Senin, 11 Maret 2013

BAHAN TAMBANG

Tambang adalah sumber daya alam yang terkandung di dalam bumi, yang tidak dapat diperbaharui, sehingga penggunaannya harus dihemat sebisa mungkin agar masih dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya hingga masa yang akan datang.

Bahan tambang adalah bahan – bahan yang tersimpan di dalam perut bumi. Untuk mendapatkan manfaat dari bahan tambang, maka bahan tambang tersebut harus digali dan kemudian diproses untuk nantinya dapat diambil manfaatnya.

Paradigma baru kegiatan industri pertambangan ialah mengacu pada konsep Pertambangan yang berwawasan Lingkungan dan berkelanjutan, yang meliputi :

  • Penyelidikan Umum (prospecting)
  • Eksplorasi : eksplorasi pendahuluan, eksplorasi rinci
  • Studi kelayakan : teknik, ekonomik, lingkungan (termasuk studi amdal)
  • Persiapan produksi (development, construction)
  • Penambangan (Pembongkaran, Pemuatan,Pengangkutan, Penimbunan)
  • Reklamasi dan Pengelolaan Lingkungan
  • Pengolahan (mineral dressing)
  • Pemurnian / metalurgi ekstraksi
  • Pemasaran
  • Corporate Social Responsibility (CSR)
  • Pengakhiran Tambang (Mine Closure)


Pemerintah Republik Indonesia dalam masa pembangunan telah melakukan klasifikasi bahan-bahan tambang yang banyak terdapat di tanah air.

Penggolongan bahan tambang tersebut terdiri dari: Gabungan Bahan Strategis yaitu hasil tambang yang tidak saja diperlukan untuk mencari devisa tetapi juga sebagai bahan “politis – ekonomis” bagi bangsa dan negara; Golongan Bahan Vital yaitu hasil tambang yang diperlukan baik untuk pembangunan di tanah air sendiri maupun bagi pemasukan devisa serta bahan galian lainnya.

GOLONGAN A

Bahan Galian yang strategis adalah:

  • Minyak bumi, Bitumen cair, Lilin bumi, Gas alam;
  • Bitumen, Batubara, Batubara muda;
  • Uranium, Radium, Thorium, dan bahan – bahan radio aktif lainnya;
  • Nikel, Kobal;
  • Timah.


GOLONGAN B

Bahan Galian yang vital adalah:

  • Besi Mangan, Molibden, Chrom, Wolfram, Vanadium, Titan;
  • Bauksit, Tembaga, Timbal, Seng;
  • Emas, Platina, Perak, Air raksa, Intan;
  • Arsin, Antimoni, Bismut;
  • Ytrium, Rhutenium, Cerium, dan logam – logam langka lainnya;
  • Berlium, Korundum, Zirkon, Kristal, Kwarsa;
  • Kriolit, Flourspar, Barit;
  • Yodium, Brom, Khlor, Belerang.


GOLONGAN C

Bahan Galian lainnya adalah:

  • Nitrat – nitrat, Phospat – phospat, Garam batu (helite);
  • Asbes, Talk, Mika, Grafit, Magnesit;
  • Yorosit, Leusit, Tawas (alum), Oker;
  • Batu permata, Batu setengah permata;
  • Pasir Kwarsa, Kaolin, Felspar, Gips, Bentonit;
  • Batu apung, Tras, Obsidian, Perlit, Tanah diatome, Tanah serap (fuller earth);
  • Batu marmer, Batu tulis;
  • Batu kapur, Dolomit, Kalsit;
  • Granit, Andesit, Basal, Trakhit, Tanah liat dan pasir sepanjang tidak mengandung unsur – unsur mineral golongan A maupun golongan B dalam jumlah yang berarti ditinjau dari segi ekonomi pertambangan.


UDARA

Udara terdiri dari bermacam – macam zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia khususnya, ialah:

  • Zat lemas 78,03%
  • Zat asam 20,99%
  • Zat argon 0,932%
  • Zat asam arang 0,03%
  • Zat air 0,01%
  • Zat neon 0,0018%


Oleh : Nur Rokhanah
Referensi: Gayo, Iwan. 2002. Buku Pintar Seri Senior. Jakarta: Pustaka Warga Negara


Related Posts :