Rabu, 13 Februari 2013

Mengapa Wanita Bekerja?

Dalam islam wanita memang tidak memiliki kewajiban untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Kewajiban mencari nafkah sepenuhnya ada di tangan kepala keluarga atau suami (laki-laki). Namun, beberapa kondisi mendorong wanita untuk ikut bekerja di luar rumah bahkan terkadang dengan harus menelantarkan peran domestiknya sebagai manager rumah tangga.

Alasan wanita rela meninggalkan rumah untuk bekerja tidak melulu uang. Memang harus diakui tidak sedikit juga diantaranya yang menjadikan uang sebagai alasan utama untuk berkarier di luar rumah. Secara umum ada beberapa alasan mengapa wanita demikian termotivasi untuk berkarier di luar rumah, yaitu:

a. Dorongan untuk aktualisasi diri

Terkadang alasan terbesar wanita bekerja di luar rumah bukan lagi uang. Akan tetapi keinginan untuk mengaktualisasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki. Dorongan ini umumnya dimiliki oleh mereka yang berasal dari keluarga yang sudah mapan secara ekonomi dan berpendidikan tinggi.

b. Desakan ekonomi dan beban hidup

Ini yang mayoritas mendorong wanita-wanita di Indonesia untuk ikut bekerja di luar rumah. Dorongan untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan membantu keluarga. Sangat disayangkan, karena alasan ini juga yang mendasari banyak para tenaga kerja wanita kita yang harus merantau ke luar negeri baik secara legal atau pun ilegal. Terkadang tanpa dibekali keterampilan berbahasa dan skill yang memadai.

c. Gengsi dan Tuntutan Prestise

Menjadi wanita karier dewasa ini seakan menjadi salah satu prestise bagi kaum hawa. Seakan belum keren jika belum berstatus sebagai wanita karier. Sehingga akhirnya banyak kaum ibu yang rela meninggalkan buah hatinya demi gengsi dan prestise ini.

d. Tuntutan masyarakat

Hal keempat yang memotivasi wanita harus bekerja di luar rumah adalah tuntutan masyarakat. Memang ada beberapa bidang pelayanan publik yang membutuhkan keahlian seorang wanita. Ada beberapa sektor kehidupan yang idealnya memang harus ditangani oleh wanita. Meskipun sampai sekarang sebenarnya sektor-sektor tersebut masih ada yang ditangani oleh kaum pria. Contohnya: dokter kandungan, tenaga bidan, tenaga pengajar, pendidik dan berbagai sektor lain yang sangat membutuhkan keahlian wanita.

Demikian empat alasan utama yang mendorong wanita untuk bekerja di luar rumah. Pertanyaan selanjutnya, apa hukumnya seorang wanita bekerja di luar rumah? Bolehkah wanita –khususnya kaum istri—bekerja di luar rumah? Hj. Iis Nur’aeni afgandi dan Hj. Iis Salsabilah dalam buku ‘Ternyata Wanita Lebih Mudah Masuk Surga’ mengatakan bahwa ada perbedaan pendapat di kalangan para ulama tentang hal ini. Sebagian ulama mengharamkan, karena jihadnya kaum wanita adalah di rumahnya. Namun, sebagian ulama lainnya membolehkan dengan dengan dua syarat, yaitu:

  • Bekerja dengan seizin suami
  • Pekerjaan yang dilakukan tidak melanggar syariat agama.

Jadi, ketika kondisi memang mengharuskan seorang wanita bekerja di luar rumah, tidak ada salahnya selama berpegang pada aturan-aturan syariat Allah. Pilih pekerjaan yang sesuai dengan kodrat kita sebagai seorang wanita dan tidak melanggar aturan syar’i.

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
Afgandi, I.N dan Salsabilah, I. 2011. Ternyata Wanita Lebih Mudah Masuk Syurga. Ruang Kata. Jakarta.


Related Posts :