Kamis, 14 Maret 2013

Test of English As A Foreign Language (TOEFL)

Test of English As A Foreign Language yang disingkat dengan TOEFL adalah salah satu jenis tes bahasa Inggris yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris seseorang yang bahasa pertamanya bukan bahasa Inggris (foreign language). TOEFL telah digunakan sejak 1963 di beberapa Negara seperti USA, Negara-negara Amerika latin baik di perguruan tinggi maupun di pemerintahan untuk mengukur standar kemampuan bahasa Inggris dalam program beasiswa yang mereka adakan. Sebenarnya banyak tes kemampuan bahasa Inggris yang lain diantaranya IELTS, TOEIC dan GMAT. Namun TOEFL lebih populer karena sifatnya yang umum dan komprehensif.

TOEFL sering dijadikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti S2, S3 atau seseorang yang ingin melanjutkan pendidikan di luar negeri dan juga ada perusahaan atau lembaga yang dalam proses seleksi tenaga kerjanya mempersyaratkan TOEFL dengan nilai tertentu. TOEFL juga sering digunakan sebagai syarat kelulusan (passing grade) di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Sebagai syarat kelulusan, TOEFL adalah syarat yang menakutkan bagi sebagian mahasiswa, sebab jika tidak lulus mereka harus mengulang TOEFL lagi sampai mencapai skor yang dipersyaratkan.

Pada umumnya passing grade yang berlaku di perguruan tinggi di Indonesia adalah sebagai berikut:

S1 non sastra/ bahasa Inggris = 450/475
S1 sastra/bahasa Inggris = 500/550
S2 non sastra/bahasa Inggris = 475
S2 Sastra /Bahasa Inggris = 600
S3 = 500/550/600

TOEFL ada dua macam yaitu computer based test yaitu tes yang menggunakan komputer dalam penyampaian dan menjawab soalnya, dan paper based test yaitu jenis tes yang menggunakan kertas dan pensil dalam menjawab soal tes.

Apa saja yang diujikan dalam TOEFL

Soal TOEFL mencakup: 1) Listening comprehension, 2) Structure and writing expression dan 3) Vocabulary and reading comprehension. Sebagian soal berbentuk multiple choice (pilihan ganda) sedangkan soal yang lain memiliki petunjuk khusus dalam pengerjaannya. Adapun jumlah soal untuk masing-masing section adalah Section 1, Listening comprehension = 50 soal dengan waktu pengerjaan=35 menit,, section 2, Structure and writing expression=40 soal dengan waktu pengerjaan=25 menit, dan section 3, vocabulary and reading comprehension=60 soal dengan waktu pengerjaan 45 menit.

Bagaimana Menginterpretasikan Hasil TOEFL

Tidak ada skor lulus atau skor gagal dalam TOEFL. Masing-masing lembaga atau perguruan tinggi akan mengevaluasi skor sesuai dengan persyaratan dan kepentingannya masing masing. Bahkan pada universitas yang sama kadang-kadang persyaratan skor TOEFL bisa berbeda antara satu jurusan dengan dengan yang lain.

Skor dalam pencil and paper based TOEFL adalah berkisar antara 310 sampai 677. Setiap section diberi peringkat skala dari 31 sampai 68. Kemudian jumlah nilai skala dari ketiga section dijumlahkan. Setelah itu hasilnya dikalikan 10 dan kemudian dibagi 3.

Contoh: Skala
Listening Comprehension 45
Structure and Written Expression 55
Vocabulary and Reading Comprehension 50
150

150 X 10 = 1500/3 = 500 total skor TOEFL

Sedangkan skor dalam Computer-based TOEFL berkisar antara 0 s/d 300. Mula-mula setiap section diberi skala dari 0 s/d 30. Kemudian jumlah nilai skala dari ketiga section dijumlahkan. Setelah itu hasilnya dikalikan 10 dan kemudian dibagi 3.

Contoh: Skala
Listening Comprehension 23
Structure and Written Expression 25
Vocabulary and Reading Comprehension 27
75

75X 10 = 750/3 = 250 total skor TOEFL

Sumber Bacaan:
Sharpe, Pamela J. 2002 How To Prepare For The Toefl Test. Jakarta: Binarupa Aksara
Pyle Michael A. & Munoz Mary Ellen. 1991. Test of English Foreign Language Preparation Guide.
Singapore: Cliffs Notes.
Fanani Ahmad. 2005. 100 Trik Menembus TOEFL. Jogjakarta: BookMars

Oleh: Asmawi


Related Posts :