Selasa, 29 Januari 2013

Brokoli dan Buncis

Suku: Cruciferae

Brokoli digolongkan dalam keluarga kubis-kubisan dan cocok ditanam di dataran tinggi yang lembap bersuhu rendah. Sayuran ini tidak tahan terhadap panas dan hujan yang terus menerus. Panen brokoli dilakukan setelah umurnya mencapai 60-90 hari sejak ditanam, sebelum bunganya mekar, dan sewaktu kropnya masih berwarna hijau. Jika bunganya mekar, tangkai bunganya akan memanjang dan keluarlah kuntum-kuntum bunga berwarna kuning. Brokoli perlu dimasak lebih dahulu sebelum dikonsumsi, tapi jangan terlalu lama karena pemasakan yang terlalu lama malah akan mengurangi khasiatnya.

Brokoli mengandung zat berkhasiat sulforafan yang dapat mencegah penyakit kanker. Di antara kelompok kubis-kubisan, brokoli disebut sebagai paling kaya suforafan, zat antioksidan yang paling ampuh. Brokoli juga mengandung betakaroten, indola kuersetin dan glutation.

Terutama untuk wanita, brokoli amat penting karena mampu membuang kelebihan estrogen berbahaya yang berpotensi menimbulkan kanker payudara. Setelah sakit berat, bunga brokoli juga akan mempercepat proses penyembuhan.

Kegunaan :

1. Mempercepat penyembuhan penyakit :

Sediakan brokoli segar berukuran sedang, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya, cuci dan rebus sebentar. Dapat dimakan sebagai lalap atau ditumis bersama sayuran lainnya.

2. Mencegah osteoporosis :

Campur kuntum brokoli beserta batangnya dengan 3 buah wortel, 1 buah apel, dan ½ genggam peterseli. Tambahkan air sedikit lalu diblender. Setelah itu saring, lalu diminum. Untuk menjaga kesehatan tulang, minumlah ramuan jus ini segelas setiap pagi.

3. Mencegah / menghambat perkembangan sel kanker :

Brokoli dapat dimakan sebagai sayuran rebus atau dimasak dengan sayuran lain dengan porsi secukupnya.

Catatan : sebuah penelitian yang dilakukan oleh Nathan Matushesi dari Universitas Illisionis, menyatakan brokoli mentah ternyata lebih berkhasiat dibandingkan dengan yang telah dimasak. Karena brokoli mentah mengandung lebih banyak sulforafan.

Buncis

Suku: Papilionaceae

Tanaman menjalar yang panjang yang bisa mencapai 2-3 m ini dikenal dengan nama kacang buncis (Sunda), atau boncis (Jawa). Buahnya berupa polong, bijinya berwarna putih, kuning, merah, lila, cokelat, atau hitam.

Buah, daun, dan batang tanaman buncis mengandung saponin dan polifenol. Selain itu daunnya juga mengandung flavonoida. Buncis mengandung B-sitosterol dan stigmasterol, yang mampu meningkatkan produksi insulin. Buncis juga bersifat diuretik.

Kegunaan :

1. Melancarkan air seni :

Ambil sekitar 50 gram buncis. Cuci bersih, lalu kukus sampai matang. Makanlah sebagai lalapan.

2. Diabetes

Kukuslah buncis sebanyak 250 gram, lalu makan sebagai lalapan. Makanlah 3 x sehari masing-masing 250 gram.

3. Melancarkan ASI :

Seperti jagung, kacang, serta daun katuk, buncis juga bisa melancarkan ASI. Makanlah sebagai sayuran yang dimasak sesuai selera.

4. Anemia :

Daun mudanya baik dikonsumsi sebagai lalapan.

Oleh : Liana Xue
Sumber : Tim redaksi majalah Intisari. Tanaman obat keluarga 3. 2004. Jakarta. Majalah Intisari.


Related Posts :