Jumat, 04 Januari 2013

Cabe Rawit, Si Kecil yang Hot!



Tanaman cabe secara umum di Indonesia cabe dikelompokkan menjadi tiga kelompok besar, yaitu:

a. Cabe rawit (hot chili)
b. Cabe besar (pepper)
c. Cabe lonceng (bell pepper)

Di antara tiga kelompok tersebut, cabe rawit terkenal sebagai jenis cabe yang paling pedas. Sehingga di dunia Internasional, cabe ini dikenal dengan sebutan hot chili. Di Indonesia sendiri, cabe rawit dikenal dengan beragam nama lokal. Misalnya: lado pendek, lombok setan, rawit dan sebagainya.

Cabe rawit dan cabe besar meskipun sama-sama disebut cabe, dalam taksonomi tumbuhan dikelompokkan dalam spesies yang berbeda. Sementara cabe besar dan cabe lonceng dikelompokkan dalam satu spesies. Sehingga kedua jenis cabe ini memiliki nama ilmiah yang berbeda.

Cabe rawit memiliki nama ilmiah Capsicum Frutescens, sedangkan cabe besar dan cabe lonceng memiliki nama ilmiah Capsicum Annuum.

Cabe Rawit, Kecil namun Pedas

Morfologi atau penampilan fisik cabe rawit sangat khas. Ukurannya kecil-kecil dan pendek. Dibandingkan dengan cabe besar dan cabe lonceng, ukuran cabe rawit jauh lebih kecil. Posisi buah pada batang pun unik. Tidak seperti buah cabe jenis lain yang menggantung ke arah bawah. Cabe rawit justru tegak ke atas.

Sekalipun ukuran buah cabenya kecil-kecil, namun cabe rawit terkenal jauh lebih pedas. Sensasi pedas pada cabe ini terjadi karena kandungan minyak atsirinya yang sangat tinggi. Umumnya, semakin kecil ukuran buah cabe tingkat kepedasan buahnya pun semakin tinggi.

Jenis-jenis Cabe Rawit

Ternyata cabe rawit yang dikembangkan di Indonesia ada tiga jenis, yaitu:

a. Cabe rawit kecil

Disebut cabe rawit kecil karena ukuran buahnya kecil-kecil. Warna kulit buah saat muda berwarna hijau muda, dan berubah menjadi merah setelah tua. Rata-rata panjang buah tidak lebih dari 2 cm. meskipun ukurannya kecil, cabe rawit jenis ini sangat disenangi oleh mereka yang menyukai rasa pedas. Mengapa? Karena rasa buahnya terkenal sangat pedas.

b. Cabe rawit putih

Cabe rawit putih memiliki ukuran buah yang sedikit lebih besar dari cabe rawit kecil. Rata-rata panjang buah berkisar antara 2-5 cm. Disebut cabe rawit putih karena saat muda cabe berwarna putih dan berubah menjadi merah menyala saat sudah tua. Cabe rawit putih memiliki rasa yang cukup pedas. Biasanya digunakan sebagai bahan untuk membuat sambal dan gulai.

c. Cabe rawit hijau

Seperti halnya cabe rawit putih, cabe rawit hijau memiliki warna buah muda berwarna hijau dan berubah menjadi merah gelap saat tua. Buah berukuran sedang, lebih pendek dari buah cabe rawit putih, namun ukurannya boleh dibilang lebih besar dari cabe rawit kecil. Ukuran panjang buah berkisar antara 2-3 cm. Cabe rawit hijau ini tingkat kepedasannya lebih rendah. Sehingga, sering digigit sebagai teman makan gorengan.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
Warisno dan Dahana, K. 2010. Peluang Usaha dan Budidaya Cabai. Gramedia. Jakarta


Related Posts :