Rabu, 02 Januari 2013

Refleksi Akhir Tahun

Dua belas bulan hampir berlalu di tahun 2012 ini. Hanya tinggal hitungan hari saja, kita akan segera melangkah ke tahun berikutnya, 2013. Bagaimana perjalanan hidup kita di tahun ini? Sudahkah semua berjalan sesuai dengan harapan? Berapa persen harapan yang tertulis di resolusi kita awal tahun kemarin tercapai?

Berbicara tentang perjalanan waktu, berarti berbicara tentang umur atau usia. Ya, bertambahnya bilangan tahun, berarti bertambah pula umur kita. Idealnya, kualitas hidup kita juga bertambah. Hal itu terimplementasi dalam setiap langkah kita dari waktu ke waktu. Tergambar dalam karya-karya yang ditorehkan. Pemikiran-pemikiran yang diterapkan dalam gerakan nyata. Hasil-hasil kerja yang bisa dinikmati oleh orang lain maupun diri kita sendiri.

Di akhir tahun ini, adalah saat yang tepat bagi kita untuk berhenti sejenak. Melihat kembali ke belakang jejak perjalanan yang telah ditorehkan. Apa dan bagaimana kita setahun ini? Adakah lebih baik dari tahun kemarin? Atau bahkan malah lebih jelek?

Kehidupan Religius

Bertambahnya usia idealnya kualitas hablumminallah kita semakin baik. Kehidupan religius kita semakin baik. Kehidupan religius kita tidak lagi berkutat pada kelanggengan ibadah wajib. Akan tetapi sudah juga memiliki ibadah-ibadah nafillah andalan yang dilanggengkan dengan penuh keikhlasan.

Sebagai ummat yang beriman, kita tentunya meyakini bahwa selalu ada campur tangan Tuhan dalam setiap gerak langkah kita bukan?

Karya dan Impian

Hidup ini akan menjadi lebih berarti jika diisi dengan karya-karya yang bermanfaat. Karya-karya besar hanya akan lahir dari pribadi yang memiliki impian besar juga. Nah, bagaimana dengan waktu-waktu yang kita lewati setahun ini. Sudahkah menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi diri dan orang lain? Sudahkah mempersiapkan mimpi yang lebih besar untuk perjalanan satu tahun ke depan?

Kondisi Finansial

Kesungguhan memanfaatkan waktu juga akan terefleksi dari fluktuasi kondisi finansial kita. Harapan setiap kita tentunya grafik finansial kita terus membaik dari waktu ke waktu. Jika pun terjadi penurunan, semoga itu bisa menggerakkan diri kita untuk kembali menyusun strategi untuk memperbaiki kondisi finansial kita di tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya. Karena, hidup yang sekali ini, tentu kita ingin menjadi pribadi yang mandiri dan tidak menjadi beban bagi orang lain bukan?

Keharmonisan Keluarga

Hidup kita tentu tidak akan pernah jauh dari keluarga. Apalagi bagi kita yang hidup menjunjung budaya kekeluargaan yang tinggi. Adat istiadat dan agama yang sangat memuliakan keluarga. Keluarga menjadi sumber kebahagiaan dan ketenangan bagi hati kita. Sebagaimana pesan Jamil Azzaini dalam tulisannya, setiap hari hendaknya kita bertekad untuk membangun hubungan baik dengan keluarga 1% lebih baik dari hari sebelumnya.

Hubungan Sosial dan Masyarakat

Setelah keluarga, sebagai makhluk sosial kita juga perlu memperhatikan kualitas hubungan sosial kita dengan masyarakat. Sudahkah kita berusaha membina hubungan baik dengan tetangga? Berapa kali mengirim hadiah atau bingkisan pada tetangga dalam tahun ini? Berapa banyak undangan tetangga yang tidak terpenuhi?

Tentu hanya diri kita yang berhak mengevaluasi fakta di balik perjalanan hidup kita setahun ini. Dan kewajiban kita juga untuk menjadikan hasil evaluasi itu sebagai sarana untuk memperbaiki kualitas diri selanjutnya. Refleksi akhir tahun tidak akan memberikan arti apa-apa, jika tidak ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkrit untuk memperbaiki diri. Semoga kita mampu menjadikan tahun ini sebagai titik tolak untuk melesat lebih cepat di tahun depan.

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :