Kamis, 10 Januari 2013

Menjaring Untung dari Budidaya Bawang Merah dan Bawang Putih

Pertanian selalu menawarkan peluang usaha yang menjanjikan. Banyak komoditas pertanian yang dibutuhkan setiap saat. Mengingat hasil pertanian, khususnya tanaman pangan dan hortikultura merupakan produk yang dikonsumsi secara luas oleh manusia. Salah satu diantaranya adalah bawang merah dan bawang putih.

Bisa dibayangkan bagaimana susahnya kaum ibu jika di dapur tidak ada bawang bukan? Umumnya, bawang merah, bawang putih dan cabe adalah tiga jenis bumbu yang tidak pernah absen menghuni rak bumbu kita di dapur. Sehingga, permintaan bawang merah dan bawang putih selalu ada dan cenderung meningkat setiap waktunya.

Ini menunjukkan bahwa peluang agribisnis bawang selalu terbuka lebar, baik untuk pasar dalam negeri atau pun untuk kebutuhan ekspor. Permintaan bawang tidak kenal musim. Karena setiap saat masyarakat membutuhkan. Bahkan sekarang kita sudah bisa menemukan ragam produk olahannya.

Pertanyaannya, sulitkah budidaya bawang? Mengingat, usaha budidaya bawang tidak begitu populer seperti halnya usaha budidaya cabe. Sangat sulit menemukan ada petani yang menanam bawang dalam skala kecil atau dalam skala pekarangan. Rata-rata usaha budidaya bawang hanya ditemukan di daerah-daerah yang memang sentra penghasil bawang seperti Brebes, Cipanas, Bandungan, Medan dan beberapa daerah lain yang menjadi sentra penghasil bawang.

Dalam buku ‘Bawang Bawa Untung, Budidaya Bawang Merah dan Bawang Putih’ ini Anda bisa menemukan jawaban mengapa budidaya bawang tidak sepopuler budidaya cabe. Sebenarnya tidak sulit untuk melakukan budidaya bawang. Asal Anda mengetahui syarat tumbuh dan varietas mana yang bisa dibudidayakan di daerah Anda.



Seperti diketahui bawang merah yang memiliki banyak varietas unggul lokal. Dalam buku ini dijelaskan 7 varietas unggul lokal untuk tanaman bawang merah. Diantaranya yaitu Varietas Bima Brebes, Varietas Medan, Varietas Maja Cipanas, Varietas Lampung, Varietas Sumenep dan Varietas Kuning. Masing-masing varietas lokal ini memiliki keunggulan tersendiri. Contohnya, Varietas Bima Brebes dikenal memiliki umur panen lebih pendek, produktivitas tinggi dan resisten terhadap penyakit busuk umbi. Namun, Varietas Bima Brebes ini juga memiliki kelemahan yaitu sangat rentan terhadap penyakit busuk daun dan lebih bisa tumbuh optimal di dataran rendah. Sementara pada Varietas Medan memiliki keunggulan bisa tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, serta resisten terhadap penyakit busuk umbi. Sementara varietas ini juga memiliki kelemahan yaitu umur panen lebih lama dan produktivitas yang lebih rendah dari varietas Bima Brebes.

Buku ini memberikan panduan praktis tentang budidaya bawang merah dan bawang putih. Mulai dari pemilihan bibit hingga panen. Tidak hanya itu, buku ini dilengkapi dengan manfaat, kegunaan serta khasiat bawang merah dan bawang putih. Selain itu juga ada panduan peluang pasar, tip membuat produk olahan dari bawang merah dan bawang putih, serta tips pemasaran bagi Anda yang masih pemula dengan agribisnis bawang.

Lengkap, praktis dan ringan. Demikian gambaran sederhana dari buku ini. Tidak hanya ringan bahasa dan pembahasannya, akan tetapi juga harganya. Buku ini dibandrol dengan harga Rp. 29.000. Nah, ringan sekali bukan?

Untuk Anda yang berminat menjaring keuntungan melalui agribisnis bawang, buku ini bisa menjadi pilihan.

Judul : Bawang Bawa Untung, Budidaya Bawang Merah dan Bawang Putih
Penulis : Neti Suriana
Penerbit : Cahaya Atma
Tahun Terbit : 2011
Jlh Halaman : 101 hal

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :