Jumat, 11 Januari 2013

Asimilasi Kultural Budaya Indonesia

Zaman modern yang dihiasi dengan berbagai macam teknologi informasi dan telekomunikasi telah berhasil mengantarkan setiap sudut dunia yang terpendam untuk muncul ke permukaan peradaban. Dari setiap segi bangsa baik kultural maupun budaya dapat dikenal hanya dengan men-search di mesin pencari seperti Google, Yahoo, dll. Melalui perkembangan teknologi ini, negara dan daerah menjadi terkenal dan membuka peluang bisnis melalui pariwisata daerah. Dan pariwisata biasanya memiliki peluang yang sangat baik bagi negara yang sedang berkembang, dan dapat menarik wisatawan asing untuk datang.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan banyak efek positif kepada negara. Selain terciptanya kawasan industri pariwisata baru, dampak lainnya adalah negara yang berkembang dapat lebih dikenal oleh masyarakat di mancanegara. Akan tetapi, selain efek positif terdapat juga efek negatif dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi ini.

Efek negatif ini bisa berupa berubahnya kualitas moral masyarakat ataupun menghilangnya budaya lama yang baik karena tergantikan oleh budaya luar yang dianggap keren oleh kawula muda dalam negeri. Kualitas moral anak bangsa saat ini semakin menurun dari waktu ke waktu. Hanya sebagian dari banyaknya penerus bangsa yang masih gigih mempertahankan moral dirinya.

Selain itu, karena datangnya para turis asing ke dalam negeri juga membawa masalah lainnya. Para wisatawan yang datang dari berbagai negara membawa budaya dan kebiasaan mereka ke Indonesia. Masyarakat pribumi yang beranggapan bahwa style wisatawan asing ini keren akan meniru dan kemudian nantinya akan semakin banyak orang yang meniru mereka. Kebanyakan yang ditiru oleh masyarakat lokal adalah dari cara berpakaian, bergaul, makanan, dll.

Wisatawan asing sudah terbiasa berjalan di sekitar pantai hanya dengan memakai bikini. Di daerah perkotaan saja mereka beranggapan lazim dengan hanya memakai hot pants dan pakaian tanpa lengan yang bahkan terkadang terkesan memperlihatkan perhiasan mereka sendiri. Padahal bagi masyarakat yang tinggal di bagian timur, hal tersebut merupakan tabu dilakukan di tempat umum.

Kebiasaan free sex oleh orang barat semakin lama semakin terasa di Indonesia. Sudah banyak ditemukan di berbagai macam media para korban HIV dan penyakit menular lainnya yang diketahui berasal dari pergaulan bebas ini. Dampak buruk yang dirasakan bukan hanya sekedar dari keluarga maupun pelaku sendiri. Namun, juga berlanjut kepada anak cucunya nanti karena mereka akan mengidap penyakit yang sama semenjak mereka dilahirkan.

Minuman keras seperti wine, whisky, arak, tuak, topi miring, sake, dan lainnya yang termasuk mengandung alkohol juga sangat tidak lazim dikonsumsi oleh orang Indonesia. Apalagi jika hal ini dilakukan di tempat umum. Namun, peredaran minuman beralkohol ini tidak begitu diperhatikan. Banyak diskotik dan pub-pub malam yang menyediakan minuman ini dengan bebas. Bahkan di warung-warung sendiri disediakan jenis minuman beralkohol dengan harga yang lebih terjangkau. Padahal kita ketahui bersama, dampak buruk dari minuman ini sangatlah banyak. Orang yang mengkonsumsinya akan kehilangan kesadaran dan akan bertindak arogan, sehingga dapat menyebabkan celaka bagi orang lain dan dirinya sendiri.

Perkembangan di era informasi saat ini sangatlah penting dan harus dinikmati oleh semua pihak. Namun, ketika terjadi gesekan antara satu budaya dengan budaya lain. Kita harus memberikan batasan yang jelas, sehingga budaya yang ada saat ini tetap lestari namun tetap mengikuti perkembangan zaman. Oleh karena itu dibutuhkan bantuan pemerintah untuk membuat aturan yang jelas bagi masyarakat dan wisatawan agar dapat menghindari hal yang tidak diinginkan. Selain itu kesadaran masyarakat harus ditingkatkan lagi agar setiap budaya yang tidak sesuai dengan norma agama dan daerah timur tidak bercampur dengan budaya barat yang bebas. Sehingga keturunan kita nantinya terjaga dan budaya kita dapat diwariskan secara utuh kepada mereka.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :