiloto berkhasiat mengobati berbagai penyakit, diantaranya:

a. Kudis

Satu genggam sambiloto segar dan sedikit belerang dicampur, kemudian ditumbuk hingga halus. Balurkan ramuan tersebut pada bagian yang sakit. Ulangi pengobatan hingga sembuh.

b. Kencing Manis

25 gram daun sambiloto dan 25 gram daun kumis kucing dicuci hingga bersih pada air mengalir. Rebus bahan-bahan tersebut dalam 110 ml air hingga mendidih. Diamkan hingga dingin kemudian minum air rebusan tersebut sekali sehari.

c. Radang usus buntu

Seduh air sambiloto dengan air panas secukupnya. Kemudian minum air seduhannya sekali sehari.

d. Masuk angin, influenza, menurunkan demam

Daun sambiloto secukupnya direbus dengan air hingga mendidih. Kemudian air rebusannya diminum.

e. Luka

Daun sambiloto yang sudah dikeringkan secukupnya ditumbuk hingga membentuk serbuk. Kemudian serbuk daun sambiloto tersebut ditaburkan pada luka atau koreng tersebut.

Khasiat sambiloto tidak hanya terkenal dalam pengobatan tradisional Indonesia. Dalam pengobatan tradisional Cina khasiat sambiloto juga sangat populer. Dalam Chinese Medical Journal dan Journal of Tongji Medical University disebutkan bahwa salah satu khasiat sambiloto adalah mampu mengatasi penyempitan pembuluh darah karena tingginya kadar kolesterol darah. Dalam Chinese Medical Journal disebutkan bahwa sambiloto mengandung senyawa flavon, di mana senyawa ini bersifat mencegah penggumpalan darah dan menghancurkan gumpalan darah.

Oleh: Neti Suriana
Referensi
www.iptek.net.id
Al-Isfari, A.M. 2012. Hidup Sehat dengan Terapi Herbal. As-Salam publishing. Solo.


Related Posts :