Senin, 11 Februari 2013

Manfaat Bengkoang dan Sisik Naga

Bengkoang

Umumnya, masyarakat lebih mengetahui umbinya daripada tumbuhannya. Umbinya acap kali digunakan sebagai bahan rujak. Bengkoang merupakan tanaman semak semusim, dengan batang membelit, berambut dan warnanya hijau. Tanaman ini berdaun tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul berwarna hijau.

Bunganya berbentuk tandan terletak di ketiak daun. Kelopak berbulu, berbentuk lonceng, mahkota gundul bernoda hijau, ungu kebiruan. Buahnya polong berwarna hijau. Bijinya keras, berbentuk mirip ginjal, warna kuning.

Sifat dan Kandungan : Biji bengkoang mengandung paki saponin A dan B, pakirhzin, rotenon, minyak lemak, dan hars. Sifat khasnya yang beracun membuat penggunaannya hanya terbatas pada biji dan umbinya.

Kegunaan :

1. Bedak dingin atau pemutih kulit :

Parutlah umbi bengkoang secukupnya, kemudian peras airnya, lalu endapkan semalam. Jika perlu, bedak yang diperoleh dari hasil endapan itu ditambah sedikit dengan tepung beras. Gunakan di wajah saat udara panas.

2. Beri-beri :

Gunakan 300 gram umbi bengkoang, kupas dan cuci bersih. Makanlah 2 kali sehari.

Sisik Naga

Sisik naga dapat ditemukan di seluruh daerah Asia tropis. Sisik naga merupakan tumbuhan epifit (tumbuhan yang menumpang pada pohon lain), tapi sisik naga bukan parasit karena dapat membuat makanan sendiri. Tanaman ini tumbuh liar di hutan, di ladang dan di daerah yang agak lembab mulai dari daratan rendah sampai ketinggian 1000 dpl.

Tanaman ini tumbuh di batang dan dahan pohon. Akarnya rimpang panjang, kecil, merayap, bersisik, panjang 5-22 cm dan melekat kuat. Daun yang satu dengan yang lain, tumbuh dengan jarak pendek. Daunnya bertangkai pendek, tebal berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau membundar, pangkal runcing, tepi rata. Permukaan daun yang tua gundul atau berambut jarang pada permukaan bawahnya. Warnanya hijau sampai kecoklatan.

Daunnya ada yang mandul, ada yang membawa spora. Daun fertil bertangkai pendek atau, oval memanjang. Panjangnya 1 sampai 5 cm, dan lebar 1 sampai 2 cm. Ukuran daun yang berbentuk bulat hampir mirip dengan uang logam picisan sehingga tanaman ini juga dinamakan picisan. Sisik naga dapat diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar.

Kegunaan :

1. Radang gusi

Cuci daun sisik naga secukupnya sampai bersih, lalu kunyah. Biarkan kunyahan tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang. Selanjutnya, buang ampasnya. Lakukan 3-4 kali sehari sampai sembuh.

2. Rematik otot/urat

Cuci1 15-30 gram daun sisik naga segar, lalu rebus dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sehari 2x, masing-masing ½ gelas.

3. Menghentikan pendarahan

Cuci 30 gram daun sisik naga segar, lalu giling sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring. Lalu air saringannya diminum. Lakukan 3x sehari sampai sembuh.

Oleh : Liana Xue
Sumber : Tim redaksi majalah Intisari. Tanaman obat keluarga 3. 2004. Jakarta. Majalah Intisari.


Related Posts :