Senin, 11 Februari 2013

Manfaat Buah Duku dan Rambutan

Duku
Suku : Meliaceae

Asal tumbuhan ini masih belum jelas. Ada yang menyebutkan duku adalah tanaman asli Indonesia, namun ada pula yang menyebutkan tanaman ini berasal dari Asia Tenggara bagian Barat, Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur.

Duku dapat tumbuh di seluruh Nusantara, dan masih dijumpai tumbuhan liar, selain menjadi salah satu buah-buahan budidaya utama. Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku komering, duku metesih, dan duku condet. Di Indonesia, duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta), Sumatra (Komering, Sumatra Selatan) dan Jakarta (Condet). Tempat yang cocok bagi tanaman ini adalah ketinggian tidak lebih dari 650 dpl.

Bagian duku yang dipakai sebagai obat adalah biji, kulit kayu, dan kulit buahnya. Nama lain duku adalah kokosan, celoreng, celoring, langsep, dan langsat.

Sifat dan Kandungan : Biji duku mengandung zat samak dan alkaloida. Sedangkan kulit kayu dan kulit buahnya mengandung zat amory (asam lansium).

Kegunaan :

1. Disentri :

Kulit duku dicampur dengan daun angsana (Pterocarpus indica Wild), lalu rebus dengan air secukupnya. Setelah dingin, minum airnya.

2. Obat cacing :

Ambil 7gram serbuk biji duku, seduh dengan air matang panas. Saring setelah dingin, dan tambahkan madu sebanyak 1 sendok teh. Minum sekaligus.

Rambutan
Suku : Sapindaceae

Tanaman tropis dataran rendah ini biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman buah. Varietasnya bermacam-macam. Di antaranya : binje, aceh, rapiah dan lekang. Berbunga pada akhir musim kemarau. Berbuah pada awal musim hujan. Bagian tanaman yang dipakai untuk pengobatan adalah daun, ranting, kulit buah, kulit kayu, biji, dan akar.

Rambutan memiliki sejumlah nama daerah seperti rambot, jailan, bairabit (Sumatra), corogol, tundun, buwa buluwan (Jawa), sagalog, dan beliti (Kalimantan).

Sifat dan Kandungan : Buah rambutan mengandung glukosa, fruktosa, sukrosa, protein, lemak, fosfor, besi, kalsium, niasin, tiamin, dan vitamin C (30 mg per 100 gram daging buah). Kulit buah dan daunnya mengandung tanin dan saponin. Sementara bijinya mengandung lemak dan polifenol. Kulit batangnya mengandung tanin, saponin, flavonoid, dan zat besi. Kulit buahnya berkhasiat sebagai penurun panas. Bijinya dapat menurunkan kadar gula darah (hipoglikemik).

Kegunaan :

1. Disentri :

Ambil kulit 10 buah rambutan. Cuci dan potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum 2x sehari, masing-masing ¾ gelas.

2. Demam :

Ambil kulit 15 buah rambutan. Keringkan. Cuci dan potong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, saring. Bagi menjadi 3 bagian sama banyak. Minum 3x sehari, masing-masing 1 bagian.

3. Sariawan :

Siapkan 3 ruas jari kulit kayu rambutan. Rebus dengan 2gelas air sampai tinggal 1 gelas. Gunakan untuk berkumur selagi hangat.

Oleh : Liana Xue
Sumber : Tim redaksi majalah Intisari. Tanaman obat keluarga 3. 2004. Jakarta. Majalah Intisari.


Related Posts :